Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan PNS Sulit Naik: ‘Ya Karena Uangnya Tidak Ada, Diambil Terus’

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Rencana peningkatan kesejahteraan guru sempat disampaikan pemerintah beberapa waktu lalu. Namun hingga pertengahan 2026, belum ada kebijakan baru terkait kenaikan gaji guru maupun PNS.

Presiden Prabowo Subianto pun mengungkap alasan gaji guru dan pegawai negeri sipil (PNS) belum dapat meningkat secara signifikan, meski Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar.

Menurut Prabowo, salah satu penyebabnya adalah kebocoran ekonomi yang membuat banyak kekayaan nasional mengalir ke luar negeri, sehingga mengurangi ruang fiskal pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya ingin sampaikan dalam forum ini karena saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat, harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang. Ya karena uangnya tidak ada, diambil terus,” kata Prabowo saat menghadiri acara di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga :  Presiden Prabowo Intruksikan Buka Kembali Jalur Distribusi Gas LPG 3 Kg ke Pedagang Eceran

Prabowo mengatakan, Indonesia sebenarnya mencatat surplus perdagangan yang besar dalam beberapa dekade terakhir.

Berdasarkan data perdagangan internasional yang diolah Dewan Ekonomi Nasional dari basis data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia memperoleh keuntungan sekitar USD436 miliar atau setara Rp7.800 triliun dalam 22 tahun terakhir.

Dalam periode yang sama, arus dana yang keluar dari Indonesia mencapai sekitar USD343 miliar.

“Begitu kayanya Republik kita, tiap tahun kekayaan kita diambil keluar, kita masih berdiri. Jadi kita lihat dari neraca itu inflow, outflow. Selama 22 tahun uang yang keluar itu USD343 miliar,” ujarnya.

Baca Juga :  Penyanyi Legendaris Titiek Puspa Meninggal Dunia

Ia menilai, salah satu penyebab keluarnya kekayaan nasional adalah praktik under-invoicing atau pelaporan nilai perdagangan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Prabowo mencontohkan sebagian pelaku usaha melaporkan volume atau nilai ekspor lebih rendah dari transaksi riil yang terjadi sehingga berpotensi mengurangi penerimaan negara.

“Para pengusaha itu bohong. Katanya dia jual 1.000 ton, dia lapor hanya 500 ton. Artinya apa? Artinya negara rugi,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Indonesia disebut mengalami kerugian hingga US$908 miliar atau sekitar Rp16.244 triliun selama 34 tahun akibat praktik tersebut.

Baca Juga :  Usai Ditetapkan Tersangka Korupsi MBG, Sony Sanjaya Tulis Surat buat Kepala BGN Nanik S Deyang: 'Terima Kasih Atas Hadiah Indahnya'

“Setelah kita hitung, ini angka kembali lagi dari PBB, kita telah rugi USD908 miliar selama 34 tahun atau Rp15 ribu triliun,” sebutnya.

Ia juga mengungkapkan, para ahli memperkirakan kebocoran ekonomi Indonesia saat ini masih mencapai sekitar USD150 miliar per tahun atau setara Rp2.500 triliun hingga Rp2.600 triliun.

Karena itu, kata dia, pemerintah tengah berupaya menutup berbagai celah yang menyebabkan hilangnya potensi penerimaan negara.

“Kebocoran kita, kita hitung para ahli hitung sekarang adalah kurang lebih USD150 miliar tiap tahun, Rp2.500 triliun tiap tahun. Dan ini sedang saya perbaiki semua,” ucapnya. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelajar Asal Siak dan Inhil Terpilih Wakili Riau untuk Paskibraka Tingkat Nasional
Libur Sekolah, Program MBG Resmi Dihentikan Sementara, Negara Hemat Hingga Rp3,4 Triliun
Tak Perlu Panik Lupa Bawa SIM, Kini SIM Digital Resmi Berlaku dan Sah, Berikut Cara Aktifkannya
Mendag Budi Santoso Tegaskan HET Minyakita Tak Ada Kenaikan, Tetap di Harga Rp15.700 per Liter
Keluhkan Dampak MBG ke MK, Guru Sebut Tak ada Tempat Mengadu! Polisi, TNI, DPR Punya Dapur SPPG
Resmi! Harga Pertamax Naik Per Hari Ini, dari Rp12.300 Kini Naik Menjadi Rp16.250
Natalius Pigai: Jika Polisi Bisa ke Kementerian, Sipil juga Berpeluang Isi Jabatan di Polri
Resmi Dilantik Jadi Penasehat Khusus Presiden, Said Iqbal Janji akan Hapus Outsourcing

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:41 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan PNS Sulit Naik: ‘Ya Karena Uangnya Tidak Ada, Diambil Terus’

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:57 WIB

Pelajar Asal Siak dan Inhil Terpilih Wakili Riau untuk Paskibraka Tingkat Nasional

Senin, 22 Juni 2026 - 18:07 WIB

Libur Sekolah, Program MBG Resmi Dihentikan Sementara, Negara Hemat Hingga Rp3,4 Triliun

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:10 WIB

Tak Perlu Panik Lupa Bawa SIM, Kini SIM Digital Resmi Berlaku dan Sah, Berikut Cara Aktifkannya

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:10 WIB

Mendag Budi Santoso Tegaskan HET Minyakita Tak Ada Kenaikan, Tetap di Harga Rp15.700 per Liter

Berita Terbaru