Libur Sekolah, Program MBG Resmi Dihentikan Sementara, Negara Hemat Hingga Rp3,4 Triliun

- Redaksi

Senin, 22 Juni 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menata ulang program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghentikan distribusi makanan selama masa libur sekolah.

Selain itu, lembaga yang baru berganti pimpinan tersebut juga memangkas insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengevaluasi ribuan dapur MBG, serta menyusun kembali sasaran penerima manfaat dan kebutuhan anggaran tahun depan.

Wakil Kepala BGN sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk memperbaiki tata kelola program sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau kita melihat angka jumlah SPPG yang telah beroperasi 27.820 dikalikan dengan insentif per hari selama 18 hari, kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG sebesar Rp3,4 triliun,” kata Agustina dalam taklimat media, Kamis (18/6).

Baca Juga :  Juri LCC di Kalbar Tak Muncul Ke Publik dan Minta Maaf, Ketua MPR: Sudah Diwakili Lembaga

Libur sekolah tahun ini berlangsung pada 22 Juni hingga 13 Juli. Berbeda dengan periode Ramadan lalu yang masih menggunakan sistem bundling, kali ini distribusi MBG dihentikan sepenuhnya sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026.

Penghentian distribusi juga berlaku pada hari libur nasional, keagamaan, libur khusus daerah, serta setiap Sabtu dan Ahad.

Agustina menambahkan, selama ini setiap SPPG memperoleh insentif Rp6 juta per hari meski jumlah penerima manfaat belum tentu mencapai target 3.000 orang.

Karena itu, insentif dihentikan selama masa libur. Selain efisiensi, BGN juga melakukan refocusing penerima manfaat.

Baca Juga :  Breaking News! KPK Tetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid Sebagai Tersangka Korupsi di Dinas PUPR

Hingga kemarin, lembaga tersebut telah mengidentifikasi 76 sekolah di Jawa dengan total 39.352 siswa yang dinilai tidak lagi memerlukan intervensi program.

Anggaran dialihkan ke kelompok yang lebih membutuhkan, seperti sekolah di daerah 3T, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Di saat bersamaan, BGN menyiapkan skema klasterisasi dapur berdasarkan jumlah penerima manfaat dan karakteristik wilayah.

Skema ini dinilai lebih adil dibanding pemberian insentif seragam Rp6 juta per hari kepada seluruh SPPG.

Namun, kebijakan ini memicu penolakan. Puluhan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia (API) menggelar demonstrasi di Jakarta dengan membawa peralatan dapur dan membanting ompreng MBG sebagai simbol protes. Mereka menilai program MBG tidak transparan dan rawan korupsi.

Baca Juga :  Lindungi Perempuan dan Anak, Pemerintah Blokir Akses AI Grok

“Segera turunkan harga bahan pokok, tepati janji menciptakan lapangan kerja, dan hentikan program bermasalah seperti MBG,” ujar aktivis Mahardika Perempuan, Mutiara Ika Pratiwi.

Sementara itu, Muhammadiyah melalui Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan MBG secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.

Direktur BPPGM, M. Nurul Yamin, menyatakan bahwa MBG bukan sekadar program penyediaan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA
TNI Pastikan Tunduk Putusan MK soal Revisi UU Peradilan Militer
Putusan MK: Prajurit TNI Terlibat Tindak Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum
Rotasi Jabatan Strategis TNI, Dua Jenderal TNI Emban Amanah Baru
Prabowo Lantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB Gantikan Letjen TNI Suharyanto
Komdigi Tegaskan Sisa Kuota Internet Hak Pelanggan, Operator Dilarang Hanguskan Sepihak
Kemenag Permudah Pasutri Mendapatkan Kartu Nikah Digital, Berikut Caranya!
Letjen TNI Iwan Setiawan Jabat Pangkostrad Gantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:02 WIB

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:26 WIB

TNI Pastikan Tunduk Putusan MK soal Revisi UU Peradilan Militer

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Putusan MK: Prajurit TNI Terlibat Tindak Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Rotasi Jabatan Strategis TNI, Dua Jenderal TNI Emban Amanah Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Prabowo Lantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB Gantikan Letjen TNI Suharyanto

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page