Bitcoin Pizza Day 2026 Jadi Refleksi, INDODAX Sebut Kripto Tak Lagi Sekadar Eksperimen Teknologi

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Jakarta – Menjelang peringatan Bitcoin Pizza Day pada 22 Mei mendatang, PT INDODAX Nasional Indonesia (INDODAX) mencatatkan bahwa kini hampir menyentuh angka 10 juta member. Pencapaian ini menjadi gambaran bagaimana industri kripto di Indonesia telah berkembang dari sekadar eksperimen teknologi menjadi bagian dari ekosistem keuangan digital yang semakin matang, teregulasi, dan mendapat kepercayaan luas dari masyarakat.

CEO INDODAX, William Sutanto, mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah member tidak hanya menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap aset digital, tetapi juga meningkatnya kebutuhan terhadap platform perdagangan kripto yang mengedepankan keamanan, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi.

“Perjalanan industri kripto hari ini sudah sangat berbeda dibanding satu dekade lalu. Jika dahulu fokus utamanya adalah akses dan adopsi, kini industri bergerak menuju fase yang lebih matang dengan menempatkan kepercayaan dan perlindungan pengguna sebagai prioritas utama,” ujar William.

Bitcoin Pizza Day sendiri merupakan momen historis dalam industri kripto global yang merujuk pada transaksi pembelian dua loyang pizza menggunakan Bitcoin pada tahun 2010. Transaksi ini adalah tonggak sejarah, pertama kali Bitcoin memiliki nilai ekonomi di dunia nyata.

Dari peristiwa tersebut, kripto berkembang menjadi instrumen digital dengan tingkat adopsi yang terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data OJK per Maret 2026, jumlah pengguna kripto nasional telah mencapai 21,37 juta pengguna. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya atau sekitar 46,5% merupakan member INDODAX.

Menurut William, pertumbuhan industri juga diikuti oleh perubahan standar operasional yang semakin ketat. Seiring bertambahnya jumlah pengguna dan hadirnya pengawasan industri kripto melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), pelaku industri dituntut untuk meningkatkan tata kelola, transparansi, serta sistem keamanan yang lebih komprehensif.

Baca Juga :  In Dragon Pembunuh Nia Kurnia Sari Penjual Gorengan di Kayu Tanam Dituntut Hukuman Mati

Dalam hal ini, lanjutnya, aspek Know Your Customer (KYC) Hygiene menjadi salah satu fondasi penting untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan identitas, fraud digital, hingga ancaman siber yang semakin kompleks di era digital saat ini.

“Dalam industri yang terus berkembang, keamanan tidak lagi hanya berbicara soal perlindungan aset, tetapi juga perlindungan identitas digital pengguna. Karena itu, praktik KYC Hygiene dan penguatan sistem keamanan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan,” lanjut William.

Sejalan dengan meningkatnya standar transparansi industri, INDODAX juga menyediakan Proof of Reserves (PoR) sebagai salah satu bentuk akuntabilitas perusahaan terhadap member. Melalui sistem ini, aset pengguna dapat diverifikasi secara berkala untuk memastikan ketersediaan dana yang tersimpan di platform tetap terjaga secara transparan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus mendorong penerapan standar operasional industri aset digital yang berorientasi pada perlindungan pengguna.

Baca Juga :  Debt Collector Tewas Dikeroyok, Warung di Depan TMP Kalibata Dibakar Sekelompok Pemuda

Selain itu, INDODAX juga terus memperluas pilihan aset digital yang dapat diperdagangkan di platform guna mendukung kebutuhan pengguna yang semakin beragam. Saat ini, tersedia lebih dari 500 aset kripto, termasuk aset terbaru berbasis Real World Assets (RWA) seperti Tokenized Stocks. Kehadiran berbagai pilihan aset tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif diversifikasi portofolio yang lebih luas seiring berkembangnya minat dan pemahaman masyarakat terhadap investasi aset digital.

Sebagai crypto exchange yang telah berdiri lebih dari 12 tahun di Indonesia, INDODAX menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan industri aset digital nasional melalui edukasi, penguatan keamanan platform, serta implementasi tata kelola yang selaras dengan regulasi dan kebutuhan industri global yang terus berkembang. (Fa)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasum TNI Tinjau Pemeriksaan Kontainer Mineral Hasil Penindakan TNI AL di Batam
Anggota TNI Bakal Sikat Begal di Jakarta, DPR: Harus Atas Permintaan Polri
INDODAX Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Ratusan KK Terima Manfaat
Praktik Kartel Sawit di Pesisir Selatan, Relawan Prabowo Gibran: “Negara Tidak Boleh Kalah dari Mafia Harga Sawit”
Pria 53 Tahun di Kampung Arab Banjarmasin Meninggal Dunia Usai Terseret Sapi Kurban yang Mengamuk
INDODAX Rayakan Bitcoin Pizza Day 2026, Edukasi dan Komunitas Jadi Fokus Utama
Bareskrim Polri: Blackout Sumatera Bukan Sabotase, Kabel SUTET Putus Diduga karena Faktor Teknis dan Cuaca
Kasus Penganiayaan Hamdi Jalan di Tempat, Kinerja Polsek Lenteng Dipertanyakan

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:03 WIB

Kasum TNI Tinjau Pemeriksaan Kontainer Mineral Hasil Penindakan TNI AL di Batam

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:52 WIB

Anggota TNI Bakal Sikat Begal di Jakarta, DPR: Harus Atas Permintaan Polri

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:18 WIB

INDODAX Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Ratusan KK Terima Manfaat

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:27 WIB

Praktik Kartel Sawit di Pesisir Selatan, Relawan Prabowo Gibran: “Negara Tidak Boleh Kalah dari Mafia Harga Sawit”

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:48 WIB

Pria 53 Tahun di Kampung Arab Banjarmasin Meninggal Dunia Usai Terseret Sapi Kurban yang Mengamuk

Berita Terbaru