Siswi Peserta LCC 4 Pilar yang Protes Juri Mendapatkan Ancaman Teror Somasi Melalui WA

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Nama Josepha Alexandra menjadi sorotan publik setelah video protesnya terhadap keputusan juri pada ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di media sosial.

Polemik tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah pihak keluarga mengaku mendapat tekanan dan ancaman somasi terkait video yang telah tersebar luas.

Dalam unggahan yang beredar di media sosial, kakak Josepha mengungkapkan bahwa adiknya mengalami tekanan mental setelah video protes itu viral. Ia menyebut Josepha sampai sulit tidur dan kehilangan nafsu makan akibat tekanan yang diterima.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Adikku peserta LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat. Dia jawab benar, tetapi dapat minus 5. Tim lain jawab hal yang sama persis, dapat plus 10,” tulisnya di akun media sosial yang dikutip pada Selasa (12/5/2026).

Baca Juga :  Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Beserta 6 Anggotanya

Ia juga mempertanyakan keputusan juri yang dianggap tidak konsisten saat memberikan penilaian kepada peserta lomba. Menurut pengakuan tersebut, jawaban Josepha dinilai salah, sementara jawaban serupa dari tim lain justru dinyatakan benar.

“Di depan kamera live YouTube MPR RI, dia jawab lantang, ‘anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan presiden.’ Juri bilang salah dan minus 5. Soal dilempar ke tim lain. Jawaban sama. Juri bilang ini sudah benar dan nilai 10. Aku replay sampai mataku panas. Tidak ada bedanya,” tulisnya lagi.

Ia juga mengungkapkan sang adik ini kebingungan lantaran viral. Ia bertanya ke sang kakak, apakah harus meminta maaf.

“Dia nanya ke aku, ‘kak, apa aku harus minta maaf? Katanya aku yang bikin gaduh’. Dan aku enggak tahu harus jawab apa. Menurut kalian, apa adikku perlu buat video permintaan maafnya? Harus ngapain adikku ini,” tanyanya di sosial media.

Baca Juga :  Perampok Toko Emas di Tapaktuan Aceh Selatan Ternyata Oknum Polisi, Motif Terdesak Ekonomi

Kakak Josepha menilai adiknya hanya menyampaikan keberatan secara wajar dan meminta perlakuan yang adil dalam perlombaan tersebut. Ia membantah anggapan bahwa Josepha sengaja mencari sensasi.

“Dia bukan lebay. Dia bukan cari drama. Dia cuma minta satu hal yang paling basic, yakni diperlakukan adil,” tulisnya.

Selain itu, sang kakak mengatakan, Josepha mengaku menerima pesan WhatsApp dari pihak tak dikenal yang meminta video viral tersebut dihapus dari media sosial. Dalam tangkapan layar yang dibagikan, terlihat pesan bernada ancaman somasi jika video tidak diturunkan.

“Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi,” demikian isi pesan ancaman yang diunggah sang kakak.

Baca Juga :  Hendry Ch Bangun: Anggota PWI yang Ikut HPN di Riau akan Diberi Sanksi Tegas

Unggahan tersebut memicu gelombang simpati dari warganet. Banyak netizen memberikan dukungan kepada Josepha dan meminta polemik penilaian dalam lomba tersebut diusut secara transparan.

Di tengah polemik yang berkembang, Josepha juga disebut mendapat tawaran beasiswa ke China dari anggota MPR. Dalam unggahan lain disebutkan bahwa langkah itu merupakan bentuk apresiasi atas keberaniannya menyuarakan pendapat.

“Ini bentuk apresiasi, dia anak bangsa yang berani menyuarakan dan mempertahankan kebenaran, kita harus dukung,” tulis unggahan yang beredar.

Hingga kini, polemik terkait penilaian LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar tersebut masih ramai diperbincangkan di media sosial dan belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak penyelenggara terkait dugaan intimidasi maupun ancaman somasi yang viral tersebut. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati HUT Ke-1 di Karo, Brigif TP 37/HS Perkuat Sinergi Teritorial dan Ketahanan Nasional
‘Gerakan Langit Biru’ Demokrat Sumenep: Turun ke Sungai, Sapa Warga Lewat Layanan Gratis
Viral! Sebut Mahasiswa ‘Monyet’, Pengawal Gubernur Maluku Akhirnya Sampaikan Permintaan Maaf
HUT ke-81 RI, Pemkab Belitung Gelar Upacara Tanpa Tenda Pejabat
Ibu Korban Keracunan MBG di Berastagi Marah kepada Kepala BGN: Maaf Bapak Tak Merubah Keadaan
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong, Tak Berpotensi Tsunami
Breaking News! Gempa M 6,4 Guncang Simalungun, Dirasakan di Sejumlah Wilayah Sumatra Utara
Usai Mediasi dengan Kapolda, Massa Bergerak ke DPRA dan Kantor Gubernur Aceh

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Peringati HUT Ke-1 di Karo, Brigif TP 37/HS Perkuat Sinergi Teritorial dan Ketahanan Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:42 WIB

‘Gerakan Langit Biru’ Demokrat Sumenep: Turun ke Sungai, Sapa Warga Lewat Layanan Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Viral! Sebut Mahasiswa ‘Monyet’, Pengawal Gubernur Maluku Akhirnya Sampaikan Permintaan Maaf

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:08 WIB

HUT ke-81 RI, Pemkab Belitung Gelar Upacara Tanpa Tenda Pejabat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Ibu Korban Keracunan MBG di Berastagi Marah kepada Kepala BGN: Maaf Bapak Tak Merubah Keadaan

Berita Terbaru