SUARANEWS86.COM || Peristiwa tawuran yang terjadi di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, pada Minggu (8/3/2026) pagi tadi, berujung pada tindakan anarkis pelaku yang nekat menyerang petugas kepolisian saat hendak membubarkan Sekelompok Pemuda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan dua kelompok ini terjadi di tengah cuaca gerimis yang mengguyur wilayah Kaliwungu sejak pagi hari. Kedua belah pihak terlihat saling serang menggunakan benda tumpul dan Tangan kosong yang memicu kepanikan warga sekitar.
Ketegangan memuncak saat personel kepolisian dari Polsek Kaliwungu tiba di lokasi untuk melerai pertikaian tersebut. Bukannya membubarkan diri, para pelaku tawuran justru secara brutal berbalik menyerang petugas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek Kaliwungu bersama sejumlah anggota menjadi korban serangan sekelompok pemuda yang diduga dalam kondisi mabuk.
Peristiwa tersebut terjadi ketika aparat dari Polsek Kaliwungu menerima laporan masyarakat mengenai adanya keributan yang diduga sebagai aksi tawuran di salah satu ruas jalan wilayah Kaliwungu.
Menindaklanjuti laporan warga, petugas patroli yang dipimpin Kapolsek Kaliwungu segera menuju lokasi kejadian untuk membubarkan kerumunan pemuda tersebut.
Namun saat petugas tiba di lokasi, situasi justru memanas.
Sejumlah pemuda yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras menolak dibubarkan dan malah melakukan perlawanan terhadap aparat kepolisian.
Dalam kericuhan tersebut, Kapolsek Kaliwungu bersama beberapa anggota sempat menjadi sasaran pengeroyokan oleh puluhan pemuda.
Mereka menyerang petugas yang berupaya mengendalikan situasi dan menghentikan aksi tawuran.
Meski sempat terjadi perlawanan, aparat kepolisian akhirnya berhasil menguasai keadaan.
Petugas kemudian mengamankan beberapa pemuda yang terlibat dalam kericuhan tersebut.
Belasan pemuda yang diduga terlibat dalam aksi tawuran dan pengeroyokan itu selanjutnya dibawa ke kantor Polsek Kaliwungu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga masih melakukan pendalaman terkait penyebab tawuran serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam insiden tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak terlibat dalam aksi tawuran maupun kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar agar dapat segera ditangani. **
(Zha)
























