Usai Diberitakan, Petugas Tebang Pohon Tua di Bluto

- Redaksi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Sumenep — Pohon berukuran besar di tepi jalan Nasional, Desa Bluto, Sumenep, Jawa Timur akhirnya ditebang. Pohon yang dinilai rawan tumbang menyebabkan warga khawatir, apalagi dikala musim penghujan yang disertai angin kencang.

Penebangan dilakukan oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan dibantu oleh personel TNI. Selain itu juga tampak sejumlah warga ikut membantu petugas.

Petugas melakukan penebangan dengan memulai pemotongan ranting yang dinilai membahayakan. “Pagi ini petugas melakukan penebangan,” kata Hendra Jovi Putra, Sekretaris Desa Bluto pada media ini.

Terdapat lima pohon yang dilakukan penebangan dan usianya sudah tua. “Hari ini ada 5 pohon yang ditebang, semuanya atas usulan warga karena dikhawatirkan roboh hingga ada korban,” jelas dia.

Jovi mengaku tidak ada ritual khusus sebelum melakuman penebangan meski lokasinya berada di dekat pemakaman umum.

“Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah dan juga anggota TNI, karena cukup cepat merespon keluhan warga disini,” ungkap dia.

“Kami juga mohon maaf kepada pengguna jalan karena akibat pekerjaan ini perjalanan menjadi terganggu. Ini semua kami lakukan demi keselamatan bersama,” ujar Jovi.

Baca Juga :  Sinergi dan Aksi Nyata Ditlantas Polda Riau: Urai Kemacetan, Edukasi Kamseltibcarlantas dan Green Policing

Untuk diketahui, penebangan lima pohon yang menyebabkan warga khawatir dilakukan sehari pasca diberitakan media ini. Sebelumnya pihak Desa Bluto telah melayangkan surat kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, namun DLH berdalih tidak bisa melakukan penebangan karena posisi pohon berada di tepi jalan Nasional.

Saat itu petugas DLH menyarankan untuk koordinasi dengan PUPR. Hanya saja kata dia PUPR hanya bisa memberikan izin penebangan, sementara yang melakukan penebangan nantinya petugas dari DLH.

“Alasan PUPR karena keterbatasan alat, sehingga tetap DLH yang melakukan penebangan. Ini yang membuat kami bingung,” kata Jovi. (Ions)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maling Toko Kelontong di Mojokerto Tepati Janjinya Kembalikan Uang yang Dicuri dan Temui Korban Minta Maaf
Terdesak Biaya Sekolah Anak, Maling Toko Kelontong di Mojokerto Tinggalkan Surat Permintaan Maaf
INDODAX Raih Dua Penghargaan dari CFX, Perkuat Komitmen Edukasi dan Pertumbuhan Industri Kripto Nasional
INDODAX Gandeng Chainalysis untuk Memperkuat Standar Keamanan dan Kepatuhan Industri Kripto Indonesia
IAS Hospitality dan INDODAX Jalin Kemitraan Strategis untuk Menghadirkan Privilege Airport Lounge bagi Member
Jalan Rusak, Anggaran Fantastis: Kepala BPJN Sumbar Bungkam Saat Dicecar 15 Pertanyaan
GMNI Sumenep Desak DPMD Audit Dana Ketahanan Pangan 20% Desa, Soroti BUMDes Meddelan
PPI Geruduk DPRD Sumenep, Desak BK Tindak Anggota Dewan yang Diduga Tak Aktif Setahun

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:58 WIB

Maling Toko Kelontong di Mojokerto Tepati Janjinya Kembalikan Uang yang Dicuri dan Temui Korban Minta Maaf

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:52 WIB

Terdesak Biaya Sekolah Anak, Maling Toko Kelontong di Mojokerto Tinggalkan Surat Permintaan Maaf

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:56 WIB

INDODAX Raih Dua Penghargaan dari CFX, Perkuat Komitmen Edukasi dan Pertumbuhan Industri Kripto Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:10 WIB

INDODAX Gandeng Chainalysis untuk Memperkuat Standar Keamanan dan Kepatuhan Industri Kripto Indonesia

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:58 WIB

IAS Hospitality dan INDODAX Jalin Kemitraan Strategis untuk Menghadirkan Privilege Airport Lounge bagi Member

Berita Terbaru