Kecewa Terhadap Kadis Kesehatan P2KB Sumenep, Keluarga Pasien H Minta Kapus Bluto dan yang Terlibat Dipecat

- Redaksi

Jumat, 28 November 2025 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || SUMENEP — Keluarga pasien yang meninggal dunia secara tidak wajar di Puskesmas Bluto, Sumenep, Jawa Timur melakukan audiensi di Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Jumat, 28 November 2025.

Mereka ditemui oleh Kepala Bidang Pelayanan Dinkes P2KB yang didampingi oleh dua rekan satu dinas.

Awalnya, audiensi yang didampingi oleh LBH Taretan Legal Justitia berjalan lancar. Diskusi sempat berjalan lancar dan adu argumen dan data antara peserta audiensi dengan pihak Dinkes P2KB.

Namun, ditengah diskusi terdapat beberapa pendapat yang bertolak belakang dengan peserta audiensi dan mengundang emosi peserta.

Emosi itu salah satunya mereka merasa kurang puas dan merasa tidak dihormati karena tidak ditemuai langsung Kepala Dinkes P2KB. Sehingga mereka memutuskan walk out.

“Pecat Kapus (kepala puskesmas Bluto) dan semua yang terlibat,” teriak peserta audiensi sambil meninggalkan ruangan.

Direktur LBH Taretan Legal Justitia Zainorrozi mengatakan, audiensi ini dilakukan untuk mencari kejelasan terkait proses meninggalnya pasien berinisial H.

“Namun karena tidak ditemui Kepala Dinas keluarga merasa kecewa. Makanya mereka memilih WO,” jelasnya.

Baca Juga :  Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah

Kabid Pelayanan Siti Khairiyah mengatakan, hasil investigasi yang dilakukan jika penanganan pasien yang meninggal dunia di Puskesmas Bluto telah sesuai standard operasional (SOP).

“Disana sudah dilakukan respon time saat di IGD, artinya pasien sudah dilayani oleh petugas tidak kurang dari 5 menit,” jelas dia.

Mengenai tuntutan agar Kepala Puskesmas Bluto dan petugas yang terlibat dalam penanganan pasien yang meninggal diminta untuk dipecat, pihaknya mengaku diluar kewenangan dirinya. “Ada proses, karena kami PNS,” jelas dia.

Untuk diketahui, salah satu pasien Puskesmas Bluto berinisial H meninggal dunia, Senin, 24 November 2025. Keluarga korban menduga kematian itu akibat kelalaian petugas Puksesmas. Salah satunya adanya dugaan tabung oksigen kosong saat dilakukan tindakan medis, dan keterlambatan saat proses rujukan. (Ions)

Baca Juga :  Debit Air Mulai Normal, PLTA Koto Panjang Kurangi Bukaan Spillway Gate jadi 40 cm

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati HUT Ke-1 di Karo, Brigif TP 37/HS Perkuat Sinergi Teritorial dan Ketahanan Nasional
‘Gerakan Langit Biru’ Demokrat Sumenep: Turun ke Sungai, Sapa Warga Lewat Layanan Gratis
Viral! Sebut Mahasiswa ‘Monyet’, Pengawal Gubernur Maluku Akhirnya Sampaikan Permintaan Maaf
HUT ke-81 RI, Pemkab Belitung Gelar Upacara Tanpa Tenda Pejabat
Ibu Korban Keracunan MBG di Berastagi Marah kepada Kepala BGN: Maaf Bapak Tak Merubah Keadaan
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong, Tak Berpotensi Tsunami
Breaking News! Gempa M 6,4 Guncang Simalungun, Dirasakan di Sejumlah Wilayah Sumatra Utara
Usai Mediasi dengan Kapolda, Massa Bergerak ke DPRA dan Kantor Gubernur Aceh

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Peringati HUT Ke-1 di Karo, Brigif TP 37/HS Perkuat Sinergi Teritorial dan Ketahanan Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:42 WIB

‘Gerakan Langit Biru’ Demokrat Sumenep: Turun ke Sungai, Sapa Warga Lewat Layanan Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Viral! Sebut Mahasiswa ‘Monyet’, Pengawal Gubernur Maluku Akhirnya Sampaikan Permintaan Maaf

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:08 WIB

HUT ke-81 RI, Pemkab Belitung Gelar Upacara Tanpa Tenda Pejabat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Ibu Korban Keracunan MBG di Berastagi Marah kepada Kepala BGN: Maaf Bapak Tak Merubah Keadaan

Berita Terbaru