SPMB Riau 2025 Banyak Dikeluhkan Orang Tua, LIRA: Hak Anak Tempatan Harus Mendapatkan Akses di Sekolah Negeri

- Redaksi

Jumat, 4 Juli 2025 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) Tahun 2025 menuai banyak keluhan dari para orang tua calon siswa di sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru, Riau, termasuk di Kelurahan Sialangmunggu.

Banyak anak-anak yang tinggal di sekitar sekolah justru tidak diterima di sekolah-sekolah negeri terdekat, akibat dari sistem seleksi yang dinilai tidak berpihak pada anak-anak tempatan.

Walikota DPD LIRA Kota Pekanbaru, Agus Eko S, yang juga menjabat sebagai Ketua LPM Kelurahan Sialangmunggu, menyampaikan keluhan ini saat audiensi bersama Ombudsman RI Perwakilan Riau, Selasa, (1/7/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Audiensi ini turut dihadiri oleh Ketua Forum RT/RW, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga yang anak-anaknya terdampak kebijakan SPMB 2025.

Menurut Agus Eko S, sistem seleksi yang diterapkan saat ini masih mengandung banyak kelemahan. Salah satunya, Jalur Domisili yang seharusnya memberikan prioritas kepada anak-anak yang tinggal dekat sekolah, justru tidak sepenuhnya dijalankan secara adil.

Baca Juga :  Lapas Narkotika Rumbai Terus Lakukan Razia Sinergis Dengan TNI-Polri

Banyak siswa dalam radius sangat dekat bahkan kurang dari 1 kilometer dari sekolah tidak mendapatkan tempat belajar di sekolah-sekolah negeri di kelurahannya sendiri.

“Sistem sekarang seolah-olah tidak menjamin hak pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di sekitar sekolah. Padahal, tujuan sekolah dibangun di suatu wilayah adalah untuk memberikan akses pendidikan yang layak, dekat, dan terjangkau kepada masyarakat sekitar,” ujarnya, Jum’at (4/7).

Ditambahkanya, Agus mengusulkan agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen Dikdasmen mengevaluasi sistem SPMB dan Domisili yang berlaku. Mereka mengusulkan skema seleksi yang lebih adil, yakni:

Baca Juga :  Dalam Rangka HBP ke-61, Lapas Pekanbaru Gelar Lomba Karoeke

– Minimal 50% daya tampung sekolah dialokasikan khusus bagi anak-anak yang berdomisili dalam radius tertentu (misalnya 1 km) dari sekolah.

– Sisanya dibuka melalui jalur prestasi dan perangkingan nilai, agar siswa dari luar wilayah tetap bisa bersaing secara adil berdasarkan kemampuan akademik maupun prestasi khusus.

Skema ini dianggap mampu menjaga mutu pendidikan sekaligus menjamin akses anak-anak tempatan terhadap fasilitas pendidikan negeri, terutama di wilayah padat penduduk yang hanya memiliki satu sekolah dengan jumlah rombongan belajar (rombel) terbatas.

“Jangan sampai anak-anak di kampung sendiri justru terpinggirkan, sementara anak dari wilayah lain bisa diterima hanya karena nilai tinggi. Sistem ini harus adil dan berpihak kepada semua, terutama anak-anak yang punya hak atas sekolah di lingkungannya.

Baca Juga :  Antisipasi Gangguan Kamtib, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Rutin Pada Blok Hunian

“Dinas Pendidikan Provinsi Riau harus lebih serius dalam menyikapi persoalan penerimaan siswa baru tahun 2025 ini. Banyak anak-anak tempatan di berbagai wilayah di Kota Pekanbaru yang tidak diterima di sekolah negeri di lingkungannya sendiri akibat lemahnya implementasi sistem Domisili SPMB 2025 dan ketimpangan daya tampung sekolah,” ucapnya

“Kami mendesak Gubernur Riau Abdul Wahid untuk segera turun tangan menyelesaikan permasalahan ini. Jangan biarkan ketidakadilan dalam sistem SPMB ini terus berulang setiap tahun dan merugikan anak-anak Riau yang seharusnya mendapatkan hak pendidikan yang layak di dekat tempat tinggalnya. Pendidikan adalah hak dasar warga, dan negara wajib menjaminnya tanpa diskriminasi jarak atau kuota.” tutup Agus Eko. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masih Ada 11.856 Ijazah SMA/SMK Negeri Tersimpan di Sekolah, Disdik Riau Imbau Alumni Ambil Ijazah, Gratis!
Keselamatan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Ditlantas Polda Riau Bahas Portal Pembatas Truk di Air Molek
Kapolda Riau Apresiasi Kinerja Personel Ditlantas, 8 Anggota Terima Penghargaan
KPK Periksa SF Hariyanto Terkait Temuan Uang saat Penggeledahan di Rumah Pribadi dan Rumah Dinas
Perketat Pengawasan, Lapas Narkotika Rumbai Intensifkan Razia Blok Hunian Demi Wujudkan Zero Halinar
Bhabinkamtibmas Lubuk Dalam Kawal Ketahanan Pangan Bersama Kelompok Tani
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Kampung Sialang Palas Manfaatkan Lahan TPU Jadi Kebun Jagung
Penyambungan Tol Permai–Tol Lingkar Pekanbaru Dimatangkan, Ditlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:02 WIB

Masih Ada 11.856 Ijazah SMA/SMK Negeri Tersimpan di Sekolah, Disdik Riau Imbau Alumni Ambil Ijazah, Gratis!

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:23 WIB

Keselamatan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Ditlantas Polda Riau Bahas Portal Pembatas Truk di Air Molek

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:25 WIB

Kapolda Riau Apresiasi Kinerja Personel Ditlantas, 8 Anggota Terima Penghargaan

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:39 WIB

KPK Periksa SF Hariyanto Terkait Temuan Uang saat Penggeledahan di Rumah Pribadi dan Rumah Dinas

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:33 WIB

Perketat Pengawasan, Lapas Narkotika Rumbai Intensifkan Razia Blok Hunian Demi Wujudkan Zero Halinar

Berita Terbaru