Pekanbaru Disebut Kota Intoleran, Zulkardi: Saya Protes dan Akan Tuntut Lembaga Riset SETARA Institute

- Redaksi

Minggu, 1 Juni 2025 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulkardi

Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulkardi

SUARANEWS86.COM || Lembaga riset SETARA Institute merilis daftar 10 kota dengan skor Indeks Kota Toleran (IKT) terendah berdasarkan pengamatan selama tahun 2024.

Dalam daftar tersebut, termasuk Kota Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau, yang menempati urutan kelima.

Rilis yang dikeluarkan SETARA Institut ini, ditanggapi oleh Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulkardi yang mempertanyakan hasil pengamatan SETARA Institut tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya langsung terkejut pas baca berita itu ada nama Kota Pekanbaru di dalam daftar. Pekanbaru masuk kota intoleran? Mengada-ada ini SETARA Institut,” ujar Zulkardi, Sabtu (31/5/2025).

Baca Juga :  Danrem031/Wira Bima Hadiri Apel Kesiapsiagaan Jambore Karhutla Tahun 2025

Dia mempertanyakan dasar dan metodologi riset yang dilakukan oleh SETARA Institute, sehingga Pekanbaru dinyatakan memiliki skor toleransi yang rendah.

“Kita minta mereka harus ada dasar dan kajiannya mengapa Pekanbaru masuk dalam hasil risetnya. Saya menyatakan protes, saya tidak terima. Kalau mereka tidak bisa menjabarkan, kita akan tuntut. Dengan adanya berita seperti ini bisa menimbulkan kegaduhan di Pekanbaru,” tegas Zulkardi dilansir dari Datariau.

Zulkardi menegaskan lagi, bahwa selama ini kehidupan masyarakat di Pekanbaru berlangsung secara damai dan harmonis, terutama dalam konteks keberagaman agama maupun suku.

Baca Juga :  Pesantren Kilat Ramadhan Resmi Dibuka, 100 Warga Binaan Lapas Pekanbaru Antusias Ambil Bagian

Menurutnya, hasil survei seperti ini perlu dikaji secara lebih mendalam, agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

“Asal mereka tahu, Kota Pekanbaru ini negeri Melayu. Orang Melayu toleransinya tinggi. Di Pekanbaru ini hampir semua agama dan suku ada. Selama ini kita kan damai-damai saja, tidak ada permasalahan. Kalau intoleran, tentu banyak terjadi kegaduhan. Tapi selama hidup masyarakat Pekanbaru damai dan tenteram. Kok bisa hasil dari survei mereka masuk ke dalam 10 daftar itu. Mereka turun ke lapangan gak melakukan riset. Tak betul ini data yang mereka keluarkan,” ucap Zulkardi dengan nada kesal.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

36 Tahun Mengabdi, Sahid Suwarno Pensiun Bukan Berarti Berhenti Mengabdi: Pendidikan Karakter Tetap Harga Mati!
Hari ke 6 Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Satgas Preventif Kedepankan Edukasi Humanis di Pasar Sail
Segera Diresmikan, Pemko Ubah Kawasan Kumuh Dibawah Jembatan Siak I Jadi Ruang Publik Modern
Mantan Bupati Siak Arwin AS Wafat, Afni Zulkifli: Saya Seperti Anak Kehilangan Bapak
Puluhan Pengemudi Segel Kantor Maxim Pekanbaru, Tolak Program Berbayar
Mulai 1 November, RS Awal Bros Hangtuah Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan
Perbaikan dan Pemeliharaan Jembatan Siak III Akan Segera Dimulai, Arus Lalin Akan Dialihkan ke Jembatan Siak I
Pohon Tumbang di Jalan Sudirman Timpa Innova, DLHK Pekanbaru Temukan Akar Bekas Dibakar

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 11:10 WIB

36 Tahun Mengabdi, Sahid Suwarno Pensiun Bukan Berarti Berhenti Mengabdi: Pendidikan Karakter Tetap Harga Mati!

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Hari ke 6 Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Satgas Preventif Kedepankan Edukasi Humanis di Pasar Sail

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Segera Diresmikan, Pemko Ubah Kawasan Kumuh Dibawah Jembatan Siak I Jadi Ruang Publik Modern

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Mantan Bupati Siak Arwin AS Wafat, Afni Zulkifli: Saya Seperti Anak Kehilangan Bapak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Puluhan Pengemudi Segel Kantor Maxim Pekanbaru, Tolak Program Berbayar

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page