Pasien Meninggal Dunia Setelah Menunggu Rujukan, Keluarga Pasien Kecam Pelayanan Puskesmas Bluto

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || SUMENEP — Pelayanan Puskesmas Bluto, Kecamatan Bluto, Sumenep, Jawa Timur mendapatkan kecaman dari keluarga pasien. Sebab, pelayanan yang diberikan dinilai buruk sehingga menyebabkan pasien berinisal H meninggal dunia.

Keluarga pasien menduga kematian pasien asal Desa Bluto itu akibat kelalaian petugas Puksesmas. “Dugaan sementara kelalalain pihak puskesmas. Kami sangat kecewa atas pelayanan di Puskesmas Bluto,” kata keluarga pasien Hariyono.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menceritakan, awalnya pasien masuk Puskesmas pada Senin 24 November 2025 pagi. Hasil pemeriksaan sementara, H dikatakan mengidap penyakit kencing manis. Setelah dilakukan pemeriksaan ulang pasien juga divonis mengidap penyakit lambung dan paru-paru.

Baca Juga :  Ciptakan Situasi Kamtibmas Yang Aman, Polres Bengkalis Laksanakan Patroli Gabungan TIM RAGA

Sehingga petugas puskesmas saat itu memutuskan untuk merujuk pasien ke rumah sakit sekitar pukul 08.00 Wib dan keluarga pasien telah menyetujui. Namun, keputusan tersebut tidak segera dilakukan hingga sekitar pukul 12.00 Wib pasien meninggal dunia di Puskesmas Bluto.

“Yang kami kesal pasien ini tidak segera dirujuk, petugas puskesmas selalu memberikan alasan yang tidak jelas. Jika cuma persoalan adminitrasi, kan bisa menyusul karena ini berkaitan dengan keselamatan pasien,” ungkap dia.

Bahkan kata dia, saat pasien merasa sesak petugas dinilai lambat melakukan penanganan. “Bahkan saat dipasang ogsigen tabungnya diduga kosong. Karena saat dipasang tidak ada reaksi apapun. Makanya kami nilai itu tabung ogsigennya kosong,” tegasnya.

Baca Juga :  Intensifkan Keamanan Wilayah Koramil 14/Panongan Patroli Malam

Sementara Kepala Puskesmas Bluto dr. Rifmi Utami mengatakan jika pasien sudah mendapatkan penanganan sesuai standar dalam fase observasi pra-rujukan, termasuk pemasangan infus, pemberian oksigen, serta obat emergensi untuk keluhan nyeri dada.

“Tim medis telah melakukan upaya stabilisasi seoptimal mungkin sambil menyiapkan proses rujukan ke fasilitas yang lebih lengkap (dalam hal ini, juga ada satu kasus emergency yang sedang dirujuk),” katanya sebagaiman keterangan tertulis yang deterima media ini

Namun, sambung dia kondisi pasien mengalami perburukan yang tidak dapat dipertahankan meskipun intervensi medis sudah diberikan dalam upaya stabilisasi pra rujukan.

Baca Juga :  Prabowo Lantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB Gantikan Letjen TNI Suharyanto

“Saat ini kami menghormati penuh perasaan keluarga, kami sampaikan belasungkawa, karena upaya kami tidak membuahkan hasil. Semoga Almarhumah husnul khotimah,” jelas dua dengan dibubuhkan emoji tangan berdoa. (Rls)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Lantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB Gantikan Letjen TNI Suharyanto
KPK OTT Pejabat BNPB, 14 Orang Diamankan Termasuk Sekretaris Utama
Diduga usai Diberi Telur Mentah oleh Neneknya, Bayi 28 Hari di Surabaya Meninggal Dunia
Kebakaran Lahan di Bangka Selatan Hanguskan 500 Rumah, 2.000 Jiwa Terdampak
Letjen TNI Iwan Setiawan Jabat Pangkostrad Gantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar
Polri Resmi Ubah Tagline dari “Presisi” Menjadi “Polisi Bersama Masyarakat”
Resmi Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Herry Heryawan Naik Pangkat Jadi Komjen
Kapolri Pimpin Sertijab dan Pelantikan Sejumlah Kapolda Malam Ini

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Prabowo Lantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB Gantikan Letjen TNI Suharyanto

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:16 WIB

KPK OTT Pejabat BNPB, 14 Orang Diamankan Termasuk Sekretaris Utama

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Diduga usai Diberi Telur Mentah oleh Neneknya, Bayi 28 Hari di Surabaya Meninggal Dunia

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Kebakaran Lahan di Bangka Selatan Hanguskan 500 Rumah, 2.000 Jiwa Terdampak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Letjen TNI Iwan Setiawan Jabat Pangkostrad Gantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page