MC LCC 4 Pilar MPR di Kalbar Minta Maaf soal Perkataan ‘Mungkin Hanya Perasaan Adik-adik Saja’

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Master of Ceremony (MC) Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar yang diadakan MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Shindy Lutfiana, menyampaikan permohonan maaf.

Permintaan maaf itu disampaikan melalui unggahannya di Instagram pribadi @shindy_mcwedding.

“Melalui unggahan ini, saya Shindy Lutfiana selaku MC pada kegiatan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan pada tanggal 09 Mei 2026,” tulis Shindy.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mohon izin untuk menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan saya yang beredar luas di media sosial saat pelaksanaan “Babak Final” berlangsung,” lanjutnya.

Baca Juga :  Kapolres Sumenep Ucapkan Selamat Hari Bidan Nasional 2025: “Terima Kasih Telah Mengabdi untuk Ibu Indonesia”

Ia juga menyampaikan permintaan maaf terutama saat mengatakan “mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,” saat acara cerdas cermat itu berlangsung.

“Seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut,” ujarnya.

Shindy mengaku menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak.

Khususnya adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping/pembimbing dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta seluruh masyarakat terutama masyarakat Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti dan memberikan perhatian terhadap kegiatan ini.

“Atas kejadian tersebut, dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa kecewa, tersakiti, maupun terdampak oleh ucapan-ucapan saya,” ucapnya.

Baca Juga :  Perempuan Berdaya dan Berkarya, Petugas Wanita Jadi Simbol Peringatan Hari Ibu ke-97 di Lapas Pekanbaru

Ia mengatakan, dari peristiwa tersebut menjadi pembelajaran yang sangat berharga baginya untuk lebih berhati-hati, bijaksana, serta lebih cermat dalam memilih dan menggunakan diksi ketika menjalankan tugas di ruang publik.

“Besar harapan saya, permohonan maaf saya ini dapat diterima, dan saya berkomitmen untuk menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi terhadap diri saya, agar dapat bersikap lebih baik dan bijak ke depannya,” kata dia.

Polemik bermula dari penilaian jawaban peserta dalam salah satu sesi lomba yang digelar pada 9 Mei 2026.

Publik menyorot juri yang menyatakan jawaban regu C dari SMAN 1 Pontianak salah, sehingga mendapat nilai minus.

Baca Juga :  Pasar Kripto Konsolidasi Pasca Kebijakan The Fed dan Pertemuan Trump - Xi Jinping

Namun, jawaban yang sama dari tim lain justru dinilai benar dan mendapat poin penuh.

Adapun dua juri dalam lomba tersebut adalah Dyastasita Widya Budi dan Indri Wahyuni. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT. Galaksi Yakusa Pers Layangkan Surat Keberatan Terbuka ke UNIBA
Komnas Perempuan: Kasus Penyekapan dan Penganiayaan YTR Belum Bisa Disebut Penyiksaan
Waspada CS Palsu! INDODAX Ingatkan Pengguna Bahaya Phishing dan Social Engineering di Era AI
Tahan Rapor Siswa SD di Baubau Sebagai Jaminan Utang Orang Tua, Istri Polisi Dilaporkan
TOPAN RI Tantang Kejari Padang Panjang: Jangan Biarkan Proyek Jalan Rp1,6 Miliar Jadi Skandal Tanpa Tersangka
Taufik Hidayat Pelaku Penyekap dan Penganiaya Wanita di Bandung Akan Ditahan di Sel Khusus
DePA-RI Desak Revisi UU Advokat, Berorientasi pada Kualitas Profesi dan Kepentingan Pencari Keadilan
Breaking News! Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penyekap dan Penganiayaan Wanita di Bandung

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:22 WIB

PT. Galaksi Yakusa Pers Layangkan Surat Keberatan Terbuka ke UNIBA

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:30 WIB

Komnas Perempuan: Kasus Penyekapan dan Penganiayaan YTR Belum Bisa Disebut Penyiksaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:13 WIB

Waspada CS Palsu! INDODAX Ingatkan Pengguna Bahaya Phishing dan Social Engineering di Era AI

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:24 WIB

Tahan Rapor Siswa SD di Baubau Sebagai Jaminan Utang Orang Tua, Istri Polisi Dilaporkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:58 WIB

TOPAN RI Tantang Kejari Padang Panjang: Jangan Biarkan Proyek Jalan Rp1,6 Miliar Jadi Skandal Tanpa Tersangka

Berita Terbaru

Pekanbaru

SPMB 2026 Membludak, SMAN 4 Pekanbaru Jadi Rebutan Calon Siswa

Sabtu, 27 Jun 2026 - 20:09 WIB