Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi Chromebook, Negara Rugi Rp1,98 Triliun

- Redaksi

Rabu, 16 Juli 2025 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berupa laptop berbasis Chrome OS (Chromebook) di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Program pengadaan yang berlangsung pada tahun anggaran 2020–2022 itu diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,98 triliun.

“Akibat perbuatan tersebut, negara mengalami kerugian Rp1.980.000.000.000,” ujar Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Abdul Qohar, dalam konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini adalah:

Baca Juga :  Uban Panjaitan Akhirnya Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan di Minas

Sri Wahyuningsih (SW) — Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen tahun 2020–2021.

Mulyatsyah (MUL) — Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020.

Ibrahim Arief (IBAM) — Konsultan perorangan untuk Rancangan Perbaikan Infrastruktur Teknologi Manajemen SDM Sekolah.

Jurist Tan (JT) — Mantan staf khusus Mendikbudristek pada masa kepemimpinan Nadiem Makarim.

Menurut penyidik, keempat tersangka diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan dengan menetapkan spesifikasi teknis yang secara langsung mengarahkan ke satu produk tertentu, yaitu Chrome OS, dalam proyek pengadaan senilai Rp9,3 triliun.

Abdul Qohar mengungkapkan bahwa penggunaan perangkat berbasis Chrome OS tidak mempertimbangkan kondisi geografis dan infrastruktur daerah, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). “Penggunaan Chrome OS banyak kelemahan untuk daerah 3T, sehingga tujuan pengadaan TIK tidak tercapai,” ujarnya.

Baca Juga :  Tabrak Lari di Jalan Parit Indah Pekanbaru! Satu Remaja Tewas, Polisi Buru Pengemudi Mobil

Dalam praktiknya, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak/juknis) diduga disusun untuk mempersempit pilihan penyedia, yang bertentangan dengan prinsip persaingan sehat dalam pengadaan barang dan jasa.

Dua dari empat tersangka, yakni Sri Wahyuningsih dan Mulyatsyah, telah resmi ditahan di Rutan Salemba. Sementara itu, Ibrahim Arief menjalani tahanan kota karena memiliki riwayat penyakit jantung. Tersangka keempat, Jurist Tan, diketahui masih berada di luar negeri dan belum berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Para tersangka dijerat dengan sejumlah regulasi, antara lain:

Pasal 1 ayat 14 jo Pasal 42 ayat 1 jo Pasal 43 ayat 1 UU No. 30 Tahun 2016 tentang Administrasi Pemerintahan,

Baca Juga :  Forum Klarifikasi Pers Ricuh, Ketua PWI Batam Dikeroyok saat Tegaskan Pentingnya Sertifikasi Wartawan

Pasal 131 UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah,

Serta Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Inhu Amankan 4 Sopir dan 8.300 Liter Bio Solar, Dugaan Penyalahgunaan BBM Diselidiki
Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA
Luhut Usul ke Prabowo Kerugian Negara Bukan Tindak Pidana Korupsi
Viral! Aksi Arogan Ajudan Gubernur Kaltim ke Mahasiswa Demo
Warga Limbungan Dibuat Geger! Mayat Pria Paruh Baya Ditemukan Didalam Rumah, Polisi Amankan Anak Kandung
Bareskrim Polri Tangkap Ketua LSM LIRA Kepri Yusril Koto, Diduga Terlibat Pengancaman Pengusaha Lewat Narasi Berita
Posting soal Batam Blackout, Warganet Dipanggil Polda Kepri
TNI Pastikan Tunduk Putusan MK soal Revisi UU Peradilan Militer

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Polres Inhu Amankan 4 Sopir dan 8.300 Liter Bio Solar, Dugaan Penyalahgunaan BBM Diselidiki

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:02 WIB

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Luhut Usul ke Prabowo Kerugian Negara Bukan Tindak Pidana Korupsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Viral! Aksi Arogan Ajudan Gubernur Kaltim ke Mahasiswa Demo

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Warga Limbungan Dibuat Geger! Mayat Pria Paruh Baya Ditemukan Didalam Rumah, Polisi Amankan Anak Kandung

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page