BGN Wajibkan Dapur MBG Serap Sayur dari Binaan Lapas: Menolak, Akan Ditutup

- Redaksi

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur Makan Bergizi Gratis di Purwakarta, Jawa Barat, menyerap sayuran hasil budidaya warga binaan Lapas Kelas II.

Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menegaskan dapur yang menolak akan ditutup.

“Nanti masukkan ke SPPG, Korcam dan juga Korwil sampaikan. Kalau itu dari binaan Lapas harus diterima. Kalau nggak diterima saya tutup dapurnya. Tutup. Enggak ada cerita!” ujar Nanik lewat keterangan pers, Minggu (15/2/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penegasan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan pemberdayaan warga binaan menjadi petani lokal untuk mendukung program MBG di Purwakarta awal pekan ini.

Baca Juga :  Hari Veteran Nasional: Apa dan Siapa Veteran itu?

Nanik berdialog dengan warga binaan yang terlibat berbagai kasus pidana. Ia meminta mereka tidak mengulangi kesalahan dan memanfaatkan pertanian sebagai peluang setelah bebas.

Selain soal penyerapan hasil tanam, BGN juga menekankan pengawasan ketat pelaksanaan MBG di tingkat SPPG.

Kepala SPPG diminta mengawal proses sejak memasak di dapur hingga makanan tiba di sekolah penerima manfaat.

“Kepala SPPG harus mengawasi proses memasak di dapur hingga distribusi. Jangan hanya Pengawas Gizi saja yang anda kerjain, anda suruh dia begadang tiap hari di dapur. Justru Kepala SPPG yang harus mengawasi proses memasak sampai distribusi,” paparnya.

Baca Juga :  Panglima TNI Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-65 Kostrad

Sistem kerja di SPPG telah diatur. Siang hari, pengawas keuangan menyusun laporan belanja harian ke dashboard BGN dan memastikan akuntabilitas pembelian bahan makanan.

Sore hari saat bahan tiba, pengawas keuangan berada di dapur bersama pengawas gizi, asisten lapangan, dan jurutama masak untuk melakukan pengecekan.

Pengawas keuangan memverifikasi harga dan kwitansi. Pengawas gizi memastikan bahan sesuai rencana menu dan menilai kualitas bahan baku bersama tim dapur.

Tahap penerimaan bahan disebut sebagai titik kritis. Bahan yang tidak segar atau berkualitas buruk harus ditolak meski direkomendasikan mitra atau yayasan.

“Kalau dari awal sudah ketahuan kualitasnya jelek, tidak segar, bau, jangan takut untuk menolak. Jangan takut sama mitra. Minta distributor untuk segera mengganti dengan bahan makanan yang baru dan lebih baik kualitasnya. Kalau ada mitra yang mengintervensi, laporkan saya. Akan saya suspend,” kata Nanik.

Baca Juga :  Ketua Komjak Tegaskan Kerja-Kerja Jurnalis Dilindungi UU

Bahan yang dinyatakan layak masuk tahap persiapan. Proses memasak berlangsung tengah malam hingga dini hari. Kepala SPPG mengawasi pemorsian dan distribusi ke sekolah.

Pengawasan berlanjut setelah distribusi. Sekitar pukul 10 pagi, Kepala SPPG diminta mendatangi sekolah untuk meminta umpan balik menu, melakukan edukasi gizi bersama guru, serta memastikan data penerima manfaat akurat. **

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Resmi Tahan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Kasus Kuota Haji
Dari Sungai ke Harapan: Kisah Yamisa, Jembatan Baru, dan Impian Makan Bergizi Gratis
Kasal Terima Kunjungan Tim Red Bull, Bahas Ajang Olahraga Ekstrem Cliff Diving 2026
Kowad Kostrad Tampil Memukau di Hadapan Panglima TNI
Panglima TNI Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-65 Kostrad
Kostrad Pamerkan Seragam Baru Disaat Perayaan HUT ke 65
Tok! Komdigi Resmi Larang Anak Usia Dibawah 16 Tahun Miliki Akun Media Sosial, Termasuk Roblox
Monumen Jenderal Besar TNI (Purn) H.M.Soeharto Diresmikan di Brigif 6 Divif 2 Kostrad

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 01:07 WIB

KPK Resmi Tahan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Kasus Kuota Haji

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:31 WIB

Dari Sungai ke Harapan: Kisah Yamisa, Jembatan Baru, dan Impian Makan Bergizi Gratis

Senin, 9 Maret 2026 - 17:21 WIB

Kasal Terima Kunjungan Tim Red Bull, Bahas Ajang Olahraga Ekstrem Cliff Diving 2026

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:54 WIB

Kowad Kostrad Tampil Memukau di Hadapan Panglima TNI

Minggu, 8 Maret 2026 - 12:31 WIB

Panglima TNI Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-65 Kostrad

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page