SUARANEWS86.COM || PEKANBARU – Hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi I DPRD Kota Pekanbaru terhadap sejumlah lokasi permainan gelanggang (gelper) menuai sorotan dari Barisan Masyarakat Bersih dari Korupsi (BASMI) Riau.
Sidak yang dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar, bersama anggota Komisi I Aidhil Nur Putra, Syafri Syarif, Irman Sasrianto, dan Aidil Amri, serta melibatkan Satpol PP, DPMPTSP dan pihak kepolisian pada Rabu (17/6/2026) lalu, dinilai masih menyisakan sejumlah pertanyaan.
Dalam keterangannya kepada media, Robin Eduar menyebut pihaknya tidak menemukan adanya aktivitas perjudian saat sidak berlangsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena yang beredar selama ini masih berupa dugaan, tentu harus dibuktikan. Saat sidak berlangsung, kami tidak menemukan adanya aktivitas perjudian seperti yang ramai diperbincangkan,” ujar Robin sebagaimana dikutip dari salah satu media online.
Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Ketua BASMI Riau, Fadli. Ia menilai hasil sidak yang tidak menemukan aktivitas perjudian belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Menurut Fadli, metode sidak yang dilakukan secara terbuka dan diketahui banyak pihak berpotensi membuat informasi kegiatan tersebut bocor terlebih dahulu kepada pengelola lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan.
“Jika memang ada komitmen untuk mengungkap dugaan praktik perjudian, sebaiknya dilakukan sidak secara tertutup dan terukur. Bahkan bila diperlukan, aparat maupun pihak terkait dapat melakukan penyamaran untuk memperoleh gambaran kondisi sebenarnya di lapangan,” kata Fadli, Jumat (19/6/2026).
Ia mengaku mengapresiasi langkah DPRD Kota Pekanbaru bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepolisian yang telah turun langsung melakukan pengawasan. Namun demikian, Fadli menegaskan bahwa laporan dan keluhan masyarakat terkait dugaan aktivitas perjudian tidak bisa serta-merta dianggap sebagai isu tanpa dasar.
“Kami mengapresiasi upaya sidak yang dilakukan. Namun jika laporan masyarakat hanya dianggap sekadar isu, tentu kami tidak sependapat. Banyak informasi dan laporan yang selama ini berkembang di tengah masyarakat dan perlu ditindaklanjuti secara serius,” ujarnya.
Ia juga meminta agar upaya pemberantasan praktik perjudian dilakukan secara konsisten, profesional, dan tidak menimbulkan persepsi bahwa persoalan tersebut telah selesai hanya karena tidak ditemukan aktivitas saat sidak berlangsung.
“Kami berharap DPRD, OPD terkait, dan aparat penegak hukum benar-benar melakukan langkah yang tegas dan terukur. Jangan sampai muncul kesan bahwa Kota Pekanbaru sudah bersih dari praktik perjudian hanya berdasarkan hasil sidak sesaat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fadli menyebut dugaan aktivitas perjudian di sejumlah lokasi telah beberapa kali menjadi perhatian masyarakat dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait untuk melakukan pendalaman secara objektif terhadap setiap laporan yang masuk.
BASMI Riau, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan dan investigasi independen terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran atau adanya keterlibatan oknum tertentu, pihaknya mengaku siap menempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami akan terus melakukan investigasi di lapangan. Jika nantinya ditemukan bukti-bukti yang kuat terkait dugaan pelanggaran, tentu akan kami laporkan kepada instansi yang berwenang, termasuk ke tingkat pusat apabila diperlukan,” tutup Fadli.
Ketua komisi I DPRD kota Pekanbaru, Robin Eduar saat dimintai konfirmasi nya melalui pesan WhatsApp terkait hasil dari sidak yang dilakukan di Gelper yang terindikasi menjadi tempat judi beberapa waktu lalu, hingga berita ini diterbitkan Robin Eduar belum memberikan jawaban apapun. (Zha)























