SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 dan SMAN 15 Pekanbaru, Rabu (17/9/2025).
Abdul Wahid menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk memastikan program penyediaan makanan bergizi gratis (MBG) berjalan optimal di seluruh sekolah.
Namun dalam kesempatan tersebut, salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya geram dan marah atas apa yang dilakukan oknum waka kesiswaan terhadap siswa tersebut, kepada media ini ia menyampaikan, “Sebelum Gubri Abdul Wahid datang ke SMAN 5 Pekanbaru, anak-anak sudah di kondisikan untuk menunggu di lapangan dan ada yang di dalam kelas. Siswa yang di lapangan di suruh memakai baju olahraga,” sebutnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anak-anak yang tidak memakai baju olahraga dikumpulkan khusus kemudian rambutnya di colak atau dipangkas paksa oleh guru. Karena banyak yang tidak mau, mereka lari kabur dan di teriakan maling diduga oleh Waka kesiswaan pak yoyok.
Disaat mereka kabur, akhirnya tertangkap juga oleh guru. Sepatunya di copot dan di buang ke parit besar di samping sekolah dan kemudian mereka di kumpulkan diruangan wakil sambil di bilang Anjing oleh Waka kesiswaan dan diberi sanksi skorsing selama 3 hari tidak boleh masuk sekolah,” katanya.
Atas perbuatan yang dilakukan oknum waka kesiswaan SMAN 5 Pekanbaru ini diduga melanggar UU no 35 THN 2014 pasal 76 a dan 77 a) dan PP no 74 th 2008 pasal 39 ayat 2.
Selanjutnya, Ada orang tua yang datang ke sekolah meminta sepatu anaknya untuk di ganti. Dikatakan Waka kesiswaan, dia mau mengganti tapi dengan syarat anaknya harus berhenti, ini merupakan sifat arogan seorang pemimpin.
Menanggapi hal itu, Ketua Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan Riau, Arman angkat bicara, dikatakannya, “perbuatan yang diduga dilakukan oknum waka kesiswaan itu sudah sangat keterlalua,” ujarnya kesal.
“Bagi saya, hal itu tidak bisa ditolerir lagi, sebagai waka kesiswaan SMAN 5 Pekanbaru meneriaki siswa “Maling” dan menyebut kata “An**ng” Itu sudah sangat keterlaluan,” sebutnya geram saat berada di Kejati Riau.
“Lanjutnya, hal ini akan kita lanjutkan ke Kepala Disdik Riau dan Gubernur Riau, untuk segera menonaktifkan waka kesiswaan atas nama pak Yoyok tersebut, agar menjadi pelajaran bagi seluruh para pendidik khususnya di Provinsi Riau ini,” sebutnya.
Saat dikonfirmasi media ini, Waka Kesiswaan, Yoyok mengatakan udah diselesaikan persoalan ini kepada orang tua siswa, dan mempersilahkan untuk menayangkan pemberitaan.
Ketua Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan Riau, Arman menabahkan, “secara teknis sudah diselesaikan persoalan tersebut dengan orang tua siswa, secara moral hal ini tidak bisa di biarkan, bagi saya itu perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik terhadap siswanya,” tutup Arman.
Saat mengunjungi SMAN 5 Pekanbaru, kepada media ini, kepala SMAN 5 Pekanbaru, H. Zahar M.Pd sangat menyayangkan atas kejadian tersebut.
“Atas kejadian yang terjadi belakangan ini, saya selaku kepala sekolah sangat menyayangkan kejadian tersebut dan berharap tidak ada kejadian serupa terjadi kedepannya,” sebut Zahar. (22/9/25).
“Untuk itu secara tegas yang bersangkutan telah saya tegur dan beri peringatan untuk tidak melakukan hal yang sama kedepannya,” tegasnya.
Selanjutnya, untuk hal ini yang bersangkutan telah berdamai dan juga saling memaafkan, untuk siswa yang sepatunya dibuang dan jika minta ganti disuruh pindah sekolah, saya tegaskan itu tidak ada, anak didik tersebut tetap bersekolah seperti biasanya,” tutupnya. (Fa)
























