Ketua KNPI Riau Meminta Kapolda Metro Jaya Segera Bebaskan Mahasiswa UNRI yang saat ini Ditangkap

- Redaksi

Minggu, 31 Agustus 2025 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KNPI Riau, Larshen Yunus

Ketua KNPI Riau, Larshen Yunus

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Mantan Presiden Mahasiswa (PRESMA) Sosialis Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau ikut menegaskan, agar Kapolda Metro Jaya, Kakanda Kami: Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Asep Edi Suheri untuk Segera Membebaskan Mahasiswa Universitas Riau (Unri) yang saat ini di Tangkap atas Kasus yang kabarnya terkait dengan unsur Undang-Undang (UU) ITE.

Menurut Aktivis HAM Larshen Yunus, penangkapan Mahasiswa Riau itu tidak Substantif ditengah kondisi bangsa yang belum Kondusif seperti saat ini, yang penuh dengan Kekisruhan!!! Aksi Unjuk Rasa ataupun Demonstrasi dimana-mana terjadi dan itu faktanya dipicu karena ulah dari beberapa Personil Anggota Brimob Polda Metro Jaya yang terbukti melanggar (menggilas) sampai Tewas seorang Pengemudi (Driver) Ojek Online (Ojol), hingga akhirnya 1 orang meninggal dunia di Gilas dan 1 orang sampai saat ini mengalami kondisi yang sangat kritis.

Baca Juga :  Berenang di Kolam Bekas Galian Green City, Warga Pekanbaru Tenggelam dan Ditemukan Tewas oleh Tim SAR

“Apalagi baru-baru ini khalayak umum disuguhkan tentang Peristiwa di Lindasnya (ditabraknya) Pengemudi Ojek Online (Ojol) oleh 7 (tujuh) orang Personil Brimob Polda Metro Jaya,” ujar Ketua KNPI Provinsi Riau Larshen Yunus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mantan Presiden Mahasiswa itu katakan, bahwa pihaknya sangat murka dengan sikap Polisi di Polda Metro Jaya yang justru membuat suasana menjadi keruh dengan adanya Penangkapan Mahasiswa Riau seperti itu. Pola-pola senyap seperti masa orde baru yang justru sangat mengancam semangat Demokrasi di Republik ini.

“Kalau memang benar penangkapan itu soal Kasus pelanggaran UU ITE, maka alangkah lebih bijaksananya Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya segera Melepaskan Adinda kami tersebut. Polisi itu sahabatnya Kalangan Aktivis,” tutur Larshen Yunus, dengan nada optimis.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua KNPI Riau itu berkali-kali katakan, bahwa Polisi jangan Represif dengan aksi yang dilakukan oleh kalangan Aktivis Mahasiswa, karena pada prinsipnya yang dilakukan mereka untuk kepentingan Rakyat, bukan pribadi semata.

Baca Juga :  Anggota DPD RI Muhammad Mursyid Kunjungi LAMR, Siap Dukung Daerah Istimewa Riau

Mahasiswa Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Riau (UNRI) Khariq Anhar ditangkap Aparat Polisi dari Polda Metro Jaya, Penangkapan itu dilakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, di Tangerang Banten, pada hari Jum’at yang lalu (29/8/2025).

“Penangkapan itu diduga kuat berkaitan dengan tudingan atas Pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” tutur Ketua KNPI Provinsi Riau, Larshen Yunus seraya meneteskan air matanya.

Sebelum ditangkap!!! Khariq Anhar sempat menghadiri kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian Indonesia (IBEMPI) di Kota Bandung pada tanggal 23 sampai 27 Agustus 2025. Mahasiswa UNRI itu dikenal aktif menyuarakan Kritik Sosial dan Politik, termasuk melalui Media Sosial (Medsos).

Dalam unggahan terbarunya di Instagram (IG), Khariq Anhar menyoroti kasus meninggalnya seorang pengemudi Ojek Online (Ojol) yang Tewas dilindas mobil polisi, milik Sat Brimob Polda Metro Jaya.

Baca Juga :  Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kerahkan Ratusan Prajurit Bersihkan 2 Fasilitas Publik di Pekanbaru

Hingga berita ini diterbitkan, Sabtu, 30 Agustus 2025 Polda Metro Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penangkapan Aktivis Universitas Riau Khariq Anhar.

“Tolong Kami Pak Presiden RI, tegur dulu Kapolda Metro Jaya itu, bila perlu sekalian sama bapak Kapolri. Tindakan Represif sangat tidak dibenarkan. Mestinya kalau memang benar tuduhan itu, Polisi di Polda Metro Jaya dapat mengedepankan semangat PRESISI yang benar, mengutamakan pendekatan RJ, Restoratif Justice, jangan justru seperti Koboy yang diam-diam menangkap seorang Aktivis Mahasiswa ditengah kondusifitas di dalam negeri yang belum juga stabil!!!,” ungkap Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, Alumni dari Kampus Universitas Riau dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu. (Rls/Fa)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Listrik Padam, Warga Pekanbaru kini Bisa Lapor ke 112
Atasi Kelangkaan BBM Jenis Solar, Edy Natar Usul Segera Bentuk Satgas Mafia Solar di Riau
Wali Kota Pekanbaru Tegaskan Jalan di Perumahan yang Dibangun dengan APBD Tak Boleh Ditutup Portal
PT SPR di Bawah Muhammad Haris: Pintu Keterbukaan Dibuka, Kinerja Anak Usaha Jadi Sorotan
Penunjukan Darwin sebagai Plt Kepala SMAN 3 Siak Hulu Dipertanyakan, BASMI Riau Soroti Mekanisme dan Administrasi
BRI Rengat Hadirkan Special Program BRI x FC Barcelona, Ada Kesempatan Exclusive Trip ke Spanyol
Kualitas Udara Membaik, Siswa di Pekanbaru Berpeluang Kembali Tatap Muka pada Rabu 23 September
Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0302/Inhu Gelar Bazar untuk Masyarakat dan UMKM

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 22:42 WIB

Listrik Padam, Warga Pekanbaru kini Bisa Lapor ke 112

Rabu, 23 September 2026 - 22:41 WIB

Atasi Kelangkaan BBM Jenis Solar, Edy Natar Usul Segera Bentuk Satgas Mafia Solar di Riau

Rabu, 23 September 2026 - 09:45 WIB

Wali Kota Pekanbaru Tegaskan Jalan di Perumahan yang Dibangun dengan APBD Tak Boleh Ditutup Portal

Rabu, 23 September 2026 - 08:52 WIB

PT SPR di Bawah Muhammad Haris: Pintu Keterbukaan Dibuka, Kinerja Anak Usaha Jadi Sorotan

Selasa, 22 September 2026 - 17:38 WIB

BRI Rengat Hadirkan Special Program BRI x FC Barcelona, Ada Kesempatan Exclusive Trip ke Spanyol

Berita Terbaru

Pekanbaru

Listrik Padam, Warga Pekanbaru kini Bisa Lapor ke 112

Rabu, 23 Sep 2026 - 22:42 WIB