SUARANEWS86.COM || PEKANBARU – Ketua Umum Forum Musyawarah Kerja Komite Sekolah (FMK2S) Provinsi Riau, Ir. H. Delisis Hasanto, ST, MM, memberikan klarifikasi terkait video dan flyer bertema “STOP INTIMIDASI DI SATUAN PENDIDIKAN” yang sempat diunggah melalui akun TikTok SMA Negeri 8 Pekanbaru.
Dalam keterangannya kepada awak media di Pekanbaru, Jumat (25/9/2026), Delisis menegaskan bahwa pembuatan video dan flyer tersebut bertujuan untuk menyosialisasikan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).
Menurut Delisis, sosialisasi tersebut diharapkan dapat mendorong para kepala sekolah dan guru agar lebih percaya diri dalam menjalankan tugas serta menyelenggarakan kegiatan pendidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tujuannya agar sekolah percaya diri dalam menyelenggarakan pendidikan. Jangan sampai sekolah menjadi apatis. Saya sudah menjumpai beberapa sekolah yang apatis. Sekolah harus tetap semangat menjalankan kegiatan pendidikan,” jelas Delisis.
Ia mengatakan, berbagai persoalan yang dihadapi sekolah pada dasarnya telah mendapat respons dari pemerintah. Karena itu, pihak sekolah diharapkan tidak kehilangan semangat dalam menjalankan tugasnya.
Delisis juga menegaskan bahwa pesan dalam video dan flyer tersebut tidak ditujukan kepada satu pihak tertentu, terlebih kepada media.
“Kalau tidak ada dasar, itu bahasa keras yang saya buat, dan semua orang jadi terpelongok. ‘STOP INTIMIDASI DI SATUAN PENDIDIKAN’. Kenapa Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 belum tersosialisasi? Karena peraturan itu masih baru,” ungkapnya.
Ia kembali menegaskan bahwa flyer bertema “STOP INTIMIDASI DI SATUAN PENDIDIKAN” bukan ditujukan kepada media, melainkan sebagai bentuk sosialisasi perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan kepada seluruh pihak.
Empat Isu Pendidikan Menjadi Pembahasan FMK2S
Lebih lanjut, Delisis menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari bentuk keprihatinan dan kepedulian FMK2S Provinsi Riau terhadap berbagai persoalan dunia pendidikan yang menjadi sorotan masyarakat dan media online.
Pada 4 September 2026, FMK2S Riau menggelar rapat koordinasi bersama perwakilan komite sekolah, MKKS SMA, SMK, dan SLB tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
Rapat tersebut membahas empat isu utama, yakni penggunaan, pengawasan, dan pemeriksaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari pemerintah.
Kedua, polemik pembuatan dan pengadaan seragam sekolah yang mengacu pada Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik.
Ketiga, temuan tunggakan retribusi kantin sekolah oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang berkaitan dengan Peraturan Gubernur Riau Nomor 17 Tahun 2026 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Daerah.
Keempat, pemahaman mengenai pungutan, sumbangan, dan bantuan oleh penyelenggara satuan pendidikan, dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan serta Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.
Dari rapat koordinasi tersebut, FMK2S Riau merumuskan sejumlah pokok pikiran dan rekomendasi yang telah disampaikan secara tertulis kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
Rekomendasi itu diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengevaluasi aturan dan kebijakan pendidikan pada masa mendatang.
Alasan Video dan Flyer Dihapus dari TikTok SMAN 8 Pekanbaru
Terkait penghapusan video dan flyer yang sempat diunggah melalui akun TikTok SMA Negeri 8 Pekanbaru, Delisis menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasari beberapa pertimbangan.
Pertama, akun TikTok tersebut bukan milik FMK2S Riau. Kedua, admin akun TikTok SMA Negeri 8 Pekanbaru dinilai tidak mampu menjawab banyaknya pertanyaan dari warganet yang muncul setelah konten tersebut diunggah.
“Daripada menimbulkan kekecewaan bagi para netizen karena pertanyaan mereka tidak terjawab, lebih baik dihapus saja,” jelasnya.
Meski demikian, Delisis menyebut respons dan komentar warganet terhadap konten tersebut, menurut pengamatannya, masih didominasi tanggapan positif.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk media, yang telah memberikan perhatian terhadap kegiatan FMK2S Provinsi Riau.
Berharap Sekolah dan Guru Tetap Semangat
Di akhir keterangannya, Delisis berharap seluruh elemen masyarakat dapat memberikan dukungan kepada kepala sekolah dan guru agar semakin bersemangat menjalankan profesinya.
Menurutnya, perlindungan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan perlu terus disosialisasikan agar sekolah dapat melaksanakan kegiatan pendidikan dengan rasa aman dan percaya diri.
“Harapan saya, semua kalangan dapat memberikan support dan dukungan kepada para kepala sekolah dan guru agar lebih semangat lagi dalam menjalankan profesi sebagai guru,” tutup Delisis. (Fa)
























