SUARANEWS86.COM || BENGKULU — Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berada di tengah barisan aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional di Bengkulu menjadi sorotan publik.
Dalam rekaman yang beredar, pria tersebut tampak menghadap ke arah massa aksi dan diduga melakukan gestur yang dinilai mengejek atau memprovokasi pendemo. Identitas serta status pria tersebut belum disampaikan secara resmi oleh kepolisian.
Aksi unjuk rasa berlangsung di depan Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (24/9/2026). Pada awalnya, kegiatan berjalan aman dan damai sebelum kemudian situasi berkembang hingga terjadi kericuhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi video yang beredar, Polda Bengkulu menyatakan akan melakukan evaluasi dan pendalaman secara menyeluruh terhadap rangkaian kejadian selama pengamanan aksi.
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto mengatakan pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video atau informasi yang beredar di media sosial.
“Kami menyayangkan adanya kericuhan saat pengamanan unras. Pada awalnya kegiatan berlangsung aman dan damai. Terhadap apa yang kemudian terjadi, kami akan mengevaluasi dan melakukan pendalaman secara utuh,” ujar Imam.
Menurut Imam, pendalaman akan dilakukan terhadap rangkaian peristiwa sebelum, saat, maupun setelah terjadinya kericuhan. Berbagai video dan informasi yang beredar juga akan dicermati secara objektif.
“Kami memahami masyarakat membutuhkan penjelasan. Karena itu, kami tidak ingin berspekulasi. Video dan informasi yang beredar akan kami dalami secara objektif, sehingga apa yang disampaikan nantinya dapat memberikan gambaran yang utuh,” tegasnya.
Polda Bengkulu juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Kepolisian menekankan pentingnya menjaga penyampaian aspirasi tetap berlangsung secara aman, tertib, dan damai.
Sementara itu, Polresta Bengkulu menyebut aksi tersebut diikuti sekitar 325 orang dari unsur HKTI, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan kelompok masyarakat. Aspirasi yang disampaikan antara lain berkaitan dengan persoalan agraria dan konflik lahan pertanian.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memperoleh gambaran utuh mengenai rangkaian kejadian yang terjadi dalam aksi tersebut. **
Editor : Reza
























