Diduga Lakukan Kekerasan terhadap Siswa yang Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Dicopot

- Redaksi

Jumat, 25 September 2026 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Malang — Kepala SMPN 18 Malang dicopot dari jabatannya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang, Jumat (25/9/2026). Keputusan tersebut diambil setelah mencuat dugaan tindakan kekerasan fisik dan verbal terhadap sejumlah siswa yang tidak mengenakan baju lurik saat bersekolah.

Kasus tersebut sebelumnya mencuat setelah informasi mengenai dugaan kekerasan beredar luas dan menjadi perhatian siswa serta wali murid.

Melansir Jtv, dugaan kejadian bermula dari perubahan aturan pakaian setiap Kamis, yang sebelumnya memperbolehkan pakaian adat atau batik kemudian diterapkan menjadi kewajiban mengenakan baju lurik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah siswa disebut belum memiliki atau belum sempat mengenakan baju lurik ketika datang ke sekolah. Dalam situasi tersebut, kepala sekolah diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap siswa serta melontarkan perkataan yang dinilai merendahkan.

Baca Juga :  Sempat Ribut di Masyarakat, Pelaku Penganiayaan Terhadap Anak di Bawah Umur Diciduk Polisi

Dugaan tersebut kemudian diklarifikasi oleh pihak Dikbud Kota Malang. Pada tahap awal, Kepala Dikbud Kota Malang Suwarjana menyatakan pihaknya turun langsung ke sekolah untuk menggali informasi dan memastikan fakta terkait kejadian tersebut.

Perkembangan kasus berlanjut pada Jumat (25/9/2026), ketika Pj Sekretaris Daerah Kota Malang Dandung Djulharjanto bersama Kepala Dikbud Kota Malang mendatangi SMPN 18 Malang dan berdialog dengan siswa serta wali murid.

Dandung menyampaikan bahwa kepala sekolah yang diindikasikan melakukan pelanggaran tersebut diberhentikan dari jabatannya.

Menurut Dandung, dari hasil komunikasi dengan siswa dan wali murid, dugaan tindakan kekerasan berkaitan dengan persoalan penggunaan baju lurik pada Kamis (24/9/2026). Ia menyebut sedikitnya terdapat dua siswa yang mengaku mengalami tindakan kekerasan secara langsung.

Baca Juga :  Sidang Kasus Penganiayaan oleh Selebgram Pekanbaru, Bayu Berharap Hakim Memutuskan Hukuman Seberat-beratnya

Kepala Dikbud Kota Malang Suwarjana juga menyebut persoalan yang ditemukan tidak hanya berkaitan dengan dugaan kekerasan fisik, tetapi juga dugaan kekerasan verbal.

Suwarjana menegaskan, pihaknya tidak membenarkan tindakan tersebut. Ia juga mengatakan bahwa siswa yang belum memiliki seragam sesuai ketentuan tidak seharusnya dipaksa, sehingga persoalan penerapan aturan seragam tersebut menjadi bagian dari evaluasi Dikbud Kota Malang.

Pencopotan kepala sekolah dilakukan agar persoalan tersebut segera ditangani sekaligus memastikan lingkungan pendidikan tetap kondusif. Pemerintah Kota Malang juga menyiapkan pengganti untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah sehingga proses belajar-mengajar di SMPN 18 Malang tidak terganggu.

Baca Juga :  Sebanyak 13 Warga Binaan Beragama Buddha Dapat Remisi di Hari Raya Waisak 2569 BE

Selain itu, Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan pendampingan kepada siswa yang diduga mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian karena lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi peserta didik. Pemerintah Kota Malang melalui Dikbud kini melakukan evaluasi terhadap penerapan aturan seragam serta penanganan kedisiplinan siswa di sekolah.

Sementara itu, proses penanganan lebih lanjut terhadap dugaan tindakan kekerasan tersebut masih berjalan. Pihak terkait juga masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian dan pihak-pihak yang terlibat. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Lantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB Gantikan Letjen TNI Suharyanto
Kualitas Udara Belum Membaik, Pemko Pekanbaru Kembali Perpanjang PJJ Hingga Sabtu 17 Oktober
KPK OTT Pejabat BNPB, 14 Orang Diamankan Termasuk Sekretaris Utama
Diduga usai Diberi Telur Mentah oleh Neneknya, Bayi 28 Hari di Surabaya Meninggal Dunia
Kebakaran Lahan di Bangka Selatan Hanguskan 500 Rumah, 2.000 Jiwa Terdampak
Kualitas Udara Membaik, Mulai Senin Besok Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka Terbatas dan Wajib Masker
Letjen TNI Iwan Setiawan Jabat Pangkostrad Gantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar
Polri Resmi Ubah Tagline dari “Presisi” Menjadi “Polisi Bersama Masyarakat”

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Prabowo Lantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB Gantikan Letjen TNI Suharyanto

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Kualitas Udara Belum Membaik, Pemko Pekanbaru Kembali Perpanjang PJJ Hingga Sabtu 17 Oktober

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:16 WIB

KPK OTT Pejabat BNPB, 14 Orang Diamankan Termasuk Sekretaris Utama

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Diduga usai Diberi Telur Mentah oleh Neneknya, Bayi 28 Hari di Surabaya Meninggal Dunia

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Kebakaran Lahan di Bangka Selatan Hanguskan 500 Rumah, 2.000 Jiwa Terdampak

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page