SUARANEWS86.COM || BANGKINANG — Viral video kondisi kelas jauh SDN 007 Sungai Agung, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, di media sosial tidak hanya memantik perhatian publik, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius mengenai pengawasan fasilitas pendidikan di daerah tersebut.
Barisan Masyarakat Bersih dari Korupsi (BASMI) Riau meminta Pemerintah Kabupaten Kampar tidak menjadikan viralnya kondisi sekolah sebagai sekadar momentum pencitraan atau respons sesaat, melainkan sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan pemenuhan fasilitas pendidikan.
Ketua BASMI Riau, Fadli, mengapresiasi langkah Pemkab Kampar yang turun langsung meninjau kondisi sekolah setelah persoalan tersebut menjadi perhatian publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, di balik apresiasi itu, Fadli mempertanyakan satu hal: mengapa kondisi sekolah baru mendapat perhatian serius setelah videonya viral?
“Justru kita mengapresiasi tindakan pihak sekolah yang berani menunjukkan kondisi sebenarnya. Dengan viralnya video tersebut, Pemkab Kampar akhirnya bergerak dan turun langsung melihat kondisi sekolah. Ini seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan sekadar respons karena persoalan sudah viral,” ujar Fadli, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, keberanian guru sekolah memperlihatkan kondisi riil di lapangan semestinya tidak dipandang sebagai tindakan yang mempermalukan pemerintah.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
























