Karena itu, ia meminta pemerintah tidak hanya bergerak ketika persoalan sudah masuk ke ruang publik dan menjadi perbincangan masyarakat.
“Anggap viralnya video ini sebagai teguran keras sekaligus alarm bahwa masih ada fasilitas pendidikan yang membutuhkan perhatian, bukan dibiarkan sampai menjadi persoalan di ruang publik,” tegas Fadli.
BASMI: Ini Bukan Sekadar Soal Satu Sekolah
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Fadli, persoalan kelas jauh SDN 007 Sungai Agung tidak semestinya dilihat hanya sebagai persoalan satu sekolah.
Lebih jauh, kasus tersebut menyangkut bagaimana pemerintah memastikan seluruh anak memperoleh lingkungan belajar yang layak, aman dan nyaman.
Ia mengingatkan pemerintah daerah agar perhatian terhadap pendidikan tidak hanya muncul ketika terjadi persoalan atau setelah sebuah sekolah menjadi sorotan publik.
“Jangan pernah lupa dari mana ilmu yang kita dapatkan. Semua berawal dari bangku sekolah. Ketika sudah menjadi kepala daerah maupun pejabat, semestinya dunia pendidikan mendapat perhatian yang serius agar generasi penerus bisa belajar dengan layak dan nyaman,” pesannya.
BASMI Riau juga mendorong adanya sistem pengawasan fasilitas pendidikan yang dilakukan secara berkala, sehingga kondisi sekolah dapat diketahui sebelum menjadi viral atau mendapat sorotan masyarakat.
Dengan demikian, pemerintah tidak hanya bertindak berdasarkan tekanan opini publik, tetapi memiliki sistem pendataan dan pengawasan yang mampu mendeteksi kebutuhan sekolah secara lebih cepat.
Hingga berita ini diterbitkan, Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., belum memberikan tanggapan atas sejumlah pertanyaan yang disampaikan media ini melalui pesan WhatsApp terkait persoalan tersebut.
Bagi BASMI Riau, persoalan ini seharusnya menjadi momentum evaluasi. Jangan sampai publik harus mengangkat kamera, membuat video, dan menjadikan sebuah sekolah viral terlebih dahulu, baru pemerintah mengetahui bahwa ada fasilitas pendidikan yang membutuhkan perhatian.
Karena pada akhirnya, yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar peninjauan setelah viral, tetapi perbaikan yang nyata, terukur dan dapat dirasakan oleh guru serta peserta didik. ** (Zha)
























