“Jangan Pindahkan Orang Saya!”, DPRD Riau Diduga Jadi Sarang Politik Loyalitas

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Suasana internal DPRD Riau dikabarkan mulai memanas di tengah gelombang mutasi besar-besaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Riau. Di balik proses rotasi yang disebut sebagai bagian dari evaluasi dan pembenahan internal, muncul kabar adanya penolakan keras dari salah satu elite senior dewan.

Nama Parisman Ihwan menjadi sorotan setelah disebut tidak menerima sejumlah ASN yang selama ini dianggap dekat dengannya ikut dipindahkan dalam mutasi tersebut.

Bahkan, informasi yang beredar di internal Setwan menyebut munculnya ucapan bernada tinggi yang kini ramai diperbincangkan di lingkungan birokrasi DPRD Riau, yakni: “Jangan pindahkan orang saya.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mutasi yang dikabarkan menyasar ratusan ASN itu disebut berkaitan dengan langkah penataan birokrasi pasca mencuatnya dugaan kasus perjalanan dinas atau SPPD fiktif yang sebelumnya menyeret nama DPRD Riau ke sorotan publik.

Baca Juga :  Masih ada 3 SMA Negeri Belum Tuntas Kembalikan Uang Seragam, Inspektorat Riau Ambil Langkah Lanjutan

Namun, dinamika yang muncul justru memantik pertanyaan lebih serius di tengah masyarakat.

Publik mulai mempertanyakan apakah selama ini ASN di lingkungan Setwan DPRD Riau memang terkotak-kotak dalam kelompok loyalitas elite politik tertentu.

Jika kondisi tersebut benar terjadi, maka persoalan yang muncul dinilai bukan lagi sekadar rotasi jabatan biasa, melainkan menyangkut independensi birokrasi dan profesionalisme ASN di lingkungan lembaga legislatif daerah.

“ASN seharusnya loyal kepada institusi dan negara, bukan kepada figur politik,” ujar seorang pengamat kebijakan publik di Pekanbaru.

Situasi ini juga memperkuat dugaan adanya pengaruh politik yang telah lama bermain dalam sistem birokrasi internal DPRD Riau. Jika dinamika antar elite tidak segera mereda, kondisi tersebut dikhawatirkan berkembang menjadi konflik politik terbuka di tubuh parlemen daerah.

Baca Juga :  Wujud Nyata Kepedulian Sosial, Lapas Pekanbaru Sambangi Panti Asuhan Amanah dan Panti Asuhan Kemuliaan

Kini perhatian publik bukan lagi sekadar soal siapa yang dipindahkan atau dipertahankan. Yang menjadi sorotan utama adalah mengapa istilah “orang saya” bisa muncul di tengah birokrasi yang seharusnya netral, profesional, dan bebas dari kepentingan politik praktis.

Sementara itu, Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, saat dimintai tanggapan mengatakan bahwa dinamika di internal lembaga merupakan hal yang biasa terjadi.

“Dinamika itu hal yang biasa. Intinya pimpinan dan anggota DPRD punya penilaian masing-masing,” ujarnya.

Meski demikian, Kaderismanto menegaskan proses pembenahan internal harus tetap berjalan demi menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif tersebut.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan atau Iwan Fatah, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  Pemprov Riau Ambil Ketegasan, 4 Kabel Liar di Jalur Pejalan kaki Jembatan Legton 1 Diputus

Ketua Barisan Masyarakat Bersih dari Korupsi (BASMI), Fadli Akbar, turut memberikan tanggapan terkait dinamika tersebut.

Menurutnya, anggota DPRD seharusnya fokus menjalankan tugas pokok dan fungsi untuk kepentingan rakyat, bukan menjadikan jabatan sebagai sarana membangun “dinasti jabatan”.

“Anggota DPRD itu diamanahkan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, bukan membangun dinasti jabatan dengan memposisikan orang-orang terdekat menjadi pegawai,” tegasnya.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Ketua DPRD Riau dalam melakukan pembenahan internal demi menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.

“Selama ini kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif terus menurun. Banyak masyarakat berasumsi sebagian anggota DPRD tidak bekerja untuk rakyat, melainkan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Karena itu, dukungan terhadap upaya pembenahan harus terus diberikan,” tutupnya. (Zha)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Periksa SF Hariyanto Terkait Temuan Uang saat Penggeledahan di Rumah Pribadi dan Rumah Dinas
Perketat Pengawasan, Lapas Narkotika Rumbai Intensifkan Razia Blok Hunian Demi Wujudkan Zero Halinar
Bhabinkamtibmas Lubuk Dalam Kawal Ketahanan Pangan Bersama Kelompok Tani
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Kampung Sialang Palas Manfaatkan Lahan TPU Jadi Kebun Jagung
Penyambungan Tol Permai–Tol Lingkar Pekanbaru Dimatangkan, Ditlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
BASMI Riau Desak Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Dana BOS Tahun 2022/2023 di SMAN 4 Pekanbaru, Audit Sebut Nilai Capai Rp1,36 Miliar
Polsek Lirik Monitoring Tanaman Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Lirik Bersama Petani Optimalkan Budidaya Jagung Pipil di Pasir Ringgit

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:39 WIB

KPK Periksa SF Hariyanto Terkait Temuan Uang saat Penggeledahan di Rumah Pribadi dan Rumah Dinas

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:33 WIB

Perketat Pengawasan, Lapas Narkotika Rumbai Intensifkan Razia Blok Hunian Demi Wujudkan Zero Halinar

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:56 WIB

Bhabinkamtibmas Lubuk Dalam Kawal Ketahanan Pangan Bersama Kelompok Tani

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:06 WIB

Penyambungan Tol Permai–Tol Lingkar Pekanbaru Dimatangkan, Ditlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:11 WIB

BASMI Riau Desak Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Dana BOS Tahun 2022/2023 di SMAN 4 Pekanbaru, Audit Sebut Nilai Capai Rp1,36 Miliar

Berita Terbaru