SUARANEWS86.COM || Tangerang Kota — Polres Metro Tangerang Kota menggelar Rilis Akhir Tahun 2025 di Gedung Mapolres Metro Tangerang Kota, Rabu (31/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan tugas kepolisian sepanjang tahun 2025, meliputi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penegakan hukum, serta pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kota Tangerang.
Rilis akhir tahun tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si. Acara ini turut dihadiri Wali Kota Tangerang Drs. H. Sachrudin, Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan, A.P., M.Si., Ketua DPRD Kota Tangerang H. Rusdi Alam, S.Th.I., M.S.M., serta Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang H. Mahdiar, S.STP., M.Si. Hadir pula para Pejabat Utama (PJU) Polres Metro Tangerang Kota dan seluruh awak media di Kota Tangerang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meningkatnya Laporan Masyarakat dalam pemaparannya, Kapolres menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 terjadi peningkatan crime total. Hal tersebut sejalan dengan meningkatnya kesadaran dan keberanian masyarakat dalam melaporkan tindak pidana, khususnya kejahatan berbasis media sosial seperti penipuan digital yang semakin marak.
Capaian Crime Clearance Mengalami Peningkatan Signifikan. Meski jumlah laporan meningkat, Kapolres menegaskan bahwa kinerja penyidik juga menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Sepanjang tahun 2025, penyidik Polres Metro Tangerang Kota berhasil menyelesaikan ribuan perkara dengan capaian crime clearance sebanyak 3.846 kasus, mencakup kejahatan serius maupun kejahatan konvensional.
Narkoba Jadi Perhatian Utama Semester Kedua 2025, pada kejahatan konvensional, Polres mencatat adanya fluktuasi pada beberapa jenis tindak pidana.
Namun, kasus narkotika menjadi perhatian utama, khususnya pada periode Juli hingga Desember 2025. Penindakan difokuskan pada peredaran sabu dan obat-obatan terlarang, termasuk obat daftar G, yang dinilai berkontribusi terhadap munculnya tindak pidana lain seperti kekerasan dan gangguan kamtibmas.
Di bidang lalu lintas, Polres Metro Tangerang Kota memaparkan data kecelakaan yang menunjukkan adanya kenaikan dan penurunan pada sejumlah indikator. Keterbatasan sarana dan prasarana, serta rendahnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, masih menjadi tantangan. Minimnya penindakan tilang manual juga dinilai memengaruhi tingkat kepatuhan pengguna jalan.

Optimalisasi ETLE dan Penindakan Pelanggaran Kasat Mata Sebagai langkah ke depan, Polres Metro Tangerang Kota berkomitmen mengoptimalkan penegakan hukum lalu lintas melalui penerapan sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) serta penindakan manual secara selektif. Penindakan akan difokuskan pada pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari dua orang, dan melawan arus.
Kegiatan rilis akhir tahun ini menjadi bentuk transparansi Polres Metro Tangerang Kota kepada publik, sekaligus menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, penegakan hukum, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Tangerang. (Rizmayanti)


























