Minta Bantuan kepada 2 Lembaga PBB Atasi Bencana, Akademisi USK Dukung Pemerintah Aceh

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto udara kerusakan rumah warga pasca diterjang banjir bandang di Desa Kota Lintang, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (3/12/2025).

Foto udara kerusakan rumah warga pasca diterjang banjir bandang di Desa Kota Lintang, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (3/12/2025).

SUARANEWS86.COM || Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) menyatakan sangat mendukung langkah yang diambil Pemerintah Aceh untuk meminta bantuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait penanganan bencana di provinsi itu.

“Kami sangat mendukung langkah yang diambil Pemerintah Aceh terkait permintaan bantuan kepada lembaga PBB, seperti UNDP dan UNICEF, sebagai respons terhadap kebutuhan yang semakin kompleks di lapangan,” kata Ketua Dewan Profesor USK Prof Izarul Machdar di Banda Aceh, Senin.

Menurut dia, pemerintah pusat hingga ini belum mengaktifkan secara penuh mekanisme penerimaan bantuan internasional.

“Saat ini perlu dilakukan penanganan secara cepat agar para korban dapat tertangani dengan baik, termasuk perbaikan dan infrastruktur terendam banjir dan kayu,” katanya.

Dalam penerimaan bantuan internasional, kata dia, pemerintah pusat dapat membuka bantuan seluas-luasnya kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asing yang saat ini berkantor di Indonesia.

“Kami berharap dalam pengiriman bantuan luar negeri ke Aceh dan dua provinsi lainnya ikut dipermudah guna mempercepat proses pasca-bencana,” katanya.

Ia menyakini LSM asing yang telah beroperasi di Indonesia khususnya telah memiliki pengalaman yang cukup dalam penanganan pasca-bencana.

Baca Juga :  Ditlantas Polda Riau Tanamkan Budaya Tertib dan Cinta Lingkungan Lewat Police Goes To School

“Mereka pasti paham betul apa yang harus dilakukan untuk korban dan daerah terkena dampak bencana,” katanya.

Menurut dia, kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan yang sangat besar dan mendesak, dimana kerusakan akses transportasi, putusnya jalur distribusi, dan kerusakan fasilitas dasar telah membuat aksi kemanusiaan menjadi tertunda, terutama untuk pengiriman peralatan medis, pangan, dan perlindungan ke daerah yang paling parah terdampak.

Kemudian gangguan jaringan telekomunikasi dan pemadaman listrik yang masih berlangsung, kata dia, juga berdampak pada sektor ekonomi mikro dan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga :  TOPAN RI Desak Kakanwil Bea Cukai Riau Copot Humas Bea Cukai Dumai Dedy Husni

Situasi ini juga diperparah oleh potensi cuaca ekstrem yang masih akan berlanjut, berdasarkan info BMKG, sehingga respon yang cepat dan terkoordinasi sangat penting
untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah dampak kesehatan jangka panjang. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Rem Blong, Truk Cold Diesel Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Bonjol Pasaman, 2 Orang Terluka
Diduga Hilang Kendali, Toyota Calya Tabrak Pohon di Tikungan Tong Susu Jalan Sudirman Pekanbaru
KPK Tetapkan Pegawainya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang
Presiden Prabowo Naikan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemenhan
Rekonstruksi Kasus IRT di Dairi Tuai Sorotan, Kuasa Hukum Sebut CCTV Bertentangan dengan BAP
Kejari Karo Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi, Sidang Dugaan Pembalakan Hutan Lindung Terus Berlanjut
Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Beserta 6 Anggotanya
Prajurit POM TNI AD Gugur Saat Bantu Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Aceh

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Diduga Rem Blong, Truk Cold Diesel Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Bonjol Pasaman, 2 Orang Terluka

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:05 WIB

Diduga Hilang Kendali, Toyota Calya Tabrak Pohon di Tikungan Tong Susu Jalan Sudirman Pekanbaru

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:55 WIB

KPK Tetapkan Pegawainya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:26 WIB

Presiden Prabowo Naikan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemenhan

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:58 WIB

Rekonstruksi Kasus IRT di Dairi Tuai Sorotan, Kuasa Hukum Sebut CCTV Bertentangan dengan BAP

Berita Terbaru