TNI Selidiki Dugaan Keterlibatan Prajuritnya Terkait Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

- Redaksi

Rabu, 18 Maret 2026 - 01:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Mabes TNI turut melakukan penyelidikan internal terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Mabes TNI mengatakan penyelidikan internal dilakukan untuk menjawab isu yang berkembang di masyarakat mengenai dugaan keterlibatan oknum TNI.

“Pada kesempatan yang baik ini juga, saya melihat ya, menyikapi perkembangan situasi yang ada, di mana mungkin salah satunya tentang kejadian penganiayaan terhadap saudara AY. Di mana kita lihat ada opini yang berkembang di masyarakat, diduga pelakunya adalah dari TNI,” ungkap Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah kepada wartawan di Balai Puspen TNI, Jakarta Pusat, melansir Detiknews, Selasa (17/3/2026).

“Perlu saya sampaikan bahwa semenjak kejadian, TNI sudah merespons dengan melakukan penyelidikan secara internal. Dan saya mohon kepada kawan-kawan wartawan bersabar, karena kita TNI bekerja dengan profesional dan transparan,” lanjutnya.

Mayjen Aulia pun meminta semua pihak bersabar. Dia juga memastikan TNI akan transparan mengenai proses penyelidikan yang dilakukan ini.

“Jadi kepada kawan-kawan wartawan dimohon untuk bersabar, nanti kita akan update. Dan tentunya sekali lagi, kita akan bekerja secara profesional dan transparan tentang kejadian tersebut. Itu yang perlu saya sampaikan, terima kasih,” ujarnya.

Mayjen Aulia menerangkan dalam hal ini TNI turut menyelidiki dugaan prajurit terlibat penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. TNI tak ingin isu liar terus bergulir di masyarakat.

“Tentunya dengan adanya yang berkembang di masyarakat, kita akan menyelidiki tentang dugaan yang prajurit TNI. Sehingga harapannya ketika nanti ini akan kita lihat perkembangannya dan akan kita sampaikan kepada kawan-kawan wartawan. Karena tentunya kita tidak ingin opini yang berkembang ini menjadi opini yang berkembang di masyarakat. Harapannya ini akan kita sampaikan kemudian,” tegasnya.

Baca Juga :  Kasatlantas Polrestabes Palembang Beri Penjelasan Terkait Viral Polisi Cegat Supir Angkut Pisang

Terkait penyiraman air keras terhadap Andrie, pihak Istana pun telah memberikan keterangan. Istana, melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, mengungkap keprihatinan terhadap kasus penyiraman air keras yang dialami Andrie Yunus.

Pras mengungkap instruksi Presiden Prabowo Subianto agar kasus diusut objektif dan terbuka.

“Ya tentu kita sangat prihatin dengan kejadian itu dan sebagaimana sudah disampaikan Bapak Kapolri, Bapak Presiden memerintahkan untuk diusut secara objektif, terbuka, dan secepat-cepatnya gitu,” kata Pras kepada wartawan di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Selasa (17/3).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga sudah menegaskan komitmen Polri menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Jenderal Sigit menyebut dirinya telah mendapatkan perintah langsung dari Presiden Prabowo untuk mengusut kasus tersebut.

Baca Juga :  Polres Inhu Amankan 4 Sopir dan 8.300 Liter Bio Solar, Dugaan Penyalahgunaan BBM Diselidiki

“Terkait dengan perkembangan dari penyerangan aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan,” ujar Jenderal Sigit kepada wartawan usai meninjau arus mudik di Stasiun Besar Surabaya Gubeng, Jawa Timur, Minggu (15/3).

Jenderal Sigit menjelaskan pihaknya akan menggunakan metode ilmiah dalam mengungkap kasus ini. Pengumpulan informasi terus dilakukan oleh tim di lapangan.

“Langkah-langkah yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan scientific crime investigation. Saat ini kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi, dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” tuturnya. **

(Zha)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA
TNI Pastikan Tunduk Putusan MK soal Revisi UU Peradilan Militer
Putusan MK: Prajurit TNI Terlibat Tindak Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum
Rotasi Jabatan Strategis TNI, Dua Jenderal TNI Emban Amanah Baru
Prabowo Lantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB Gantikan Letjen TNI Suharyanto
Komdigi Tegaskan Sisa Kuota Internet Hak Pelanggan, Operator Dilarang Hanguskan Sepihak
Kemenag Permudah Pasutri Mendapatkan Kartu Nikah Digital, Berikut Caranya!
Letjen TNI Iwan Setiawan Jabat Pangkostrad Gantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:02 WIB

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:26 WIB

TNI Pastikan Tunduk Putusan MK soal Revisi UU Peradilan Militer

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Putusan MK: Prajurit TNI Terlibat Tindak Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Rotasi Jabatan Strategis TNI, Dua Jenderal TNI Emban Amanah Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Prabowo Lantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB Gantikan Letjen TNI Suharyanto

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page