Ratusan Petani di Sekip Hilir Hadang Petugas BPN dan Kepolisian yang Ingin Melakukan Plotting Lahan

- Redaksi

Jumat, 14 Maret 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam orasinya saat penghadangan tim Ucil dengan tegas menyampaikan dihadapan tim bahwa dilihat dulu risalah lelang HGU PT Alam Sari Lestari, terkait adanya masalah sengketa lahan seharusnya merupakan perkara perdata, akan tetapi mengapa persoalan perdata ini di jadikan seolah olah dipaksa menjadi perkara pidana di Polda Riau. “Masyarakat jami telah diduga ada di kriminalisasi pak Kapolri.

Selanjutnya Ucil menyampaikan kepada tim kalau ada persoalan perdata ada caranya silahkan tuntut kami ,dan kami akan menghadapi gugatan secara perdata itu dipengadilan,kami tunggu “lantang Ucil.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan 1446 H, Tim Gabungan Satpol PP dan Polresta Pekanbaru Gelar Razia THM

Penghadangan yang dilakukan oleh petani Rengat sekip hilir dan Sei raya membuat rombongan dari Kantor Pertanahan Kabupaten Inhu dan dari Kantor Pertanahan wilayah Provinsi Riau serta tim Unit 1 Subdit III Ditreskrimum Polda Riau, yang tiba di lokasi Balai Pertemuan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, untuk melakukan plotting pengambilan titik koordinat menjadi terhenti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi mulai tidak terkendali dimana sudah ada Ketegangan terjadi ketika petani mempertanyakan desa mana yang akan di plotting, dan dengan tegas menolak jika itu dilakukan di Kelurahan Sekip Hilir dan Desa Sungai Raya, adu mulut antara petani dan polisi.

Baca Juga :  Prabowo Siap Terbang ke Iran untuk Mediasi Perang Iran dan AS-Israel

Masyarakat petani terus berjuang dan tetap mempertahankan lahan miliknya karena mereka telah membuka yang dulunya hutan belantara yang sudah dibuka dan ditanami, namun terlihat tim memaksa untuk tetap plotting mengambil titik koordinatnya.

Dan terlihat saat itu dilokasi terjadi saling dorong mendorong antara petani dan polisi. Namun saat itu tetap juga terjadi tampak pengambilan Titik koordinat oleh petugas BPN menggunakan Pancang dan GPS, namun titik koordinatnya tidak keluar.

Kenapa pancang GPS yang merupakan alat canggih tidak bisa mengambil titik kooordinat sementara menggunakan HP bisa , kontan petani langsung marah dan mulai nada keras terlontarkan.

Facebook Comments Box

Penulis : Pras

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Lirik Monitoring Tanaman Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Lirik Bersama Petani Optimalkan Budidaya Jagung Pipil di Pasir Ringgit
Perkuat Integritas dan Kualitas Pelayanan Publik, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai Ikuti Apel Bersama Kementerian
Gemilang di FORKI Open Championship V & Festival 2026, Siswa SMAN 5 Pekanbaru Persembahkan Dua Medali Emas dan Harumkan Nama Riau
Siswa SMAN 6 Pekanbaru M. Farid Habibi Raih Medali Perunggu pada Kejuaraan Pencak Silat Riau Challenge 2 Tahun 2026
SMAN 6 Pekanbaru Kembali Torehkan Prestasi, Jihan Latifah Herman Raih Harapan III Fotografi pada FLS3N 2026
Siswa SMAN 6 Pekanbaru Tampil di Kejuaraan Nasional Angkat Besi 2026 di Semarang
SMAN 6 Pekanbaru Kembali Berprestasi, Dua Atlet Karate Borong Emas dan Perak di Kejuaraan Se-Sumatra 2026

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:01 WIB

Polsek Lirik Monitoring Tanaman Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Senin, 27 Juli 2026 - 18:01 WIB

Polsek Lirik Bersama Petani Optimalkan Budidaya Jagung Pipil di Pasir Ringgit

Senin, 27 Juli 2026 - 15:39 WIB

Perkuat Integritas dan Kualitas Pelayanan Publik, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai Ikuti Apel Bersama Kementerian

Senin, 27 Juli 2026 - 14:11 WIB

Gemilang di FORKI Open Championship V & Festival 2026, Siswa SMAN 5 Pekanbaru Persembahkan Dua Medali Emas dan Harumkan Nama Riau

Senin, 27 Juli 2026 - 14:00 WIB

Siswa SMAN 6 Pekanbaru M. Farid Habibi Raih Medali Perunggu pada Kejuaraan Pencak Silat Riau Challenge 2 Tahun 2026

Berita Terbaru