Ratusan Petani di Sekip Hilir Hadang Petugas BPN dan Kepolisian yang Ingin Melakukan Plotting Lahan

- Redaksi

Jumat, 14 Maret 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam orasinya saat penghadangan tim Ucil dengan tegas menyampaikan dihadapan tim bahwa dilihat dulu risalah lelang HGU PT Alam Sari Lestari, terkait adanya masalah sengketa lahan seharusnya merupakan perkara perdata, akan tetapi mengapa persoalan perdata ini di jadikan seolah olah dipaksa menjadi perkara pidana di Polda Riau. “Masyarakat jami telah diduga ada di kriminalisasi pak Kapolri.

Selanjutnya Ucil menyampaikan kepada tim kalau ada persoalan perdata ada caranya silahkan tuntut kami ,dan kami akan menghadapi gugatan secara perdata itu dipengadilan,kami tunggu “lantang Ucil.

Baca Juga :  Milad Ke-41 Tahun, SMAN 7 Pekanbaru akan Gelar Donor Darah 1000 Kantong

Penghadangan yang dilakukan oleh petani Rengat sekip hilir dan Sei raya membuat rombongan dari Kantor Pertanahan Kabupaten Inhu dan dari Kantor Pertanahan wilayah Provinsi Riau serta tim Unit 1 Subdit III Ditreskrimum Polda Riau, yang tiba di lokasi Balai Pertemuan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, untuk melakukan plotting pengambilan titik koordinat menjadi terhenti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi mulai tidak terkendali dimana sudah ada Ketegangan terjadi ketika petani mempertanyakan desa mana yang akan di plotting, dan dengan tegas menolak jika itu dilakukan di Kelurahan Sekip Hilir dan Desa Sungai Raya, adu mulut antara petani dan polisi.

Baca Juga :  BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Riau

Masyarakat petani terus berjuang dan tetap mempertahankan lahan miliknya karena mereka telah membuka yang dulunya hutan belantara yang sudah dibuka dan ditanami, namun terlihat tim memaksa untuk tetap plotting mengambil titik koordinatnya.

Dan terlihat saat itu dilokasi terjadi saling dorong mendorong antara petani dan polisi. Namun saat itu tetap juga terjadi tampak pengambilan Titik koordinat oleh petugas BPN menggunakan Pancang dan GPS, namun titik koordinatnya tidak keluar.

Kenapa pancang GPS yang merupakan alat canggih tidak bisa mengambil titik kooordinat sementara menggunakan HP bisa , kontan petani langsung marah dan mulai nada keras terlontarkan.

Facebook Comments Box

Penulis : Pras

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengadaan Tong Sampah Miliaran Rupiah Disorot, KNPI Riau Minta APH Periksa DLHK Pekanbaru
36 Tahun Mengabdi, Maizar Tinggalkan Jejak Keteladanan dan Kebersamaan di Pemasyarakatan Riau
Paparan Ganja Pasif Jadi Sorotan dalam Razia Narkoba THM Pekanbaru, Ini Penjelasannya
Tabrak Truk Tangki, Pengendara Motor di Pekanbaru Tewas Ditempat
Kado HUT Pekanbaru ke 242, Pemko Siapkan Khitanan Massal Gratis Bagi 1.100 Anak
Kasus Dugaan Bullying dan Pengeroyokan Terjadi di SMK Pertanian Riau, Polisi Lakukan Penyelidikan
DPD LIRA Pekanbaru Gelar Program Jumat Berbagi, Salurkan Sembako kepada Warga di Marpoyan Damai
Sempat Langka dan Harga Melonjak, Kini Pasokan dan Harga Minyakita di Pasaran Mulai Stabil

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:06 WIB

Pengadaan Tong Sampah Miliaran Rupiah Disorot, KNPI Riau Minta APH Periksa DLHK Pekanbaru

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:11 WIB

36 Tahun Mengabdi, Maizar Tinggalkan Jejak Keteladanan dan Kebersamaan di Pemasyarakatan Riau

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:24 WIB

Paparan Ganja Pasif Jadi Sorotan dalam Razia Narkoba THM Pekanbaru, Ini Penjelasannya

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:01 WIB

Tabrak Truk Tangki, Pengendara Motor di Pekanbaru Tewas Ditempat

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:21 WIB

Kasus Dugaan Bullying dan Pengeroyokan Terjadi di SMK Pertanian Riau, Polisi Lakukan Penyelidikan

Berita Terbaru