SUARANEWS86.COM || PEKANBARU – Suasana berbeda terlihat di halaman SD Negeri 86 Pekanbaru saat seluruh siswa dan majelis guru mengikuti upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).
Tidak seperti upacara pada umumnya, peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini berlangsung penuh warna dengan para peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Beragam busana tradisional yang dikenakan siswa dan guru menghadirkan nuansa kebinekaan sekaligus menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan tradisi bangsa Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi peserta didik untuk mengenal kekayaan budaya Nusantara serta menanamkan nilai-nilai nasionalisme, toleransi, dan cinta tanah air sejak usia dini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri 86 Pekanbaru, Serly Efrita, S.Pd., mengatakan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 merupakan momentum penting untuk mengenang perjuangan para pemuda Indonesia yang telah meletakkan dasar persatuan bangsa.
Menurutnya, semangat perjuangan para pemuda pada 28 Oktober 1928 harus terus diwariskan kepada generasi penerus, terutama melalui pendidikan karakter dan pembentukan sikap saling menghargai.
“Semangat Sumpah Pemuda harus terus kita jaga dengan menjunjung tinggi persatuan, toleransi, gotong royong, serta rasa cinta tanah air di tengah perkembangan zaman yang semakin modern,” ujarnya.
Serly menegaskan, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, moral, dan kepribadian peserta didik.
Ia berharap generasi muda Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang memiliki semangat belajar tinggi, mampu mengikuti perkembangan teknologi, serta tetap menjunjung nilai-nilai luhur bangsa.
“Semoga pemuda dan pemudi Indonesia ke depannya menjadi generasi yang berkarakter, berpendidikan, kreatif, inovatif, berintegritas, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan tak lupa yang berakhlak mulia,” harapnya.
Lebih lanjut, Serly mengajak seluruh siswa untuk menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai motivasi dalam meningkatkan prestasi, mengembangkan kreativitas, serta mempererat persahabatan tanpa membeda-bedakan latar belakang suku maupun budaya.
Menurutnya, penggunaan pakaian adat dalam kegiatan upacara merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia sekaligus menumbuhkan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa yang besar.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan semakin memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekayaan bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan bersama.
“Mari kita jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai motivasi untuk terus berkarya, berprestasi, dan menjaga persatuan Indonesia. Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Teruslah bergerak, berkarya, dan bersatu demi Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera,” pesannya.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di SD Negeri 86 Pekanbaru menjadi pengingat bahwa semangat persatuan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap budaya bangsa perlu terus ditanamkan sejak bangku sekolah dasar.
Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi penerus yang cerdas, berakhlak mulia, berprestasi, serta bangga terhadap identitas dan keberagaman budaya Indonesia. **
Editor : Reza


























