Satu Siswa Tewas, Satu Kritis Usai Jalankan Perintah Guru, BASMI Riau Desak Evaluasi Kepala SMAN 1 Tapung

- Redaksi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Tragedi kecelakaan yang menimpa dua siswa SMAN 1 Tapung, Kabupaten Kampar, menyisakan duka mendalam sekaligus memunculkan pertanyaan serius mengenai tanggung jawab sekolah terhadap keselamatan peserta didik. Horge Lorenzo Surbakti meninggal dunia, sementara Khenzy Tirta Jaya Setia Negara harus menjalani perawatan intensif di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Peristiwa memilukan ini menjadi sorotan masyarakat setelah beredar informasi bahwa kedua siswa tersebut diminta oleh seorang guru untuk mengambil piala di salah satu pasar di kawasan Tapung guna keperluan acara peringatan hari ulang tahun (HUT) sekolah. Namun, dalam perjalanan kembali menuju sekolah, keduanya mengalami kecelakaan tunggal yang berujung tragis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sepeda motor yang ditumpangi kedua pelajar tersebut diduga melaju cukup kencang sebelum oleng dan menabrak tiang di tepi jalan. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih perlu dipastikan melalui keterangan dan pemeriksaan pihak berwenang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat kejadian tersebut, Horge Lorenzo Surbakti meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara itu, Khenzy Tirta Jaya Setia Negara mengalami luka serius dan hingga kini menjalani perawatan intensif. Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, muncul tuntutan agar pihak sekolah memberikan perhatian nyata, bukan sekadar kehadiran seremonial.

Baca Juga :  Sambut Hari Kemenangan, Lapas Pekanbaru Ikuti Apel Pelepasan Mudik Bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 H 

Sorotan semakin menguat setelah muncul dugaan bahwa tanggung jawab dan kepedulian pihak sekolah belum terlihat secara memadai. Saat awak media menemui Khenzy, diperoleh keterangan bahwa kepala sekolah telah datang menjenguk. Namun, kunjungan tersebut belum dengan sendirinya menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana bentuk tanggung jawab sekolah terhadap peristiwa yang disebut terjadi ketika kedua siswa menjalankan tugas untuk kepentingan kegiatan sekolah?

Untuk memperoleh kejelasan, media ini telah berupaya meminta konfirmasi dan klarifikasi kepada Kepala SMAN 1 Tapung, Neneng Susanti, S.Pd., M.Pd., serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya. Namun, hingga berita ini kembali diterbitkan, belum ada tanggapan yang diterima.

Lalu saat media ini mengirim informasi melalui pemberitaan sebelumnya, Kepala Cabang Wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Zul Anshari, S.Sos., M.Si., dan juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SLB Kabupaten Kampar, Dr. M. Hendra Yunal, S.Pd., M.Si. yang merupakan Kepala SMA Negeri 2 Tapung tidak merespon maupun memberi tanggapan apapun.

Musibah yang dialami dua siswa SMAN 1 Tapung diduga jauh dari kepedulian kepala sekolah, Kadis pendidikan Riau, kepala cabang wilayah III dan juga ketua MKKS SMA/SLB Kampar.

Kondisi tersebut memantik perhatian Ketua Barisan Masyarakat Bersih dari Korupsi (BASMI) Riau, Fadli Akbar. Ia menegaskan bahwa musibah memang tidak dapat diprediksi, tetapi ketika benar kedua siswa menjalankan perintah guru untuk kepentingan kegiatan sekolah, maka aspek keselamatan, pendampingan, dan tanggung jawab institusi wajib menjadi perhatian serius.

Baca Juga :  Kodim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Tanam Jagung Serentak di Panongan Bersama Forkopimda

“Jangan sampai ketika siswa diminta menjalankan tugas untuk kepentingan sekolah, tetapi setelah musibah terjadi, tanggung jawab justru menjadi kabur. Ini harus dijelaskan secara terbuka,” tegasnya.

Fadli juga menyoroti informasi yang diterima BASMI Riau bahwa kegiatan perayaan HUT sekolah tetap berlangsung setelah pihak sekolah mengetahui adanya kecelakaan yang menimpa kedua siswanya. Informasi tersebut perlu diklarifikasi oleh pihak sekolah. Namun, jika benar kegiatan tetap berjalan tanpa langkah kepedulian yang memadai, hal itu patut menjadi bahan evaluasi serius terhadap kepekaan dan budaya keselamatan di lingkungan pendidikan.

BASMI Riau mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Riau melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk mengevaluasi peran dan tanggung jawab Kepala SMAN 1 Tapung, Neneng Susanti.

Tak hanya pihak sekolah, Fadli turut mengkritisi respons jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Riau di bawah kepemimpinan Erisman Yahya. Menurutnya, persoalan ini tidak boleh berhenti pada polemik komunikasi atau pernyataan semata. Dinas Pendidikan harus memastikan fakta kejadian, menelusuri prosedur penugasan siswa di luar sekolah, serta mengevaluasi penerapan standar keselamatan peserta didik.

Baca Juga :  Keselamatan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Ditlantas Polda Riau Bahas Portal Pembatas Truk di Air Molek

Kemudian terhadap kepala dinas pendidikan Riau, selama kepemimpinan Erisman Yahya, kebobrokan dunia pendidikan sudah bukan rahasia umum lagi, dari anggaran pendidikan yang merosot dan masih tertunda, kurang respon terhadap kasus yang terjadi di lingkungan sekolah dan juga kurang sinkronnya terhadap bawahan.

Atas dasar itu, BASMI Riau meminta Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau, SF Hariyanto, segera mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan jajaran terkait berdasarkan hasil pemeriksaan yang objektif.

BASMI Riau juga menyoroti belum adanya respons dari Kepala Cabang Wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan Ketua MKKS SMA/SLB Kabupaten Kampar atas informasi melalui pemberitaan sebelumnya.

Fadli menegaskan, persoalan ini tidak boleh dibiarkan mengambang.

BASMI Riau berencana membawa persoalan tersebut kepada DPRD Provinsi Riau, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Riau, serta DPD RI yang relevan agar pengawasan terhadap keselamatan siswa dan tanggung jawab penyelenggara pendidikan dapat ditindaklanjuti. “Yang paling utama sekarang adalah memastikan korban mendapatkan perhatian, keluarga memperoleh kejelasan, dan kejadian serupa tidak terulang. Jangan biarkan tragedi ini berlalu tanpa evaluasi dan pertanggungjawaban yang terang,” tutup Fadli Akbar. (Zha)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Walikota DPD LIRA Pekanbaru Ucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda, Ajak Generasi Muda Bersatu dan Berkarya
Operasi Patuh Lancang Kuning Hari ke 3 Menunjukan Peningkatan, Jumlah Tilang Naik 46 Persen
Dandim 0302/Inhu Hadiri Upacara Peringatan Sumpah Pemuda ke 98 di Halaman Kantor Bupati
Meriah dan Penuh Warna, SD Negeri 86 Pekanbaru Peringati Sumpah Pemuda dengan Nuansa Budaya Nusantara
Kabar Gembira! Pemko Pekanbaru Segera Bagikan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Lebih Siswa SD dan SMP
Hari Kedua Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Polda Riau Dorong Budaya Tertib Berlalu Lintas
Siapkan Bantuan Hukum Gratis Bagi Warga Kurang Mampu, Fraksi PDIP DPRD Pekanbaru Gandeng LBH Tuah Negeri Nusantara
PLN akan Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Riau Mulai Hari ini Hingga 3 November, Cek Jadwalnya!

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Walikota DPD LIRA Pekanbaru Ucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda, Ajak Generasi Muda Bersatu dan Berkarya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Operasi Patuh Lancang Kuning Hari ke 3 Menunjukan Peningkatan, Jumlah Tilang Naik 46 Persen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Dandim 0302/Inhu Hadiri Upacara Peringatan Sumpah Pemuda ke 98 di Halaman Kantor Bupati

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Meriah dan Penuh Warna, SD Negeri 86 Pekanbaru Peringati Sumpah Pemuda dengan Nuansa Budaya Nusantara

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Satu Siswa Tewas, Satu Kritis Usai Jalankan Perintah Guru, BASMI Riau Desak Evaluasi Kepala SMAN 1 Tapung

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page