SUARANEWS86.COM || SURABAYA — Seorang bayi perempuan bernama Alena yang baru berusia 28 hari meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan bahwa bayi tersebut sebelumnya diberi telur mentah oleh neneknya.
Alena dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026), setelah mendapatkan penanganan medis dalam kondisi kritis di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), unit perawatan intensif khusus bayi baru lahir.
Kabar meninggalnya Alena turut mengundang perhatian masyarakat di media sosial. Keluarga bayi juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, termasuk Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan tim medis RSUD Dr. Soetomo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Emil menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Alena. Ia mengatakan, pihaknya bersama rumah sakit telah memantau kondisi bayi tersebut selama beberapa hari terakhir.
“Kami sangat berduka. Saya meyakini tim RSUD Dr. Soetomo telah memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa ananda Alena sejak dirujuk dalam kondisi yang sangat memprihatinkan saat tiba di RSUD Dr. Soetomo,” kata Emil, melansir detikNews.
Menurut informasi yang diterima Emil dari pihak rumah sakit, Alena mengalami infeksi serius pada saluran pencernaan.
Meski demikian, hubungan antara kondisi medis bayi dan dugaan konsumsi telur mentah masih perlu diklarifikasi oleh tenaga medis yang berwenang.
“Untuk keterkaitan dengan apa yang dikonsumsi, mohon kita serahkan ke tim medis terkait untuk memberi keterangan. Info yang kami dapat, terjadi infeksi serius di saluran pencernaan,” jelas Emil.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak memberikan makanan atau bahan pangan yang belum sesuai dengan usia bayi. Pemberian makanan pada bayi baru lahir harus mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
Hingga keterangan yang diberitakan tersebut, penyebab medis yang disampaikan adalah infeksi serius pada saluran pencernaan. Keterkaitan langsung dengan dugaan pemberian telur mentah belum dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi tersebut.
Editor : Reza


























