Ungkap Fakta Misteri Kematian Pasien di Puskesmas Bluto, Desak Komisi IV DPRD Bentuk Tim Independen Pencari Fakta

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || SUMENEP — Misteri Kematian H pasien di Puskesmas Bluto, Sumenep, Jawa Timur terus menjadi polemik. Keluarga pasien meminta Komisi IV DPRD setempat untuk membentuk Tim Independen Pencari Fakta peristiwa kematian warga desa Bluto tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Direktir Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Taretan Legal Justitia Zainurrozi selaku pendamping keluarga pasien. Menurutnya, pembentukan Tim Independen Pencari Fakta menjadi kewajiban karena belum adanya kejelasan soal kematian pasien di Puskesmas Bluto pada 24 November 2025 lalu.

“Karena sampai saat ini kami belum mendapatkan hasil yang katanya dari Dinas Kesehatan telah melakukan investigasi di Puskesmas Bluto,” katanya.

Menurutnya saat ini Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep terkesan menutup diri soal insiden yang menyebabkan kliennya meninggal dunia.

“Jadi, apapun yang telah dilakukan oleh Dinas terkait itu percuma, karena itu terkesan hanya sebagai laporan sampah yang dibiarkan menumpuk diatas meja kerjanya, dan pada ujungnya tidak akan berguna,” jelas dia.

“Oleh karena itu Tim Independen Pencari Fakta ini sangat penting untuk dibentuk. Sehingga semua menjadi terang benderang,” tegas dia.

Oleh sebab itu kata dia selain mendesak pembentukan Tim Independen Pencari Fakta juga bakal melakukan aksi turun jalan. “Bagi kami sudah jelas diamnya Dinas Kesehatan sama halnya melindungi kesalahan bawahannya. Sehingga patut dicurigai Dinas terkait tidak profesional selama ini. Makanya selain membentuk tim juga kami pasti melakukan aksi turun jalan nanti,” tegasnya.

Baca Juga :  Shafira dan Refo Resmi Gelar Acara Pertunangan di Cafe Ayoola Bintaro Jaya

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi mengaku akan menampung semua aspirasi keluarga pasien.

“Tentu ini ada proses yang harus kami lalui. Sebagai wakil rakyat kami akan menampung dan memperjuangkan sesuai kewenangan kami di Komisi,” jelas dia.

Sebelumnya Mulyadi telah Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi menegaskan jika peristiwa meninggalnya pasien berinisial H di Puskesmas Bluto mengarah pada tindakan kelalaian.

“Kami Komisi IV lebih tegas bahwa ini (kasus kematian pasien H) adalah kelalaian (pihak puskesmas),” katanya dengan tegas.

Selain itu Komisi IV memerintahkan Dinas Kesehatan dan P2KB untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap Puskesmas Bluto.

Baca Juga :  INDODAX Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Ratusan KK Terima Manfaat

“Dan kami merekomendasikan untuk kemudian evaluasi secara total,” tegas Politisi Demokrat itu.

Untuk diketahui, salah satu pasien Puskesmas Bluto berinisial H meninggal dunia, Senin, 24 November 2025. Keluarga korban menduga kematian itu akibat kelalaian petugas Puksesmas. Salah satunya adanya dugaan tabung oksigen kosong saat dilakukan tindakan medis, dan keterlambatan saat proses rujukan.

Sebagai langkah untuk mencari keadilan, keluarga pasien sudah dua kali melakukan audiensi dengan Dinkes dan P2KB Sumenep. (Ions)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SIM Kedaluwarsa Diminta Tetap Bisa Diperpanjang, Warga Gugat UU LLAJ ke MK
Reshuffle Kabinet! Prabowo Lantik Suahasil Nazara jadi Menteri Keuangan Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Usai Latihan Prapenugasan, 150 Personel Polri Siap Bertugas dalam Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah
Pemerintah Siapkan Bansos Digital untuk 50 Juta Masyarakat Desil 1-5
Anaknya Masuk Desil 7, Purbaya Soroti Data BPS yang Meleset
HUT ke-25 Demokrat, Afrian Mukhlas: Partai Harus Makin Kokoh Jadi Rumah Kebangsaan dan Pro-Rakyat
HUT Ke-25 Partai Demokrat, DPC Sumenep Gaungkan Semangat Mengabdi di Momentum Maulid Nabi
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PVMBG Imbau Warga Jauhi Radius 3 Kilometer

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 09:46 WIB

SIM Kedaluwarsa Diminta Tetap Bisa Diperpanjang, Warga Gugat UU LLAJ ke MK

Senin, 14 September 2026 - 19:05 WIB

Reshuffle Kabinet! Prabowo Lantik Suahasil Nazara jadi Menteri Keuangan Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Kamis, 10 September 2026 - 17:14 WIB

Pemerintah Siapkan Bansos Digital untuk 50 Juta Masyarakat Desil 1-5

Kamis, 10 September 2026 - 14:04 WIB

Anaknya Masuk Desil 7, Purbaya Soroti Data BPS yang Meleset

Rabu, 9 September 2026 - 19:31 WIB

HUT ke-25 Demokrat, Afrian Mukhlas: Partai Harus Makin Kokoh Jadi Rumah Kebangsaan dan Pro-Rakyat

Berita Terbaru