Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar Meluas, 9 Orang Meninggal Dunia, Kota Padang Terisolasi

- Redaksi

Kamis, 27 November 2025 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Bencana hidrometeorologi yang terjadi di Sumatera Barat semakin mencemaskan. Banjir bandang dan longsor terjadi dimana-mana. Ibukota Provinsi Sumbar, kota Padang, hingga Kamis (27/11/2025) siang, terisolasi baik dari arah Padang Panjang, Solok maupun Pesisir Selatan.

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat (Sumbar), Ilham Wahab menyebutkan, hingga Kamis (27/11) siang pukul 13.05 sebanyak sembilan orang meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa daerah.

“Hingga siang ini tercatat sembilan orang meninggal di beberapa titik,” kata Juru Bicara BPBD Provinsi Sumbar Ilham Wahab di Kota Padang, sebagaimana dilansir Antara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satu korban ditemukan di Kabupaten Pasaman Barat, tiga korban di Kabupaten Agam dan lima lainnya di Kota Padang. Dari data dan kondisi terkini di lapangan, BPBD setempat memperkirakan jumlah korban bisa terus bertambah mengingat proses pencarian masih berlangsung.

Baca Juga :  Santri Lapas Ikuti Kegiatan Ngaji dan Rebana untuk Pembinaan Mental dan Spiritual

“Dari catatan kami, angka ini ada kecenderungan bertambah walaupun kita berharap jangan ada lagi korban,” ujar Ilham Wahab.

Ia mengatakan BPBD provinsi, kabupaten dan kota bersama Basarnas Padang, TNI, Polri, relawan dan masyarakat masih terus berusaha menemukan korban yang hingga kini belum bisa ditemukan di sejumlah titik terjadinya bencana banjir bandang maupun tanah longsor.

Ilham menyampaikan belum bisa memastikan berapa jumlah warga yang dilaporkan masih hilang akibat terbawa arus banjir. Sebab, hingga kini tim gabungan terus berusaha semaksimal mungkin mengevakuasi dan mencari para korban.

“Untuk data pasti orang yang hilang kita belum dapatkan, tapi khusus di Kota Padang sudah ada lima yang meninggal dunia dan beberapa lagi masih kita cari,” sebut dia.

Pada siang ini, longsor juga menghantam kawasan batas kota Padang Panjang arah ke Padang. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari laporan masyarakat, di jembatan kembar Padang Panjang yang sudah terputus karena tertutup tanah longsor, terdapat sejumlah korban jiwa yang tertimbun dan belum bisa dievakuasi tim SAR. Sebelumnya kawasan Silaiang Kariang di Lembah Anai juga tertutup longsor yang mengakibatkan akses jalan Padang Panjang-Padang terputus.

Baca Juga :  Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Pimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025

Banjir dan longsor dilaporkan terjadi di sejumlah daerah di Sumbar, meliputi Tanah Datar, Padang Panjang, Agam, Bukittinggi, Kota Solok, Alahan Panjang Kabupaten Solok, Pesisir Selatan dan Kota Padang.

Banjir bandang dan longsor tersebut juga mengakibatkan jembatan putus dan beberapa di antaranya terbawa arus deras. Rumah-rumah juga banyak yang ambruk, terbawa air. Begitu pula kenderaan seperti mobil, truk dan alat-alat berat, terlihat terombang-ambing terseret derasnya air.

Di Kota Padang sendiri, sejumlah kawasan saat ini terputus akibat hantaman banjir dan galodo. Kuranji, Nanggalo, Koto Tangah hingga Lubuk Buaya merupakan kawasan terparah terdampak banjir dan hantaman air bah yang turun dari arah perbukitan sebelah Timur dan Utara Kota Padang.

Baca Juga :  Kodim 0302/Inhu Gelar Latbak Jatri Semester II di Lapangan Tembak Kompi B Yonif 132/BS

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau Padang Pariaman Provinsi Sumbar telah mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di provinsi itu yang diperkirakan masih dapat terjadi hingga 29 November 2025.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan mengatakan peringatan cuaca ekstrem tersebut sehubungan dengan adanya bibit siklon tropis 95B yang teridentifikasi sejak 21 November 2025 di wilayah Selat Malaka sebelah timur perairan Aceh.

Kondisi tersebut, ujar dia, memicu pola pertemuan arus angin atau massa udara di Sumbar serta Indeks Ocean Dipole (IOD) bernilai negatif sehingga meningkatkan suplai uap air dan kelembapan yang menyebabkan kondisi atmosfer labil. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tetapkan Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City sebagai Tersangka
Sekolah Negeri Boleh Tolak MBG, BGN: Harus Kesepakatan Bersama Satu Sekolah
Polresta Yogyakarta Usut Dugaan Pungli yang Dialami Pemilik Food Truck di Alun-alun Kidul
Pemilik Food Truck di Yogyakarta Curhat Kena Pungli Rp1 Juta Perhari Hingga Beri Jatah Makan Preman dan Oknum Polisi
Polda Metro Jaya Tangkap Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City
Kabar Gembira! Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Rp23 Triliun untuk Gaji PPPK 2027
Purbaya Sebut Danantara Keberatan Setor Rp120 Triliun ke Negara, Rosan: Kita Bicara dengan Menkeu Baru
SIM Kedaluwarsa Diminta Tetap Bisa Diperpanjang, Warga Gugat UU LLAJ ke MK

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:56 WIB

Polisi Tetapkan Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City sebagai Tersangka

Sabtu, 19 September 2026 - 14:01 WIB

Sekolah Negeri Boleh Tolak MBG, BGN: Harus Kesepakatan Bersama Satu Sekolah

Jumat, 18 September 2026 - 22:32 WIB

Polresta Yogyakarta Usut Dugaan Pungli yang Dialami Pemilik Food Truck di Alun-alun Kidul

Jumat, 18 September 2026 - 19:32 WIB

Pemilik Food Truck di Yogyakarta Curhat Kena Pungli Rp1 Juta Perhari Hingga Beri Jatah Makan Preman dan Oknum Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 14:51 WIB

Polda Metro Jaya Tangkap Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City

Berita Terbaru