Alasan Perusahaan Pecat Karyawan Gen Z: Mabuk Game-Kerja Tak Produktif

- Redaksi

Sabtu, 18 Januari 2025 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fenomena Kerja Baru

Lebih lanjut, Sarman juga mengamati adanya tren pekerja Gen Z yang cenderung tidak ingin terikat pada satu perusahaan atau lokasi kerja tertentu. Katanya, para pekerja Gen Z saat ini cenderung memilih bekerja tidak hanya di satu tempat.

“Mereka ingin bekerja di beberapa tempat. Misalnya, ketika sudah menyelesaikan pekerjaan sebelum jam kantor berakhir, mereka memanfaatkan sisa waktu untuk pekerjaan produktif lainnya,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan kemajuan teknologi dan fleksibilitas kerja jarak jauh, pekerja Gen Z semakin memanfaatkan fasilitas seperti perangkat elektronik dan jaringan internet untuk bekerja dari mana saja, termasuk dari kafe atau rumah.

Baca Juga :  Curi 5 Potong Kayu di Hutan, Petani di Gunung Kidul Terancam 5 Tahun Bui

“Mereka bisa bekerja secara efektif dan profesional tanpa harus berada di kantor,” tambah Sarman.

Meski terdapat tantangan dalam merekrut pekerja Gen Z, Sarman optimistis pekerja Gen Z memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan di era kemajuan teknologi. Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, peningkatan produktivitas, keterampilan, dan kompetensi pekerja muda menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

“Ke depan, teknologi tidak bisa dihindari. Pekerja Gen Z akan menjadi salah satu andalan kita untuk mengembangkan perusahaan dan menghadapi perkembangan teknologi di berbagai sektor,” pungkasnya.**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspada CS Palsu! INDODAX Ingatkan Pengguna Bahaya Phishing dan Social Engineering di Era AI
Bitcoin Terkoreksi Pasca FOMC, INDODAX Ajak Investor Tetap Fokus pada Fundamental
Mendag Budi Santoso Tegaskan HET Minyakita Tak Ada Kenaikan, Tetap di Harga Rp15.700 per Liter
Rupiah Melemah, Turis Malaysia Ramai Berburu Belanja Murah di Indonesia
Sempat Langka dan Harga Melonjak, Kini Pasokan dan Harga Minyakita di Pasaran Mulai Stabil
INDODAX Dorong Generasi Muda Mulai Investasi Rutin di Tengah Fenomena Pinjol dan Paylater
INDODAX Soroti Pentingnya Perlindungan Konsumen di Era Keuangan Digital yang Semakin Terbuka
Harga Minyakita di Pekanbaru Meroket Tembus Hingga Rp 20.000 per Liter, Disperindag Telusuri ke Distributor

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:33 WIB

Bitcoin Terkoreksi Pasca FOMC, INDODAX Ajak Investor Tetap Fokus pada Fundamental

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:10 WIB

Mendag Budi Santoso Tegaskan HET Minyakita Tak Ada Kenaikan, Tetap di Harga Rp15.700 per Liter

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:37 WIB

Rupiah Melemah, Turis Malaysia Ramai Berburu Belanja Murah di Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:22 WIB

Sempat Langka dan Harga Melonjak, Kini Pasokan dan Harga Minyakita di Pasaran Mulai Stabil

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:21 WIB

INDODAX Dorong Generasi Muda Mulai Investasi Rutin di Tengah Fenomena Pinjol dan Paylater

Berita Terbaru