Ajudan Diduga Pukul Wartawan, Kapolri Minta Maaf

- Redaksi

Senin, 7 April 2025 - 00:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas dugaan kekerasan ajudannya terhadap wartawan saat menjalankan tugas peliputan di Semarang, Jawa Tengah.

Peristiwa dugaan kekerasan terjadi saat kegiatan Kapolri meninjau arus balik di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Sabtu, 5 April 2025.

“Saya baru mendengar (dugaan kekerasan ajudan) dari link berita. Namun kalau benar itu terjadi, saya sangat menyesalkan kejadian tersebut,” kata Kapolri dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 6 April 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip dari Rmol.id, Menurut Kapolri, hubungan insan media dan Polri selama ini telah terjalin baik. Untuk itu, ia memastikan akan menelusuri dan menindaklanjuti dugaan kekerasan yang dilakukan anak buahnya itu.

Baca Juga :  Sadis! Lagi Bonceng Istri, Pria di OKI Tewas Ditembak Teman Sendiri

“Secara pribadi saya minta maaf terhadap insiden yang terjadi dan membuat tidak nyaman rekan-rekan media,” pungkasnya.

Sementara itu, organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam dugaan tindakan kekerasan fisik maupun verbal yang dilakukan ajudan Kapolri kepada sejumlah wartawan.

Ketua PFI Semarang, Dhana Kencana mengatakan, peristiwa tersebut berawal saat sejumlah jurnalis merekam Kapolri saat menyapa calon penumpang kereta api di Stasiun Tawang.

Saat itu, salah seorang ajudan Kapolri meminta para jurnalis mundur menjauh dengan cara mendorong.

Baca Juga :  Keluarga Pasien Geram, Kadinkes Sumenep Diduga Lindungi Kebobrokan Kepala Puskesmas Bluto

Wartawan yang diduga mengalami kekerasan tersebut diketahui bernama Makna Zaezar dari Kantor Berita Antara Foto. Makna sempat menjauh hingga ke sekitar peron setelah diperingatkan ajudan Kapolri. Namun tak lama, ajudan tersebut menghampiri Makna.

“Ajudan tersebut menghampiri Makna, kemudian melakukan kekerasan dengan cara memukul kepala Makna. Anggota polisi itu juga mengeluarkan ancaman verbal kepada para jurnalis. Dia terdengar mengatakan kalimat, ‘kalian pers, saya tempeleng satu-satu’,” ujar Dhana dalam siaran persnya. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DePA-RI: Jangan Biarkan Viralitas Menjadi Pengadilan Media Sosial
Kodam IX/Udayana Kerahkan Prajurit Evakuasi Warga Pascagempa M 7,7 di NTT
Gempa M7,7 Guncang NTT, Telan Korban Jiwa dan Rusak Sejumlah Bangunan
Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah
Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Tim Labfor Polda Sumut Lakukan Penyelidikan ke SPPG Karo Sempajaya
Rekaman CCTV Jadi Sorotan, Kuasa Hukum AKBP Faisal Klaim Tak Ada Bukti “Cium-Cium”
Razia Rokok Ilegal, 2 Oknum Satpol PP dan WH Aceh Utara Terekam CCTV Diduga Masukan Rokok ke Saku
Polisi Tangkap 2 Orang Terkait Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:52 WIB

DePA-RI: Jangan Biarkan Viralitas Menjadi Pengadilan Media Sosial

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Kodam IX/Udayana Kerahkan Prajurit Evakuasi Warga Pascagempa M 7,7 di NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Gempa M7,7 Guncang NTT, Telan Korban Jiwa dan Rusak Sejumlah Bangunan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Rekaman CCTV Jadi Sorotan, Kuasa Hukum AKBP Faisal Klaim Tak Ada Bukti “Cium-Cium”

Berita Terbaru