Diduga jadi Korban Pembullyan, Siswa SD di Pekanbaru Meninggal Dunia

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) 108 Pekanbaru, Riau diduga meninggal dunia karena menjadi korban bullying. MA yang berusia 13 tahun meninggal dunia, Minggu (23/11/2025).

Ia diduga menjadi korban perundungan yang melibatkan teman sebayanya. Kejadian ini memicu duka dan keprihatinan mendalam di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Informasi dari warga di Jalan Kesadaran, Kecamatan Bukit Raya, menyebutkan korban sempat mendapatkan perawatan dalam beberapa hari terakhir sebelum akhirnya meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tadi malam meninggalnya, siang tadi dimakamkan, baru berumur 13 tahun,” ujar seorang pelayat di rumah duka.

Baca Juga :  Kalapas Pekanbaru Hadiri Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Pejabat Manajerial di Lingkungan Kanwil Ditjenpas Riau

Dugaan sementara menyebutkan korban mengalami kekerasan fisik, termasuk pukulan di bagian kepala. Kondisi tersebut disebut menjadi pemicu memburuknya kesehatan korban hingga akhirnya tidak dapat diselamatkan.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Masykur Tarmizi, hadir langsung melayat.

Kehadiran mereka menjadi sinyal bahwa dugaan perundungan ini mendapat perhatian serius. Wali Kota berada di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan mendengarkan keterangan dari keluarga.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru melalui Sekretaris, Syafrian Tommy, membenarkan adanya dugaan kasus bullying tersebut.

“Iya benar. Sekarang lagi melayat ke rumah duka,” ucapnya.

Baca Juga :  Diduga Awal Pemalsuan Register Tanah SKGR, Akibat Staf Camat Mengeluarkan Copi Salinan

Ia menjelaskan pihaknya belum dapat memberikan penjelasan lebih jauh terkait detail peristiwa karena proses pendalaman masih berlangsung.

Penyelidikan terhadap kronologi dugaan perundungan ini diharapkan mampu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi serta memastikan langkah perlindungan bagi siswa lainnya.

Kasus ini menambah daftar panjang kekhawatiran terhadap praktik perundungan di lingkungan sekolah.

Peristiwa yang menimpa MA menjadi pengingat bahwa kekerasan antar anak bukan hanya persoalan disiplin, tetapi dapat mengancam keselamatan dan masa depan mereka. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN akan Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Riau Mulai Hari ini Hingga 3 November, Cek Jadwalnya!
Polres Inhu Amankan 4 Sopir dan 8.300 Liter Bio Solar, Dugaan Penyalahgunaan BBM Diselidiki
Tragedi Pelajar Tapung, Tim Media Telusuri Dugaan Penugasan Siswa dan Pengawasan Keselamatan Sekolah
Dua SHGB Aktif Jadi Dasar Klaim, Kuasa Hukum CV Kaluku Minta Polemik Lahan Pesisir Rumbai Diuji Lewat Jalur Hukum
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Polda Riau Sasar 10 Pelanggaran Prioritas
Polemik Pelantikan 247 Kepala Sekolah di Inhu, LIRA Dorong Pembentukan Pansus
Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek
Kampung Narkoba Menuju Kampung Bersinar, Polda dan Pemda Perlu Hadirkan Program Nyata

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

PLN akan Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Riau Mulai Hari ini Hingga 3 November, Cek Jadwalnya!

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Polres Inhu Amankan 4 Sopir dan 8.300 Liter Bio Solar, Dugaan Penyalahgunaan BBM Diselidiki

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Tragedi Pelajar Tapung, Tim Media Telusuri Dugaan Penugasan Siswa dan Pengawasan Keselamatan Sekolah

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Dua SHGB Aktif Jadi Dasar Klaim, Kuasa Hukum CV Kaluku Minta Polemik Lahan Pesisir Rumbai Diuji Lewat Jalur Hukum

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Polda Riau Sasar 10 Pelanggaran Prioritas

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page