Permintaan Melonjak, Bitcoin Jadi Aset Global Bernilai US$3,67 Triliun

- Redaksi

Selasa, 15 Juli 2025 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Jakarta — Bitcoin kembali mencetak sejarah dengan menembus US$123.000 untuk pertama kalinya pada 14 Juli 2025. Lonjakan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai US$3,67 triliun, menjadikannya salah satu aset paling bernilai di dunia, menggeser Google dan menempati posisi keenam global. Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi arus masuk besar ke ETF Bitcoin, peningkatan minat institusi, serta ekspektasi regulasi yang lebih jelas di Amerika Serikat.

Menurut Farside Investors, ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus masuk US$1,17 miliar dalam satu hari, menjadikannya arus masuk harian terbesar kedua sepanjang sejarah ETF kripto. BlackRock memimpin dengan iShares Bitcoin Trust (IBIT) senilai US$448 juta, disusul Wise Origin Bitcoin Fund milik Fidelity sebesar US$324 juta. Total dana yang terkumpul di ETF Bitcoin spot kini melampaui US$50 miliar.

Baca Juga :  Satlantas Polresta Pekanbaru Amankan 28 Motor Pelaku Balap Liar di Pekanbaru

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, mengatakan, “Saat ini, ETF Bitcoin dapat membeli Bitcoin dalam jumlah sangat besar, sedangkan Bitcoin yang ditambang jumlahnya sedikit. Penambang hanya bisa menghasilkan puluhan juta dolar per hari, tapi ETF bisa beli lebih dari US$1 miliar dalam satu hari. Jika permintaan jauh lebih besar daripada pasokan, wajar kalau harga terus naik dan mencetak rekor baru.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar kripto kini bukan hanya arena investor ritel. “Yang lebih menarik, ini bukan lagi soal investor kecil yang ikut tren. Sekarang pemain besar seperti BlackRock dan Fidelity masuk dengan dana triliunan rupiah kalau dikonversi,” tambah Antony.

Baca Juga :  Layanan E KTP dan KIA Lumpuh, Disdukcapil Pekanbaru: Mohon Maaf, Lagi Ada Ganguan Pada Server

“Dengan adanya ETF, mereka tidak perlu lagi repot menyimpan Bitcoin atau Ether sendiri. Cukup beli ETF seperti beli saham, dan ini membuat kripto jadi bagian dari pasar keuangan utama, bukan lagi dianggap eksperimen,” ungkapnya.

Antony menegaskan bahwa tren ini juga didukung oleh regulasi yang semakin jelas di negara besar. “Kalau dulu kripto sering dianggap liar, sekarang justru dibuat aturan supaya aman. Ini memberi sinyal bahwa kripto bukan sesuatu yang akan hilang, tapi semakin diakui. Dalam jangka panjang, ini bisa membuat harga Bitcoin dan Ether bertahan di level tinggi atau bahkan naik lebih jauh,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bersama Tuhan Menyerbu dari Langit: Ratusan Prajurit TNI Lakukan Penerjunan di Morowali

Namun, ia mengingatkan investor agar tetap bijak. “Harga tinggi bukan berarti kita harus buru-buru ikut euforia. Gunakan strategi investasi yang aman, seperti beli bertahap (Dollar-Cost Averaging), agar risiko terkendali. Karena meskipun prospeknya cerah, kripto tetap mengalami fluktuasi,” tutup Antony.

Dengan permintaan yang jauh melampaui suplai, dukungan regulasi global, dan peran ETF sebagai penggerak likuiditas, rekor US$123.000 kemungkinan hanya menjadi permulaan dari babak baru dalam sejarah keuangan global. (Rls)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA
Luhut Usul ke Prabowo Kerugian Negara Bukan Tindak Pidana Korupsi
Viral! Aksi Arogan Ajudan Gubernur Kaltim ke Mahasiswa Demo
Bareskrim Polri Tangkap Ketua LSM LIRA Kepri Yusril Koto, Diduga Terlibat Pengancaman Pengusaha Lewat Narasi Berita
Posting soal Batam Blackout, Warganet Dipanggil Polda Kepri
TNI Pastikan Tunduk Putusan MK soal Revisi UU Peradilan Militer
Putusan MK: Prajurit TNI Terlibat Tindak Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum
Rotasi Jabatan Strategis TNI, Dua Jenderal TNI Emban Amanah Baru

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:02 WIB

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Luhut Usul ke Prabowo Kerugian Negara Bukan Tindak Pidana Korupsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Viral! Aksi Arogan Ajudan Gubernur Kaltim ke Mahasiswa Demo

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Bareskrim Polri Tangkap Ketua LSM LIRA Kepri Yusril Koto, Diduga Terlibat Pengancaman Pengusaha Lewat Narasi Berita

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Posting soal Batam Blackout, Warganet Dipanggil Polda Kepri

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page