SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Sebuah video amatir berdurasi singkat yang beredar luas melalui platform media sosial TikTok memicu perhatian masyarakat. Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi dalam jumlah besar di wilayah Kota Pekanbaru.
Lokasi yang disebut berada di kawasan Jalan Rambutan, jalur utama menuju Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, diduga milik inisial cupling dan wilan, kini menjadi sorotan publik. Keberadaan tempat yang diduga digunakan untuk aktivitas penampungan BBM bersubsidi itu memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan serta langkah penegakan hukum terhadap dugaan praktik tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat sejumlah tandon berbahan besi berukuran besar yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan solar dalam jumlah besar. BBM tersebut diduga berasal dari aktivitas pengumpulan solar subsidi yang diperoleh dari sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menggunakan kendaraan tertentu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Barisan Masyarakat Bersih dari Korupsi (BASMI) Riau menanggapi hal ini, dikatakannya, kegiatan ilegal di kota Pekanbaru ini tidak dipungkiri lagi, memang banyak, justru yang menjadi perhatian bersama, kegiatan ini seakan-akan sulit untuk ditertibkan.
Apalagi soal kegiatan penimbunan BBM solar subsidi, dipastikan kegiatan itu menjadi bisnis yang sangat menjanjikan dengan mendapatkan keuntungan besar.
Dalam hal ini, ketua BASMI Riau, Fadli meminta kepada aparat penegak hukum agar dapat bertindak tegas dan terukur dalam menertibkan kegiatan ilegal yang ada di Riau khusus nya di pekanbaru ini,” pintanya. Selasa (25/8/26).
“Terakhir, kita akan terus mendukung penegak hukum untuk menertibkan tempat ilegal tanpa memandang bulu, jika terus dibiarkan maka kegiatan ini akan merajalela dan pastinya sangat merugikan masyarakat banyak,” tutupnya.
Terkait dugaan kepemilikan maupun keterlibatan dalam aktivitas ilegal tersebut, hingga berita ini diterbitkan, media ini masih terus berupaya meminta konfirmasi kepada pihak terkait. (***tim)


























