SUARANEWS86.COM || Seorang ibu yang anaknya diduga menjadi korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) meluapkan kemarahannya kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
Insiden tersebut terjadi saat Kepala BGN meninjau kondisi para pelajar yang sedang dirawat di Rumah Sakit Efarina, Minggu (16/08/2026).
Sambil menangis, ibu tersebut menceritakan kondisi anaknya, siswa SMA Negeri 1 Berastagi, yang sejak Kamis mengalami sesak napas hingga harus dirawat selama tiga hari di Rumah Sakit Amanda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sempat diperbolehkan pulang, kondisi anaknya kembali memburuk setelah mengalami mual dan gatal-gatal hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Etahanam.
Dengan suara bergetar, ia kemudian berteriak menggunakan bahasa daerah. Ia menanyakan apa yang terkandung dalam makanan yang disantap anaknya.
Hingga kini, ia mengaku belum mendapat penjelasan mengenai penyebab anaknya mengalami keracunan.
“Tolong Bapak, permintaan maaf Bapak tidak mengubah keadaan, apa sebenarnya racun yang dimakan anak saya, agar kami tahu mengobatinya,” ujarnya sambil menangis.
Dia juga meminta pertanggungjawaban BGN.
“Pertanggungjawaban yang mana yang kalian bilang, anak saya ini segeranya kenapa, tolong jangan cuma datang dan melihat kasih kami keterangan yang jelas,” ucapnya sambil teriak.
Kepala (BGN) Sudaryono menyampaikan, pihaknya akan membuka secara gamblang hasil investigasi dan tidak akan menutup-nutupi hasilnya.
“Kita akan terbuka, semuanya kita akan buka, kalau penyebab berasal dari ikan yang tidak diletakkan di ruang pendingin lebih dari 12 jam,” ujar dia.
Dia mengaku ada kelalaian oleh petugas SPPG yang fatal dan menjadi penyebab terjadinya keracunan ini.
“Hasil uji sudah ada di dinas kesehatan, itu ada kelalaian yang fatal dan kita sudah lakukan penutupan dapur, dan kepala SPPG sudah kita copot,” ujarnya.
Hingga saat ini, ada 64 anak yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit diduga akibat keracunan MBG di Berastagi. **
Editor : Reza


























