BGN Tegaskan untuk Perkuat Pengawasan, Guru Diminta Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Badan Gizi Nasional (BGN) meminta sekolah memperkuat pengawasan terhadap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum menu diberikan kepada peserta didik. Salah satu mekanismenya adalah pemeriksaan langsung terhadap makanan melalui pengamatan, penciuman hingga pencicipan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan guru maupun tenaga kependidikan dapat dilibatkan sebagai salah satu lapisan pemeriksaan terakhir untuk memastikan makanan yang diterima siswa berada dalam kondisi aman dan layak dikonsumsi.

“Bapak, ibu guru sebagai perannya kami mohon sebagai organoleptik yang terakhir,” ujar Sudaryono dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Sabtu (8/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemeriksaan tersebut dikenal sebagai uji organoleptik. Dalam pelaksanaannya, makanan diperiksa dengan melihat kondisi fisik, mencium aroma, kemudian mencicipi sampel untuk mengetahui apakah terdapat indikasi makanan tidak layak dikonsumsi.

Baca Juga :  Polisi Tangkap 4 Orang Debt Collector yang Aniaya Debitur di Pekanbaru

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kondisi yang tidak sesuai standar, makanan tersebut tidak diperbolehkan dibagikan kepada siswa. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari sistem pengawasan berlapis yang diterapkan BGN dalam pelaksanaan MBG.

Selain melibatkan tenaga pendidik, BGN juga menempatkan person in charge (PIC) di masing-masing sekolah. PIC berasal dari tenaga kependidikan, seperti staf administrasi maupun tata usaha.

Petugas tersebut memiliki tugas menerima makanan yang dikirim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kemudian memastikan kondisi makanan sebelum didistribusikan kepada peserta didik.

Dengan demikian, pengawasan makanan MBG tidak hanya dilakukan di dapur produksi SPPG. Pemeriksaan dilanjutkan ketika makanan tiba di sekolah hingga menjelang dikonsumsi siswa.

Baca Juga :  SPSI Riau Dukung Pekerja Tempuh Kuliah S1 Lewat Jalur RPL

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan keterlibatan sekolah dalam pelaksanaan MBG tidak dimaksudkan untuk memberikan tambahan beban kerja kepada para guru.

“MBG yang diselenggarakan di sekolah tidaklah dimaksudkan untuk membebani dan menambah tugas bapak, ibu guru sekalian,” kata Mu’ti.

Menurutnya, keberadaan program MBG juga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pendidikan bagi peserta didik. Selain memenuhi kebutuhan gizi, program tersebut dapat membantu membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus memperkuat pendidikan karakter melalui penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Namun, mekanisme pemeriksaan makanan di sekolah tetap menjadi perhatian publik. Terlebih, sebelumnya muncul sejumlah laporan dugaan gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan konsumsi makanan MBG di beberapa daerah.

Baca Juga :  Kebakaran Ruko di Jalan Nangka, 4 Orang Terjebak Didalamnya Ditemukan Tewas

Karena itu, pelibatan sekolah dalam pemeriksaan makanan diharapkan benar-benar menjadi bagian dari sistem keamanan pangan yang efektif dan terintegrasi, bukan sekadar memindahkan tanggung jawab pengawasan kepada guru maupun pihak sekolah.

Pengawasan utama terhadap keamanan makanan tetap membutuhkan penerapan standar yang ketat sejak pemilihan bahan baku, proses pengolahan di SPPG, pengemasan, distribusi, hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa.

Dengan sistem pengawasan dari hulu hingga hilir tersebut, pelaksanaan MBG diharapkan mampu memenuhi tujuan program, yakni menyediakan makanan bergizi sekaligus memastikan setiap hidangan yang diterima peserta didik aman dan layak konsumsi. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pidato Prabowo: Investasi Percuma Jika Rakyat Masih Kelaparan
BGN Luncurkan Radar MBG, Orang Tua Bisa Pantau Menu dan Kandungan Gizi Hingga Lokasi SPPG
BGN Minta Sekolah Perketat Pengawasan Makanan MBG, SPPG Bermasalah Terancam Ditutup
Kirim Surat ke Presiden, Penyelesaian Sengketa dan Penyatuan PPM Harus segera Terlaksana
Viral Dugaan Pencatutan Data Anak di Dapodik PAUD, Kemendikdasmen Janji Tindak Tegas jika Terbukti
Tanggapi Dokter Viral yang Diduga Hujat Pasien BPJS di Medsos, IDI: Akan Dipanggil dan Disidang Etik
KPK Tetapkan Pegawainya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang
Presiden Prabowo Naikan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemenhan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:48 WIB

BGN Tegaskan untuk Perkuat Pengawasan, Guru Diminta Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Pidato Prabowo: Investasi Percuma Jika Rakyat Masih Kelaparan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:00 WIB

BGN Luncurkan Radar MBG, Orang Tua Bisa Pantau Menu dan Kandungan Gizi Hingga Lokasi SPPG

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:58 WIB

BGN Minta Sekolah Perketat Pengawasan Makanan MBG, SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:35 WIB

Kirim Surat ke Presiden, Penyelesaian Sengketa dan Penyatuan PPM Harus segera Terlaksana

Berita Terbaru