Bocah 12 Tahun di Pelalawan Tewas Diterkam Harimau Sumatera

- Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Seorang bocah berusia 12 tahun bernama Jerlin Zalukhu tewas diterkam Harimau Sumatera di kawasan areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) di, Desa Sungai Arai, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (7/7/2026) dini hari.

“Berdasarkan hasil investigasi, korban diserang sekitar pukul 04.30 WIB saat berada di luar kamar mandi camp pekerja,” kata Supartono, Jumat (10/7).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah menerima laporan serangan harimau tersebut, tim mitigasi langsung diturunkan ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak perusahaan.

“Tim mitigasi sedang berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk menyusun rencana observasi lapangan, pengumpulan data, serta olah tempat kejadian perkara (TKP),” ujar Supartono.

Baca Juga :  Tabrak Truk Tangki, Pengendara Motor di Pekanbaru Tewas Ditempat

Berdasarkan informasi yang diperoleh tim di lapangan, korban sebelum serangan harimau sedang menemani kakaknya mencuci peralatan makan di kamar mandi camp.

Saat kejadian, korban tiba-tiba diseret harimau yang diduga masuk melalui pagar pelindung bagian belakang camp yang dalam kondisi terbuka akibat mengalami kerusakan.

“Korban kemudian ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp dengan luka pada bagian leher kiri dan kanan,” jelas Supartono.

Menurut hasil pengukuran tim di lapangan, lokasi kejadian berada di camp pekerja PBPH-HTI, berjarak sekitar 5,3 kilometer dari kawasan Taman Nasional Zamrud dan sekitar 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER), serta secara administratif berada di wilayah Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

Baca Juga :  Dukung Program Ketahanan Pangan, Lapas Pekanbaru Panen Sayur Selada dan Pakcoy

Sementara itu, hasil identifikasi menemukan tanda keberadaan Harimau Sumatera di sekitar camp pekerja. Jejak yang ditemukan memiliki ukuran panjang sekitar 16 sentimeter dan lebar 15 sentimeter, dengan jarak langkah terjauh antara kaki depan dan belakang sekitar 120 sentimeter.

Selain itu, hingga pukul 18.00 WIB, tim juga masih menerima laporan kemunculan Harimau Sumatera di sekitar lokasi kejadian.

“Saat ini tim sedang melakukan pemasangan camera trap di sekitar lokasi kejadian,” kata Supartono.

Tim menduga kemunculan Harimau Sumatera di lokasi tersebut dipicu adanya satwa mangsa yang dipelihara di dalam camp pekerja.

“Untuk menghindari kejadian serupa, petugas dan pemangku kepentingan terkait melakukan penyitaan terhadap satwa mangsa tersebut,” kata Supartono.

Baca Juga :  Menepis Tuduhan yang Dilakukan FPAR, Pemred Suaranews86.com Angkat Bicara

Sebagai langkah antisipasi, tim BBKSDA Riau mengimbau seluruh masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar kawasan habitat Harimau Sumatera agar meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas seorang diri, terutama pada malam hingga dini hari.

Masyarakat juga diimbau memastikan sistem pengamanan camp dalam kondisi baik serta segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui keberadaan satwa liar di sekitar lokasi.

“Tim BBKSDA Riau akan terus melakukan upaya penanganan secara terukur bersama pihak terkait, dengan tetap mengedepankan keselamatan manusia serta pelestarian Harimau Sumatera sebagai satwa yang dilindungi,” tutup Supartono. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Iuran Rp385 Ribu SMAN 1 Pekanbaru: Orangtua Mengeluh, Kepsek Mengaku Tak Tahu
Kabut Asap Melanda Inhu, Disdik Terapkan Pembelajaran Daring untuk PAUD, SD dan SMP
Ditlantas Polda Riau Tinjau Kesiapan Open Traffic Tahap 2, Pastikan Akses Tol Aman bagi Pengguna Jalan
Dugaan Pungli SPMB SMAN 5 Tapung Bergulir, BASMI Riau Minta Proses Sesuai Fakta
Presiden Prabowo Tiba di Pekanbaru, Pantau Penanganan Karhutla di Rimbo Panjang Kampar
Pemko Pekanbaru Liburkan Sekolah Akibat Dampak dari Kabut Asap, MBG Tetap Disalurkan
Kualitas Udara di Pekanbaru Tak Sehat, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah Hingga Gunakan Masker
Asap Tebal Selimuti Pekanbaru, Ditlantas Polda Riau Bagikan Ribuan Masker kepada Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:14 WIB

Di Balik Iuran Rp385 Ribu SMAN 1 Pekanbaru: Orangtua Mengeluh, Kepsek Mengaku Tak Tahu

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Kabut Asap Melanda Inhu, Disdik Terapkan Pembelajaran Daring untuk PAUD, SD dan SMP

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Ditlantas Polda Riau Tinjau Kesiapan Open Traffic Tahap 2, Pastikan Akses Tol Aman bagi Pengguna Jalan

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Dugaan Pungli SPMB SMAN 5 Tapung Bergulir, BASMI Riau Minta Proses Sesuai Fakta

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Presiden Prabowo Tiba di Pekanbaru, Pantau Penanganan Karhutla di Rimbo Panjang Kampar

Berita Terbaru