Menunjukkan Sikap Arogannya, Aparat Diminta Jangan Tutup Mata pada Aktivitas Galian C Ilegal

- Redaksi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Aktivitas galian C ilegal kembali ditemukan beroperasi secara terang-terangan di wilayah Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (24/1/2026). Ironisnya, kegiatan yang berpotensi melanggar hukum ini seolah berjalan tanpa pengawasan dan penindakan dari aparat berwenang.

Temuan tersebut diperoleh dari hasil investigasi langsung awak media bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) (HAM) Indonesia di lokasi. Berdasarkan pantauan, terlihat alat berat ekskavator aktif mengeruk material tanah, disertai sejumlah truk dump yang keluar masuk lokasi membawa hasil galian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penjaga Proyek Bersikap Arogan dan Tidak Kooperatif saat awak media dan LSM (HAM) Indonesia berupaya melakukan konfirmasi dan meminta penjelasan terkait legalitas kegiatan tersebut, penjaga proyek justru menunjukkan sikap tidak kooperatif, cenderung arogan, dan menghindari pertanyaan.

Baca Juga :  Polres Inhu Gelar Apel Hari Pohon Sedunia Serta Tanam Pohon di Tepian Sungai Indragiri

Tidak hanya menolak memberikan keterangan, penjaga proyek juga terkesan menghalangi upaya dokumentasi, sehingga semakin memperkuat dugaan bahwa aktivitas tersebut bermasalah secara hukum.

“Jika kegiatan ini legal, seharusnya tidak ada yang ditutup-tutupi. Sikap penjaga yang menolak memberi penjelasan justru memperkuat dugaan bahwa galian ini ilegal,” tegas perwakilan LSM (HAM) Indonesia di lokasi.

Tidak Ditemukan Informasi Perizinan
Hingga investigasi dilakukan, tidak ditemukan papan informasi proyek sebagaimana diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan, seperti:

Izin Usaha Pertambangan (IUP),

Dokumen AMDAL atau UKL-UPL,

Rekomendasi dari instansi teknis terkait.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: siapa yang melindungi aktivitas galian C ini hingga bisa beroperasi bebas di tengah kota?

Potensi Pelanggaran Hukum dan Pasal Pidana jika terbukti tidak mengantongi izin resmi, maka aktivitas tersebut berpotensi melanggar sejumlah aturan hukum, di antaranya:

Baca Juga :  Polda Riau Tangkap Sindikat Pemalsuan Dokumen Kependudukan, Honorer Disdukcapil Terlibat

Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba):

Setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.

Pasal 161 Undang-Undang Minerba:

Setiap orang yang menampung, mengangkut, atau menjual hasil tambang tanpa izin dapat dipidana.

Pasal 98 dan Pasal 99 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup:

Setiap orang yang dengan sengaja atau lalai melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan dapat dipidana penjara hingga 10 tahun dan denda hingga Rp10 miliar.

Pasal 406 KUHP (jika terbukti merusak lingkungan atau fasilitas umum).

LSM Desak Aparat Segera Bertindak
Atas temuan ini, LSM (HAM) Indonesia tegas mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), Dinas ESDM Provinsi Riau, dan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk segera:

Baca Juga :  Tim KPK Geledah Kantor Dinas PUPR Riau

Melakukan penyegelan lokasi,

Memeriksa legalitas izin,

Menindak tegas pihak-pihak yang terlibat tanpa pandang bulu.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika aparat terus diam, publik berhak menduga adanya pembiaran atau permainan,” tegas LSM (HAM) Indonesia dalam pernyataan resminya.

LSM (HAM) Indonesia juga menegaskan akan melaporkan temuan ini secara resmi ke instansi terkait dan membuka seluruh data dokumentasi kepada publik sebagai bentuk kontrol sosial.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola galian C belum memberikan klarifikasi, sementara aktivitas di lokasi diduga masih terus berlangsung. (Tim)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Pelantikan 247 Kepala Sekolah di Inhu, LIRA Dorong Pembentukan Pansus
Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek
Kampung Narkoba Menuju Kampung Bersinar, Polda dan Pemda Perlu Hadirkan Program Nyata
Dugaan Pungutan Parkir di Dekat RSUD Arifin Achmad, BASMI Riau Desak Pemeriksaan Lapangan
Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan
Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli
Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi
Pajak Parkir di Pekanbaru Jadi Sorotan, Tim Media Minta Penjelasan Bapenda soal RSUD, Bandara hingga Minimarket

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:40 WIB

Polemik Pelantikan 247 Kepala Sekolah di Inhu, LIRA Dorong Pembentukan Pansus

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Kampung Narkoba Menuju Kampung Bersinar, Polda dan Pemda Perlu Hadirkan Program Nyata

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page