Antrian Gas Elpiji 3 Kg Membawa Duka, Bahlil Minta Maaf Atas Meninggalnya Ibu Yonih

- Redaksi

Rabu, 5 Februari 2025 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Jakarta – Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meminta maaf atas meninggalnya perempuan asal Tangerang Selatan, usai mengantre saat membeli gas LPG 3 kilogram (Kg) di wilayah itu. Bahlil mengaku mengetahui kabar tersebut melalui pemberitaan yang beredar.

“Kita membaca banyak berita, katanya ada yang begitu. Ya, kami pemerintah pertama memohon maaf kalau ini terjadi,” kata Bahlil, usai meninjau salah satu pangkalan LPG di Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (4/2/2025).

Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan aturan saat ini yang membuat masyarakat kesulitan dalam mendapatkan gas LPG tersebut semata-mata untuk menata gar penyalurannya tepat sasaran.

Bahlil juga berdalih pemerintah ingin mempermudah penyaluran gas LPG untuk dijangkau oleh masyarakat.

“Yang kedua perbaikan. Apa yang kita lakukan pagi ini dari pagi ini sebagai respons untuk kita ingin rakyat kita mendapat LPG dengan baik dan gampang,” ucap Bahlil.

Sebelumnya, warga Pamulang, Tangerang Selatan, Yonih (62), dilaporkan meninggal dunia karena kelelahan saat mengantre beli tabung gas LPG subsidi 3 Kg, Senin (3/2/2025). Informasi tersebut disampaikan Ketua RT 001, Pamulang Barat, Saeful.

“Almarhumah antre gas di salah satu toko penjual gas 3 Kg yang tidak jauh dari lokasi rumahnya. Perkiraan 500 meter dari rumahnya, kecapekan sepertinya,” ucap Saeful di Tangsel, Senin dikutip dari Antara.

Baca Juga :  Kejagung Buka Suara Soal Penggeledahan yang Dilakukan oleh Kepolisian

Yonih ikut mengantre di pangkalan tabung gas LPG yang berlokasi tidak jauh dari rumahnya.

“Jadi almarhumah ini sudah membawa dua tabung gas 3 kg dan hendak pulang. Nggak jauh dari toko, almarhumah tiba-tiba istirahat karena kelelahan di depan toko laundry dan langsung pucat mukanya. Warga yang mengenal almarhumah, kemudian menelepon keluarganya untuk dijemput,” tukas dia.

Yonih sempat hendak berusaha dibawa ke rumah sakit, tetapi perempuan yang sehari-hari membuka warung makan itu meninggal dunia dalam perjalanan.

“Almarhumah kesehariannya membuka warung makanan, seperti nasi uduk dan lainnya. Almarhumah memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Sudah dimakamkan,” kata dia. **

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA
TNI Pastikan Tunduk Putusan MK soal Revisi UU Peradilan Militer
Putusan MK: Prajurit TNI Terlibat Tindak Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum
Rotasi Jabatan Strategis TNI, Dua Jenderal TNI Emban Amanah Baru
Prabowo Lantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB Gantikan Letjen TNI Suharyanto
Komdigi Tegaskan Sisa Kuota Internet Hak Pelanggan, Operator Dilarang Hanguskan Sepihak
Kemenag Permudah Pasutri Mendapatkan Kartu Nikah Digital, Berikut Caranya!
Letjen TNI Iwan Setiawan Jabat Pangkostrad Gantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:02 WIB

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:26 WIB

TNI Pastikan Tunduk Putusan MK soal Revisi UU Peradilan Militer

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Putusan MK: Prajurit TNI Terlibat Tindak Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Rotasi Jabatan Strategis TNI, Dua Jenderal TNI Emban Amanah Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Prabowo Lantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB Gantikan Letjen TNI Suharyanto

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page