Viralnya Biaya Perpisahan di Ponpes Aulia Cendekia Pekanbaru, Ini Kata Kiyai Masduki Fadly

- Redaksi

Rabu, 21 Mei 2025 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM | PEKANBARU — Viralnya kabar berita di kalangan masyarakat terkait dugaan pungutan liar kegiatan perpisahan siswa, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Aulia Cendekia Pekanbaru, Kyai Masduki Fadly, S.Sos.I menanggapi, Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan menyesatkan.

Dalam keterangannya kepada media ini, Selasa (20/5/2025), Kyai Masduki menjelaskan bahwa iuran perpisahan yang ditarik dari wali murid bukanlah pungutan liar, melainkan biaya resmi dan rutin yang diperuntukkan untuk pelaksanaan acara haflah akhirussanah, yaitu acara perpisahan dan wisuda santri, yang telah menjadi tradisi tahunan di ponpes tersebut.

“Iuran itu bukan pungutan liar, tapi bagian dari pelaksanaan acara haflah yang rutin kami adakan setiap tahun selama dua hari. Kami mengundang tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, serta menghadirkan para ulama dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sebagai bentuk apresiasi terhadap para santri yang telah menyelesaikan masa belajarnya,” ujar Kyai Masduki.

Ia menambahkan, bahwa penggunaan dana tersebut juga mencakup beberapa keperluan lainnya yang bersifat opsional dan tidak wajib bagi semua siswa. “Iuran itu tidak seluruhnya untuk acara. Ada juga pembiayaan untuk pakaian acara yang bisa dibawa pulang oleh siswa, serta untuk pembuatan souvenir kenang-kenangan kepada para guru, dan itu hanya bagi yang mampu saja,” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam rapat resmi yang diadakan bersama wali murid pada Senin (19/5/2025), pihak pesantren menegaskan komitmennya untuk tidak membebani wali murid yang memiliki kendala finansial.

“Saya sudah sampaikan langsung di depan semua wali murid, jika ada siswa yang tidak mampu membayar, silakan datang langsung ke kantor. Kita akan bantu dengan kebijakan khusus. Tidak ada paksaan, apalagi diskriminasi ataupun intimidasi,” tegas Kyai Masduki.

Baca Juga :  Dandim 0302/Inhu Coffe Morning dengan Forkopimda dan Batalyon Yonif TP 850/SC Inhu

Klarifikasi ini sekaligus menjadi jawaban atas isu-isu yang berkembang di media sosial maupun di tengah masyarakat yang menyebut adanya pungutan yang tidak transparan. Kyai Masduki menyayangkan penyebaran informasi yang tidak lengkap dan berpotensi merusak reputasi lembaga pendidikan yang selama ini menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, dan kebersamaan.

“Kami di Ponpes Aulia Cendekia selalu terbuka untuk berdialog. Setiap kegiatan yang menyangkut dana pasti dibahas bersama wali murid dalam forum resmi. Kami tidak berjalan sepihak,” katanya lagi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi isu dan tidak mudah terpancing oleh kabar yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, menjaga nama baik lembaga pendidikan adalah tanggung jawab bersama, terutama di tengah upaya membangun generasi Islami yang berkarakter dan berakhlakul karimah.

Baca Juga :  Dandim 0205/TK Tinjau Langsung Aktivitas Gunung Sinabung Bersama BPBD dan PVMBG

Kyai Masduki berharap masyarakat dapat memahami duduk persoalan yang sebenarnya dan kembali mempercayai Ponpes Aulia Cendekia sebagai lembaga pendidikan yang amanah, profesional, dan peduli terhadap semua lapisan masyarakat, terutama kalangan yang kurang mampu.

Ditambahkannya, untuk wali murid diminta untuk lebih bijak lagi mengambil keputusan, karena kita di sini sifatnya dari hati ke hati, jika ada yang merasa keberatan silahkan jumpai saya langsung, kita pasti bantu,” tutupnya. (Rls/Fa)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hak Beribadah Tetap Terjaga di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Rumbai Kedepankan Pembinaan Humanis
Hunian Mewah di Balik Jeruji Cibinong Disorot, Tahanan Tipikor di Rutan Sialang Bungkuk Ikut Dipertanyakan!
Satlantas Polresta Pekanbaru Buka Layanan Pengaduan Jalan, Warga Bisa Lapor Lewat Instagram
Dari Limbah Jadi Berkah! Lapas Narkotika Rumbai Manfaatkan FABA untuk Ketahanan Pangan, Paving Block Menyusul
Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Rutin di Blok Hunian WBP
Pemko Pekanbaru Alihkan Sekolah Tatap Muka Terbatas Menjadi PJJ Selama 2 Hari Kedepan
BOSDA 2024 Riau Tak Kunjung Tuntas, Inspektorat Targetkan Audit Rampung Awal November
Promosikan Batik Khas Daerah, Dandim 0302/Inhu Hadiri Batik Kuansing Carnival 2026

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Hak Beribadah Tetap Terjaga di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Rumbai Kedepankan Pembinaan Humanis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Hunian Mewah di Balik Jeruji Cibinong Disorot, Tahanan Tipikor di Rutan Sialang Bungkuk Ikut Dipertanyakan!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Satlantas Polresta Pekanbaru Buka Layanan Pengaduan Jalan, Warga Bisa Lapor Lewat Instagram

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Dari Limbah Jadi Berkah! Lapas Narkotika Rumbai Manfaatkan FABA untuk Ketahanan Pangan, Paving Block Menyusul

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Pemko Pekanbaru Alihkan Sekolah Tatap Muka Terbatas Menjadi PJJ Selama 2 Hari Kedepan

Berita Terbaru