SUARANEWS86.COM || PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) menata empat titik putar balik (U-turn) di kawasan Pekanbaru. Penataan tersebut bertujuan mengurai penumpukan kendaraan yang dikeluhkan warga, terutama pada jam sibuk sore hari.
Kemacetan dilaporkan terjadi di sejumlah titik, mulai dari persimpangan Mal Living World dan Mal SKA hingga U-turn di depan RS Hermina, kemudian mengarah ke Tugu Songket di kawasan Jalan Tuanku Tambusai.
Sejumlah pengguna jalan mengaku harus mengatur waktu perjalanan untuk menghindari antrean kendaraan yang memanjang di sepanjang jalur tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga Jalan Kartama, Khairul Alim, mengatakan kemacetan biasanya mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB atau menjelang magrib. Antrean kendaraan dari pusat kota menuju kawasan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), RS Hermina, hingga Tugu Songket terus memanjang setiap sore.
“Kalau jam pulang kerja macetnya lumayan panjang, mulai dari simpang lampu merah Mal LW dan SKA hingga arah UMRI, lalu RS Hermina sampai Tugu Songket dekat Terminal AKAP,” kata Khairul Alim, Rabu (28/10/2026).
Keluhan serupa disampaikan Santi, pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut untuk menuju kediamannya di kawasan Panam. Ia mengaku harus berangkat lebih awal sebelum pukul 16.00 WIB atau menunda perjalanan hingga malam hari agar terhindar dari kemacetan.
“Kalau pulang kerja harus setting waktu. Kalau bisa sebelum jam 16.00 harus bisa lewat jalan itu, atau pulang malam setelah isya. Semoga proyek pelebaran U-turn ini cepat selesai dan dapat mengurai kemacetan,” ujar Santi.
Menanggapi keluhan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Khairul Rizal, meminta masyarakat bersabar selama proses pengerjaan berlangsung.
Ia mengatakan progres fisik proyek Pelebaran dan Penambahan Lajur Jalan dalam Kota Pekanbaru telah mencapai 42,6 persen.
“Intinya, kami mohon masyarakat bersabar dan biarkan kami berprogres. Insyaallah pada 1 Januari 2027 nanti sudah ada perubahan lalu lintas di kawasan tersebut dan hasil penataan ini bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Khairul Rizal, Rabu (28/10/2026).
Proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai kontrak Rp36,87 miliar dengan masa pelaksanaan 121 hari. Pekerjaan fisik mencakup dua lokasi utama, yakni koridor Jalan HR Soebrantas Panam dan kawasan Simpang SKA.
Khairul Rizal juga menanggapi kekhawatiran masyarakat yang menilai pengerjaan U-turn di depan RS Hermina membuat badan jalan semakin sempit. Ia menegaskan, penataan tersebut dirancang untuk menambah kapasitas lajur, bukan memperkecil badan jalan.
“Kami tidak memperkecil geometri jalan. Justru kami menambah lebar jalan, jadi setelah pekerjaan selesai, kapasitas jalan akan lebih besar,” jelasnya.
Ia merinci, lebar jalan di depan RS Hermina yang semula sekitar 7,2 meter akan diperlebar menjadi total 17 meter pada bagian yang dikerjakan. Lebar tersebut direncanakan terbagi menjadi 10 meter untuk arus kendaraan lurus dan 7 meter untuk jalur putar balik.
“Tujuan utamanya bagaimana kami mengurai kemacetan, termasuk menghilangkan kemacetan di bawah flyover SKA. Kami mohon masyarakat bersabar karena pekerjaan ini masih berproses,” katanya.
Empat titik U-turn yang ditata berada di depan Daikin dan Lotte Mart di Jalan Soekarno-Hatta, serta di depan RS Hermina dan Masjid RJ di Jalan Tuanku Tambusai. Pekerjaan juga mencakup perbaikan geometri tikungan di kawasan Mal Living World.
Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau menargetkan seluruh pekerjaan penataan jalan rampung pada Desember 2026. Dengan demikian, rekayasa arus lalu lintas baru di kawasan Simpang SKA diharapkan dapat difungsikan secara optimal mulai awal 2027. **
Editor : Reza


























