Heboh! Bule kenakan Bikini di Danau Rusa, Disparbud Kampar Akui Kecolongan

- Redaksi

Senin, 9 Februari 2026 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Video yang memperlihatkan seorang wisatawan asing atau bule mengenakan bikini di objek wisata Danau Rusa PLTA Koto Panjang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Riau, viral dan menuai beragam tanggapan.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kampar, Afdal angkat bicara.

“Peristiwa tersebut bersifat insidental dan baru pertama kali terjadi di kawasan wisata tersebut,” kata Afdal kepada Riauaktual.com, Senin (9/2/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Afdal menyebut kejadian itu terjadi saat keterbatasan jumlah petugas pengawas di lapangan.

“Pada saat kejadian, petugas yang berjaga hanya dua hingga tiga orang. Sebagian staf sedang dialihkan untuk kegiatan gotong royong pembersihan di lokasi lain, sehingga kedatangan tamu tersebut tidak terpantau,” ujar Afdal.

Afdal menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan bentuk kecolongan pengawasan dan bukan sesuatu yang disengaja oleh pihak pengelola.

Baca Juga :  Mobil MBG Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru, 21 Orang jadi Korban dan 1 Guru

“Kejadiannya sudah terjadi dan tentu ini tidak kita harapkan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Disparbud Kampar akan menginstruksikan petugas di lapangan agar lebih aktif memberikan imbauan kepada seluruh pengunjung terkait norma dan etika yang berlaku di kawasan wisata, baik wisatawan asing maupun wisatawan lokal.

“Bukan hanya wisatawan asing, pengunjung lokal yang melakukan aktivitas camping juga harus diingatkan apabila ada hal-hal yang melanggar norma,” jelasnya.

Afdal menilai viralnya Danau Rusa justru menunjukkan adanya ketertarikan wisatawan asing yang dapat menjadi peluang bagi pengembangan sektor pariwisata daerah, selama dikelola dengan baik.

“Ini sebenarnya potensi. Wisatawan asing bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan wisatawan lokal. Tinggal bagaimana pengelolaannya dilakukan secara bijak,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak boleh mengabaikan adat dan budaya lokal.

Baca Juga :  TNI Berhasil Kuasai Markas OPM di Intan Jaya, 14 Anggota OPM Tewas usai Baku Tembak

“Kita sepakat ekonomi tidak boleh melanggar adat. Namun, cara mengingatkan wisatawan juga harus dilakukan secara bijak, tidak emosional, karena latar belakang budaya mereka berbeda,” tuturnya.

Menurut Afdal, pendekatan universal dengan penekanan pada etika dan aturan bersama perlu dikedepankan agar potensi wisata tidak hilang akibat reaksi sesaat.

Sementara itu terpisah, Ketua Gugus Depan Pemuda Serambi Mekkah (GPSM) Kabupaten Kampar, Ustaz Masnur Abdurrahman, menyampaikan keprihatinan mendalam atas viralnya video tersebut.

Ia menilai peristiwa itu telah mencederai nilai adat dan agama yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Kampar.

“Kampar memiliki norma sosial dan nilai religius yang kuat melalui prinsip Tigo Tungku Sajorangan, yaitu agama, adat, dan pemerintahan. Ketiganya harus dijaga dan berjalan seimbang,” ujar Masnur, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak boleh mengorbankan tatanan moral dan akhlak masyarakat setempat.

Baca Juga :  Kasus SPPD Fiktif, Pengacara: "Muflihun Korban Kriminalisasi SPPD Fiktif"

“Mungkin terlihat menguntungkan secara ekonomi, tetapi yang muncul justru keresahan di tengah masyarakat,” katanya.

Masnur juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak pengelola dan instansi terkait.

Ia menegaskan penolakan terhadap segala bentuk pornografi dan pornoaksi, termasuk yang dibungkus atas nama peningkatan pendapatan daerah.

Sebagai langkah ke depan, ia mendorong pemerintah daerah untuk menerbitkan aturan dan edaran resmi terkait etika berpakaian dan berperilaku di kawasan wisata, disertai pengawasan yang lebih ketat.

Selain itu, Masnur mengusulkan pengembangan konsep wisata berbasis adat dan religi, dengan menonjolkan pakaian adat serta produk lokal sebagai identitas pariwisata Kampar.

“Kita tidak harus meniru konsep wisata daerah lain. Kampar punya jati diri sendiri, dan itu harus ditegaskan dalam promosi pariwisata,” tutupnya. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pastikan Kesiapan Open Traffic, Ditlantas Polda Riau Tinjau Overpass STA 203+285
Asyifa Berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Keluarga dan SMAN 5 Pekanbaru Kompak Beri Dukungan
Poster “STOP INTIMIDASI” FMK2S Riau Mencuat, Konteks dan Pihak yang Dimaksud Masih Dipertanyakan
Berenang di Kolam Bekas Galian Green City, Warga Pekanbaru Tenggelam dan Ditemukan Tewas oleh Tim SAR
Kualitas Udara di Pekanbaru Kembali Memburuk, Pemko Kembali Perpanjang PJJ Hingga 2 Hari Kedepan
Gerak Cepat, Polantas Karib Riau Amankan Terduga Pelaku Pengeroyokan Pengemudi Truk di Tol Permai
Polantas Karib Edukasi Mahasiswa UMRI tentang Bahaya Kantuk dan Keselamatan Berkendara
Kanit PJR Tol Permai Pimpin Operasi Micro Sleep, Ingatkan Pengendara Utamakan Keselamatan

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:59 WIB

Pastikan Kesiapan Open Traffic, Ditlantas Polda Riau Tinjau Overpass STA 203+285

Senin, 21 September 2026 - 21:17 WIB

Asyifa Berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Keluarga dan SMAN 5 Pekanbaru Kompak Beri Dukungan

Senin, 21 September 2026 - 07:24 WIB

Poster “STOP INTIMIDASI” FMK2S Riau Mencuat, Konteks dan Pihak yang Dimaksud Masih Dipertanyakan

Minggu, 20 September 2026 - 22:45 WIB

Berenang di Kolam Bekas Galian Green City, Warga Pekanbaru Tenggelam dan Ditemukan Tewas oleh Tim SAR

Minggu, 20 September 2026 - 21:21 WIB

Kualitas Udara di Pekanbaru Kembali Memburuk, Pemko Kembali Perpanjang PJJ Hingga 2 Hari Kedepan

Berita Terbaru