Bitcoin Bergejolak karena Perang Timur Tengah, INDODAX Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Jakarta – Eskalasi konflik di Timur Tengah sejak ketegangan AS-Israel ke Iran pada Sabtu (28/2) kian meluas dengan penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, serta serangan balasan Iran ke fasilitas AS di sejumlah negara Teluk seperti Bahrain Qatar, Kuwait, Irak dan Uni Emirat Arab.

Perkembangan ini memicu lonjakan harga energi, dengan minyak dilaporkan naik hingga US$80 per barel, memicu sentimen risk-off di berbagai kelas aset sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi serta stabilitas pasokan global.

Di tengah tekanan tersebut, harga emas dunia menguat di kisaran US$5.100 per troy ons, seiring meningkatnya permintaan safe haven, sementara saham teknologi Amerika Serikat mengalami rebound terbatas. Pasar kripto yang beroperasi 24/7 menjadi salah satu indikator paling responsif dalam merefleksikan perubahan sentimen investor.

Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin sempat terkoreksi ke US$63.100 akhir pekan, lalu melonjak ke US$70.000 di awal pekan, dan kini bergerak di kisaran US$68.000, dengan kapitalisasi pasar kripto global sekitar US$2,33 triliun.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai volatilitas yang tinggi ini mencerminkan sensitivitas tinggi pasar terhadap perkembangan geopolitik dan risiko makro.

“Lonjakan dan koreksi dalam hitungan hari menunjukkan pasar sedang sangat headline-driven. Dalam situasi seperti ini, sentimen global dan dinamika kebijakan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk saham dan kripto,” ujarnya.

Baca Juga :  Penuh Penghayatan, Warga Binaan Ikuti Ibadah Kristen di Gereja Lapas Narkotika Rumbai

Pada fase awal gejolak, investor umumnya bersikap risk-off untuk menjaga likuiditas. Jika ketidakpastian berlanjut, sebagian investor mempertimbangkan aset yang lebih defensif. Antony menuturkan bahwa menghindari keputusan berbasis FOMO serta menerapkan diversifikasi portofolio dan manajemen risiko secara disiplin merupakan langkah paling rasional.

“Dalam kondisi pasar yang tidak menentu, diversifikasi portofolio menjadi salah satu pendekatan yang banyak dilakukan, termasuk mengalihkan sebagian eksposur ke aset kripto yang lebih stabil seperti stablecoin Tether (USDT) atau USD Coin (USDC), atau aset kripto berbasis emas seperti Tether Gold (XAUT) yang tengah menguat, sembari tetap menjaga alokasi terukur pada aset utama,” jelas Antony.

Sejalan dengan itu, INDODAX menegaskan komitmen menjaga likuiditas, keamanan sistem, dan transparansi, sekaligus memperkuat edukasi risiko.

Baca Juga :  Perkara Dugaan Tipikor, 3 Orang Tersangka dan Barang Bukti Diserahkan ke JPU Kejari Meranti

“Di tengah dinamika geopolitik, disiplin manajemen risiko serta memiliki perspektif investasi jangka panjang tetap menjadi kunci untuk bersikap rasional dan adaptif menghadapi ketidakpastian global,” katanya.

Sebagai platform crypto exchange terbesar di Indonesia, INDODAX terus mengedukasi member untuk tetap rasional di tengah kondisi volatilitas pasar. Dia menghimbau investor untuk selalu melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) dan menjaga manajemen risiko yang ketat.

“Di saat pasar penuh tekanan makro seperti sekarang, strategi investasi bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) tetap menjadi opsi paling bijak untuk memitigasi volatilitas,” kata Antony. (Rls)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA
Luhut Usul ke Prabowo Kerugian Negara Bukan Tindak Pidana Korupsi
Viral! Aksi Arogan Ajudan Gubernur Kaltim ke Mahasiswa Demo
Bareskrim Polri Tangkap Ketua LSM LIRA Kepri Yusril Koto, Diduga Terlibat Pengancaman Pengusaha Lewat Narasi Berita
Posting soal Batam Blackout, Warganet Dipanggil Polda Kepri
Harga Cabai Merah di Pekanbaru Makin Pedas, Tembus Rp.100 Ribu per Kilogram
TNI Pastikan Tunduk Putusan MK soal Revisi UU Peradilan Militer
Putusan MK: Prajurit TNI Terlibat Tindak Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:02 WIB

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Luhut Usul ke Prabowo Kerugian Negara Bukan Tindak Pidana Korupsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Viral! Aksi Arogan Ajudan Gubernur Kaltim ke Mahasiswa Demo

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Bareskrim Polri Tangkap Ketua LSM LIRA Kepri Yusril Koto, Diduga Terlibat Pengancaman Pengusaha Lewat Narasi Berita

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Posting soal Batam Blackout, Warganet Dipanggil Polda Kepri

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page