TNI AU dan USAF Gelar Latihan Tempur Jarak Dekat di Area Lanud Roesmin Nurjadin

- Redaksi

Kamis, 11 September 2025 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Latihan tempur udara jarak dekat atau dogfight antara jet tempur F-16 Fighting Falcon milik TNI Angkatan Udara dan F-15 Strike Eagle dari United States Air Force (USAF) menjadi sorotan dalam rangkaian Latihan Bersama (Latma) Cope West 2025. Latihan berlangsung di Military Training Area Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Selasa (9/9/2025).

Sejak resmi dibuka, para penerbang dari kedua negara langsung menjalani tahapan latihan taktis yang disusun secara sistematis, dimulai dari Basic Fighter Maneuvers (BFM) untuk mengasah kemampuan tempur udara jarak dekat secara individu, dilanjutkan dengan Air Combat Maneuvering (ACM) yang menekankan kerja sama tim dalam menghadapi pertempuran udara berpasangan maupun kelompok.

Baca Juga :  Polda Riau Dorong Budaya Tertib Lalu Lintas lewat ISDC, Dukung Program Keselamatan Nasional

Latihan berlanjut pada skenario Defensive Counter Air (DCA) dan Offensive Counter Air (OCA). Dalam skenario tersebut, penerbang dibagi menjadi dua tim: Blue Force yang terdiri dari empat F-16 TNI AU menjalankan misi Combat Air Patrol (CAP) untuk mempertahankan wilayah udara, sementara Red Force beranggotakan dua F-15 USAF dan dua F-16 TNI AU melaksanakan misi penetrasi pertahanan udara dalam serangan ofensif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perbedaan karakteristik dua jet tempur utama menjadi daya tarik tersendiri. F-16 Fighting Falcon TNI AU yang lincah dan gesit dipertemukan dengan F-15 Strike Eagle USAF yang unggul dalam kecepatan dan daya jelajah.

Baca Juga :  Wujudkan Zero Halinar, Lapas Pekanbaru Gelar Razia pada Blok Pengendali Narkoba

Perbedaan inilah yang menciptakan dinamika pertarungan menantang dan memaksa para penerbang untuk mengaplikasikan taktik terbaik dalam kondisi yang menyerupai pertempuran udara sesungguhnya.

Direktur Latihan Cope West 2025 dari TNI AU, Kolonel Pnb Bambang Apriyanto, S.T., menegaskan bahwa latihan ini bukan sekadar uji kemampuan tempur, tetapi juga sarana memperkuat kerja sama dan pemahaman antarangkatan udara.

“Latma Cope West 2025 memberikan ruang bagi para penerbang untuk menguji keterampilan, meningkatkan interoperabilitas, serta memperdalam pemahaman taktik udara bersama mitra dari USAF. Inilah wujud komitmen TNI AU untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapan dalam menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek
Kampung Narkoba Menuju Kampung Bersinar, Polda dan Pemda Perlu Hadirkan Program Nyata
Dugaan Pungutan Parkir di Dekat RSUD Arifin Achmad, BASMI Riau Desak Pemeriksaan Lapangan
Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan
Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli
Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi
Pajak Parkir di Pekanbaru Jadi Sorotan, Tim Media Minta Penjelasan Bapenda soal RSUD, Bandara hingga Minimarket
Polemik Fee Kayu Akasia Rantau Kasih Kembali Disorot, Datuk Marwas Sampaikan Klarifikasi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Kampung Narkoba Menuju Kampung Bersinar, Polda dan Pemda Perlu Hadirkan Program Nyata

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di Dekat RSUD Arifin Achmad, BASMI Riau Desak Pemeriksaan Lapangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page