Aturan Pemasangan Bendera Merah Putih dalam Rangka HUT ke-80 RI

- Redaksi

Jumat, 1 Agustus 2025 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak mulai 1 hingga 31 Agustus 2025. Imbauan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg) Nomor B-20/M/S/TU.00.03/07/2025 sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 RI.

“Mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak di lingkungan masing-masing mulai tanggal 1 s.d. 31 Agustus 2025,” bunyi kutipan SE tersebut yang ditujukan kepada seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat umum.

Imbauan ini menjadi momentum bagi warga negara untuk turut menyemarakkan Bulan Kemerdekaan. Namun, penting juga memahami aturan resmi mengenai tata cara pemasangan dan penggunaan Bendera Merah Putih agar tidak menyalahi ketentuan.

Aturan Pemasangan Bendera Merah Putih

Penggunaan Bendera Merah Putih diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Pasal 7 ayat (3) menyebutkan bahwa setiap warga negara wajib mengibarkan Bendera Merah Putih pada tanggal 17 Agustus di lingkungan masing-masing.

Pada peringatan tertentu seperti Bulan Kemerdekaan, pengibaran dapat dilakukan sepanjang bulan, sesuai arahan pemerintah. Pengibaran dilakukan pada pukul 06.00 hingga 18.00 waktu setempat, dan harus disertai penerangan jika dilakukan malam hari dalam rangkaian acara tertentu.

Bendera yang dikibarkan harus dalam kondisi baik, tidak kusam, sobek, atau luntur. Ukuran dan posisi pemasangan juga harus proporsional, tidak menyentuh tanah atau air, serta tidak dipasang sembarangan yang bisa merendahkan martabatnya.

Baca Juga :  Terdampak Efisiensi, Anggaran Polri Dipangkas Sebesar Rp20,5 Triliun

Tata Cara Pengibaran Bendera Sesuai UU

Tata cara pengibaran Bendera Merah Putih juga memuat sejumlah aturan yang bersifat protokoler. Dalam praktiknya, pengibaran dapat dilakukan:

  • Di tiang dengan posisi lebih tinggi dari bendera lain jika dikibarkan bersama simbol organisasi atau lembaga.
  • Hanya satu bendera Merah Putih yang dikibarkan di satu tiang.
  • Diiringi penghormatan saat pengibaran dan penurunan bendera dalam upacara resmi.

Dalam upacara nonformal (seperti pemasangan di rumah), cukup dilakukan dengan sikap hormat atau hening sejenak sebagai bentuk penghargaan.

Pengibaran juga dilakukan di gedung perkantoran, fasilitas pendidikan, sarana publik, dan kendaraan dinas selama bulan Agustus.

Baca Juga :  Marinir Bergerak Cepat Bantu Masyarakat yang Terjebak Banjir di Sumatera Utara

Larangan-larangan yang Harus Dihindari

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 secara tegas melarang penyalahgunaan bendera negara. Dalam Pasal 24, beberapa larangan meliputi:

  • Mencetak tulisan, gambar, atau simbol lain pada bendera.
  • Menggunakan bendera untuk iklan komersial, dekorasi meja, kursi, atau perlengkapan yang tidak pantas.
  • Mengenakan bendera sebagai pakaian atau aksesori.

Pelanggaran terhadap aturan pemasangan bendera merah putih ini dapat dikenai sanksi pidana sebagaimana tercantum dalam Pasal 66 UU Nomor 24 Tahun 2009, yaitu pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda maksimal Rp100 juta. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eks Pimpinan BGN Ditetapkan Jadi Tersangka, Prabowo: ‘Saya Tidak Mau Uang Rakyat Dicuri’
Eks Pimpinan BGN Tersandung Korupsi, Kejagung Soroti Dugaan Markup Pengadaan MBG
Breaking News! Kejagung Tahan 3 Eks Pimpinan Badan Gizi Nasional
Dadan Hindayana Dicopot, Nanik S Deyang Ditunjuk Jadi Kepala BGN
Eks Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia
Jaga Integritas Pendidikan, KPK Terbitkan SE Baru: Tolak Pungli dan Praktik Titipan Siswa di SPMB 2026
Sah! Mulai 1 Juli 2026, Registrasi Kartu SIM Ponsel Wajib Scan Wajah
Sebut Sumatera Barat dan Jabar Daerah Intoleran, DPP IKM Resmi Laporkan Abu Janda Ke Bareskrim Polri

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:09 WIB

Eks Pimpinan BGN Ditetapkan Jadi Tersangka, Prabowo: ‘Saya Tidak Mau Uang Rakyat Dicuri’

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:57 WIB

Eks Pimpinan BGN Tersandung Korupsi, Kejagung Soroti Dugaan Markup Pengadaan MBG

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:07 WIB

Breaking News! Kejagung Tahan 3 Eks Pimpinan Badan Gizi Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:31 WIB

Dadan Hindayana Dicopot, Nanik S Deyang Ditunjuk Jadi Kepala BGN

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:07 WIB

Eks Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia

Berita Terbaru