Tembus Asap Karhutla di Kampar, Brimob Polda Riau Dilengkapi Breathing Apparatus

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Personel Brimob Polda Riau turun memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menembus kepulan asap di Kabupaten Kampar. Personel dilengkapi dengan portable breathing apparatus untuk menjaga kondisi dari paparan asap pekat.

Breathing apparatus merupakan alat bantu pernapasan yang digunakan untuk melindungi personel saat harus bekerja di area dengan paparan asap pekat, terutama ketika menyisir dan melakukan pendinginan pada lahan gambut.

Personel Brimob Polda Riau turun ke lokasi karhutla di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Selasa (25/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, sebanyak 40 set portable breathing apparatus disiapkan untuk mendukung personel yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Baca Juga :  Dugaan Curas di Jalan Kurnia 2 Rumbai, Lansia Ditemukan Tewas di Dalam Rumah

“Personel kita berhadapan langsung dengan asap saat melakukan pemadaman dan pendinginan. Karena itu, perlindungan pernapasan menjadi penting, terutama ketika anggota harus masuk ke titik dengan paparan asap yang cukup pekat,” kata Kombes Ketut.

Perangkat tersebut menggunakan tabung udara bertekanan berkapasitas 6 liter yang dapat digunakan sekitar 35 hingga 45 menit, bergantung pada aktivitas dan tingkat pernapasan personel.

Menurut Ketut, alat tersebut memberikan ruang gerak lebih optimal bagi personel untuk menjangkau titik-titik yang sulit dijangkau tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

“Dengan alat ini, anggota tetap mendapatkan suplai udara ketika harus bekerja di tengah asap pekat. Ini sangat membantu ketika personel harus melakukan pemadaman maupun pendinginan di titik dengan paparan asap tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Hari Raya Idul Fitri Tinggal Menghitung Hari, Pembangunan Jembatan Desa Rantau Langsat Terus Digesa

Penggunaan breathing apparatus menjadi penting mengingat karakteristik lahan yang terbakar di Rimbo Panjang merupakan gambut tebal. Meski api di permukaan telah padam, bara masih dapat tersimpan di bawah tanah dan kembali memunculkan api.

Kondisi tersebut membuat personel harus menyisir areal terdampak dan mendekati titik-titik yang masih mengeluarkan asap untuk memastikan pendinginan dilakukan secara menyeluruh.

“Pemadaman tidak selesai hanya karena api sudah tidak terlihat. Di lahan gambut, kami harus memastikan bara di bawah permukaan juga benar-benar padam. Dengan perlindungan yang memadai, personel bisa bekerja lebih optimal, tentu dengan tetap mengutamakan prosedur keselamatan,” kata Ketut.

Selain portable breathing apparatus, Brimob Polda Riau juga menyiapkan 40 set perlengkapan karhutla berupa helm, senter dan sepatu untuk mendukung keselamatan serta mobilitas personel di lapangan.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIA Pekanbaru Gelar Senam Pagi Rutin untuk Tingkatkan Kebugaran Warga Binaan

Sebanyak 45 personel Brimob diterjunkan dalam operasi di Rimbo Panjang. Mereka bergabung bersama Polres Kampar, TNI, BPBD, Manggala Agni dan unsur perusahaan. Secara keseluruhan, 283 personel gabungan dibagi dalam 10 regu untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Ketut menegaskan, perlindungan terhadap personel menjadi bagian penting dalam operasi penanganan karhutla, terlebih petugas harus menghadapi panas dan paparan asap dalam waktu yang cukup lama.

“Target kita pemadaman dan pendinginan harus tuntas. Tetapi keselamatan anggota juga tidak boleh diabaikan. Personel harus bisa bekerja maksimal dan kembali dalam kondisi sehat dan selamat,” tegasnya. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN akan Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Riau Mulai Hari ini Hingga 3 November, Cek Jadwalnya!
Polres Inhu Amankan 4 Sopir dan 8.300 Liter Bio Solar, Dugaan Penyalahgunaan BBM Diselidiki
Tragedi Pelajar Tapung, Tim Media Telusuri Dugaan Penugasan Siswa dan Pengawasan Keselamatan Sekolah
Dua SHGB Aktif Jadi Dasar Klaim, Kuasa Hukum CV Kaluku Minta Polemik Lahan Pesisir Rumbai Diuji Lewat Jalur Hukum
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Polda Riau Sasar 10 Pelanggaran Prioritas
Polemik Pelantikan 247 Kepala Sekolah di Inhu, LIRA Dorong Pembentukan Pansus
Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek
Kampung Narkoba Menuju Kampung Bersinar, Polda dan Pemda Perlu Hadirkan Program Nyata

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

PLN akan Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Riau Mulai Hari ini Hingga 3 November, Cek Jadwalnya!

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Polres Inhu Amankan 4 Sopir dan 8.300 Liter Bio Solar, Dugaan Penyalahgunaan BBM Diselidiki

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Tragedi Pelajar Tapung, Tim Media Telusuri Dugaan Penugasan Siswa dan Pengawasan Keselamatan Sekolah

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Dua SHGB Aktif Jadi Dasar Klaim, Kuasa Hukum CV Kaluku Minta Polemik Lahan Pesisir Rumbai Diuji Lewat Jalur Hukum

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Polda Riau Sasar 10 Pelanggaran Prioritas

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page