Panen Sayur Kangkung, Bukti Nyata Lapas Pekanbaru Mendukung Penuh Program Asta Cita Presiden RI

- Redaksi

Jumat, 21 Februari 2025 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM | Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan salah satu tempat pembinaan bagi warga binaan yang memiliki peran penting dalam hal meningkatkan kualitas individu setiap warga binaan. Pembinaan yang diperuntukan kepada warga binaan dibagi menjadi dua kelompok yaitu Pembinaan Kepribadian dan Pembinaan Kemandirian.

Lapas Kelas IIA Pekanbaru melalui Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) sukses memanfaatkan lahan yang berada di area brandgang menjadi lahan pertanian kangkung yang produktif. Kegiatan ini termasuk ke dalam Pembinaan Kemandirian bagi warga binaan pada kategori Agrobisnis, Kamis (20/02).

Baca Juga :  Lanud Roesmin Nurjadin Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Lapas Pekanbaru, Erwin Fransiskus Simangunsong, mengungkapkan panen sayur kangkung ini sebagai bukti nyata Lapas Pekanbaru mendukung penuh Program Asta Cita Presiden RI dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terkait Program Ketahanan Pangan.

“Lapas Pekanbaru berkomitmen penuh mendukung program ketahanan pangan yang menjadi arahan penting bapak Menteri Imipas untuk diakselerasi. Panen sayur kangkung ini juga wujud keberhasilan dari program pembinaan kemandirian yang kita selenggarakan bagi warga binaan. Harapannya warga binaan semakin semangat dalam menghasilkan produk-produk hasil kegiatan agrobisnis guna meningkatkan ketahanan pangan bagi masyarakat dan warga binaan Lapas Pekanbaru,” ungkap Erwin.

Baca Juga :  Melalui Program Jaksa Menjawab, Kejati Riau Kembali Hadir Bersama Asintel sebagai Narasumber

Kepala Seksi Giatja Lapas Pekanbaru, Jefriandy Gultom, menambahkan bahwa keberhasilan program ini merupakan bukti nyata dukungan Lapas Pekanbaru terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Hasil panen sayur kangkung ini akan kami distribusikan untuk kebutuhan dapur Lapas dan sebagian akan kami salurkan kepada masyarakat dan keluarga WBP yang kurang mampu. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan juga mewujudkan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ungkap Jefriandy. (Rls)

Baca Juga :  Wujudkan Hanpangan, Babinsa Jalankan Komsos Serta Bantu Petani Panen Cabe Rawit

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prostitusi Terselubung Diduga Kian Berani di Pekanbaru, BASMI Riau Minta Hotel Nakal Ditindak Tegas
Pastikan Wilayah Aman, Babinsa Koramil 01/Rengat Aktif Laksanakan Patroli Malam
Agar Semakin Dekat dengan Warga, Babinsa Aktif Laksanakan Komsos di Wilayah Binaan
Babinsa Laksanakan Komsos di Bengkel Motor Warga, Ciptakan Keakraban dan Jaga Kamtibmas
Jum’at Berbagi, DPD LIRA Pekanbaru Kembali Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga di Marpoyan Damai
Klarifikasi Pemprov Riau Tak Redam Sorotan, SPKN Pertanyakan Dominasi Vendor dalam Pengadaan Rp320 Juta
Walikota Agung Nugroho Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah di Pekanbaru, SMP Negeri dan Swasta Digratiskan
Mutasi 307 ASN DPRD Riau Disorot, LBH LMP Riau Sebut Ada Indikasi Pelanggaran Asas Pemerintahan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:12 WIB

Prostitusi Terselubung Diduga Kian Berani di Pekanbaru, BASMI Riau Minta Hotel Nakal Ditindak Tegas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:06 WIB

Pastikan Wilayah Aman, Babinsa Koramil 01/Rengat Aktif Laksanakan Patroli Malam

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:05 WIB

Agar Semakin Dekat dengan Warga, Babinsa Aktif Laksanakan Komsos di Wilayah Binaan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:04 WIB

Babinsa Laksanakan Komsos di Bengkel Motor Warga, Ciptakan Keakraban dan Jaga Kamtibmas

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:52 WIB

Klarifikasi Pemprov Riau Tak Redam Sorotan, SPKN Pertanyakan Dominasi Vendor dalam Pengadaan Rp320 Juta

Berita Terbaru