Wahyudi El Panggabean Appresiasi Journalist Capabality Building Tanoto Foundation

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Direktur Utama, Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center, Drs Wahyudi El Panggabean, M.H., mengungkapkan rasa terima kasih-nya kepada Tanoto Foundation, yang secara konsisten mendukung peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) di tanah air.

“Saya kira program-program humanis Tanoto Foundation sangat dibutuhkan anak negeri ini, khususnya dalam peningkatan sumber daya manusia. Termasuk untuk kalangan jurnalis dan media,” kata Wahyudi di sela-sela pelatihan jurnalistik, yang merupakan salah satu program Tanoto Foundation, di Hotel Novotel, Pekanbaru, Rabu (29/4).

Wahyudi sang Master Trainer itu__tampil sebagai salah satu Narasumber pada kegiatan bertajuk, “Journalist Kapabality Building”__membahas materi jurnalistik seputar: Kode Etik Jurnalistik, Perimbangan Berita serta Perlindungan Narasumber. Pelatihan diikuti 20 peserta, wartawan & Pemimpin Redaksi Media Berita.

Menurut Wahyudi, tantangan terbesar bagi wartawan saat ini, justru datang dari internal wartawan itu sendiri. Banyak wartawan yang malas belajar untuk meningkatkan pengetahuannya.

“Secanggih apapun teknologi AI tidak membantu tugas jurnalis secara maksimal, tanpa diimbangi kecerdasan wartawan itu sendiri,” kata Wahyudi yang sudah lebih 40 tahun menekuni profesi jurnalis itu.

Untuk itulah katanya, program peningkatan profesionalisme wartawan seperti yang diselenggarakan Tanoto Foundation ini menjadi kebutuhan mendesak dan relevan bagi para jurnalis.

“Sebagai seorang yang sudah puluhan tahun bergelut dalam peningkatan profesionalisme wartawan, saya sangat mengapresiasi program ini,” kata Penulis buku-buku jurnalistik itu.

Di bagian lain, Wahyudi banyak menyoroti teknis kinerja wartawan di lapangan khususnya upaya memenuhi perimbangan berita yang acap kali terbentur sulitnya “menembus” narasumber.

“Di satu sisi wartawan diwajibkan kode etik, memenuhi perimbangan berita. Di sisi lain, wartawan dihadang oleh sulitnya menemui narasumber guna meminta konfirmasi dan verifikasi berita,” katanya.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 01/Rengat Laksanakan Patroli Malam, Pastikan Wilayah Binaan Tetap Aman

Tetapi, bagi seorang jurnalis sejati, jelas Wahyudi, melukai narasumber lewat berita adalah sesuatu yang “haram”.

Untuk itulah, Wahyudi mengisahkan pengalaman-pengalamanya, sebagai wartawan, saat berburu informasi pada genggaman Narasumber yang “sulit”. Tetapi, pada akhirnya, harus berhasil “ditembus”.

“Wartawan mesti menyadari, kewenangan yang melekat pada seorang wartawan untuk berburu informasi hanyalah semata-mata untuk memenuhi kebutuhan publik tentang informasi,” jelasnya.

Atas dasar itulah, kode etik jurnalistik mengatur tata cara perburuan, pengolahan serta penyebaran informasi dalam lingkup prosesi kinerja seorang wartawan.

“Jika profesi wartawan itu kita ilustrasi kan sebagai senjata, maka kode etik jurnalistik adalah buku petunjuk penggunaan senjata itu,” ungkap Wahyudi.

Baca Juga :  Stop Merokok Sambil Berkendara! Ditlantas Polda Riau Akan Terapkan Tilang

Dalam prakteknya di lapangan, buku petunjuk bernama kode etik itu, demikian Wahyudi, juga butuh kecerdasan dan pemahaman.

Jangan sampai seorang wartawan, lanjutnya, menenteng “senjata” ke mana-mana, tetapi tak tau cara menggunakannya dengan benar.

“Menjalankan prosesi jurnalistik berikut produk karya jurnalistiknya_sesuai amanah kode etik_ adalah istilah lain dari kompetensi seorang wartawan,” tegasnya.

Pada titik ini, cara – cara profesional meski terlihat dari strategi menembus narasumber, teknik berkomunikasi dan berwawancara dengan narasumber secara berani dan beretika.

Dengan demikian, tegas Wahyudi, kebutuhan belajar dan berlatih konsisten bagi seorang wartawan, merupakan harga mati.

“Banyak cara yang bisa ditempuh untuk belajar, jika ada kemauan. Pelatihan yang diselenggarakan Tanoto Foundation ini, salah satu sarana belajar efektif,” tandasnya. (Fa)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siapkan Bantuan Hukum Gratis Bagi Warga Kurang Mampu, Fraksi PDIP DPRD Pekanbaru Gandeng LBH Tuah Negeri Nusantara
PLN akan Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Riau Mulai Hari ini Hingga 3 November, Cek Jadwalnya!
Polres Inhu Amankan 4 Sopir dan 8.300 Liter Bio Solar, Dugaan Penyalahgunaan BBM Diselidiki
Tragedi Pelajar Tapung, Tim Media Telusuri Dugaan Penugasan Siswa dan Pengawasan Keselamatan Sekolah
Dua SHGB Aktif Jadi Dasar Klaim, Kuasa Hukum CV Kaluku Minta Polemik Lahan Pesisir Rumbai Diuji Lewat Jalur Hukum
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Polda Riau Sasar 10 Pelanggaran Prioritas
Polemik Pelantikan 247 Kepala Sekolah di Inhu, LIRA Dorong Pembentukan Pansus
Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Siapkan Bantuan Hukum Gratis Bagi Warga Kurang Mampu, Fraksi PDIP DPRD Pekanbaru Gandeng LBH Tuah Negeri Nusantara

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

PLN akan Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Riau Mulai Hari ini Hingga 3 November, Cek Jadwalnya!

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Polres Inhu Amankan 4 Sopir dan 8.300 Liter Bio Solar, Dugaan Penyalahgunaan BBM Diselidiki

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Tragedi Pelajar Tapung, Tim Media Telusuri Dugaan Penugasan Siswa dan Pengawasan Keselamatan Sekolah

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Dua SHGB Aktif Jadi Dasar Klaim, Kuasa Hukum CV Kaluku Minta Polemik Lahan Pesisir Rumbai Diuji Lewat Jalur Hukum

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page